Friday, April 30, 2010

Missing You so Much...

seandainya ku dapat menemanimu malam ini
hilangkan sepi
seharusnya ku ada disisimu dan ku terjaga
hingga kau terlelap mimpi

--Seandainya - The Titans--


Wednesday, April 28, 2010

Some Pics of Moscow Circus

Inilah hasil foto-foto nonton Moscow Circus (jepretan kakak ipar gue) :

The Little Girl

The Sexy Hoola-Hooper

Through the Fire

The Tiger Got the Chicken

The Flying Lady

The Trapeze Players


Tuesday, April 27, 2010

Monday, April 26, 2010

Moscow Circus @ Summarecon - Serpong

Wow... perjalanan hari sabtu bener-bener 'heboh'. Dari sekolah di cibubur menuju serpong! Mau nonton Moscow Circus. Ampunnn... jauhnya... mana macet. Tadinya cuma kakak gue aja yang pengen survey tempat dulu. Tapi katanya, kalo emang bisa langsung nonton, kenapa gak sekalian?

Akhirnya, berbondong-bondonglah kita menuju Summarecon - Serpong. Udah ngelewatin BSD, Ocean Park, Teraskota... lho..lho.. koq gak sampe-sampe? Wah.. ternyata masih jauh lagi. Sampai di sana udah jam 2 lewat. Kakak ipar gue langsung beli tiketnya, terus kita makan.

Area tempat makannya lumayan enak, kita milih di Solaria, duduknya di luar. Mungkin kalo gak panas lebih enak lagi kali ya.

Abis makan, kita langsung menuju tenda sirkusnya. Kita nonton pertunjukan jam 5. Di luar tenda, ada area untuk menunggang gajah, unta atau kuda. Ada tempat jual makanan juga. Tapi, kita langsung masuk aja ke tendanya.

Tendanya sendiri sih gak terlalu besar. Tempat kita duduk cukup strategis, meskipun dari samping. Di belakang kita pas AC, jadi sejuk banget.

Pertunjukan dibuka sama badut yang ok juga. Atraksi akrobatnya keren-keren dan 'mendebarkan'. Pokok kalo udah 'melayang-layang' di udara, selalu mendapat sambutan yang meriah. Yang main hoola-hoop juga keren dan seksi. Apalagi 'gong'-nya, pas trapeze, sebelum atraksi, dipasangin jaring pengaman dulu. Dan ini atraksi yang paling keren, paling ok. Semua penonton pada berseru, "Wooooowwww!!"

Kalo binatangnya, didatengin dari taman safari, ada gajah, harimau sama simpanse. Yang gajah ok, tapi yang harimau, rada mengecewakan. Harimaunya banyak, tapi yang ber'atraksi', hanya dua atau tiga. Yang lain cuma pose gaya aja.

Tapi ini nih... akibat gue kebanyakan baca buku, waktu gue ngeliat anak kecil berakrobat, 'ngelipet-lipet' badannya, yang ada di pikiran gue, malah kasian. Sama juga waktu gue ngeliat gajah dan simpanse. Meskipun emang lucu, tapi ngeliat mukanya jadi sedih. Abis kalo di buku, kan suka diceritain, kalo anak-anak kecil dan binatang-binatang di sirkus suka di-abuse, disiksa, dan lain-lain.

Duh.. berhentilah baca buku yang 'menyiksa' isinya.

Tapi, overall, semua keren.. Mika juga cukup enjoy. Meskipun waktu pertama dimatiin lampunya, agak 'stres' sedikit (matanya melotot, mukanya keliatan 'tegang'), tapi Mika gak rewel.

Abis nonton, kita istirahat bentar di Salsa Food City. Jalan sedikit dari mall Summarecon, ada tempat makan model di kelapa gading. Makannya kebanyakan tradisional dan chinesse food. Gue udah gak pengen makan, jadi hanya pesen teh botol dua! Sambil menikmati home band yang lumayan, kita istirahat.

Wahh.. di mobil, meskipun cape', Mika sempet ngoceh-ngoceh, sampai akhirnya tertidur dengan nyenyak.

Mika's 1st Progress Report :)




Somewhere beyond the Sea...

Pelajaran di sekolah, salah satunya, art & craft. kali ini main-main sama cat air. Karena kemarin pelajaran kosa katanya berhubungan sama binatang laut, art & craft-nya juga begitu. 'Ceritanya', anak-anak 'melukis' ikan di dalam laut. Disediain karton yang berwarna biru lengkap dengan bintang laut. nanti mereka tinggal 'mencetak' gambar ikannya. cara melukis ikannya itu, bukan dengan kuas, tapi dengan sikat gigi yang diberi cat air, lalu, dengan bantuan jari-jari, cat yang ada di sikat gigi dipercikin ke kertasnya, sampai nanti jadi deh gambar ikan-nya.


tapi... aduh... begitu tangannya kena cat air warna merah, Mika langsung teriak dan minta dicuci tangannya. Duh.. duh.. duh.. biasa deh, kalo liat tangannya kotor sedikit, minta dilap atau dicuci. kalo liat ada 'item-item', rambut atau bahkan robekan tissue dikit aja, Mika langsung buang sendiri atau paling gak dikasih ke gue buat dibuang. nah.. ini tangannya belepotan cat air, langsung heboh... padahala temen-temennya yang lain asyik banget main-main dengan cat air. akhirnya, prakarya itu, gue yang menyelesaikan dengan gagal total.. gak keliatan ikannya..
ada sih siluet-siluet-nya dikit.. hehehe...

padahal, gue juga pengen Mika berheboh-hebohan main cat air...

kemarin, juga ada 'pembagian raport'. hehehe.. karena hari sabtu kemarin itu adalah hari terakhir sebelum lanjut ke term berikutnya. rata-rata nilainya sih ok.. meskipun masih suka salah-salah kalo liat gambar. abis suka gak fokus sih... terus, kata gurunya, kalo Mika harus lebih berani lagi. soalnya Mika emang kadang masih suka tergantung mood, sih...

Monday, April 19, 2010

Mika Belajar Berenang

Sabtu dan Minggu, adalah saat-saat paling menyenangkan buat gue. Gimana nggak? Hanya dua hari ini, gue puasssss (gak puas banget sih) main sama Mika. Mika juga kadang mulai keluar manjanya, mau mandi dia bilang, "Mau buka baju sama mama?", "Mau mandi sama mama?" dan lain-lain yang buntutnya pasti ada "sama mama"-nya. Gue sih seneng-seneng aja, apalagi kadang-kadang ada aja tingkah laku Mika yang 'ajaib' dan baru gue liat.

Hari Minggu ini, biasalah acara berenang. Gue pakein Mika pelampung rompi. Awalnya Mika rada takut-takut, maunya pegangan sama gue terus. Tapi, pelan-pelan gue lepas, kalo udah miring-miring baru gue pegangin lagi. Lama-lama, Mika bisa lepas sendiri, apalagi kalo lagi gak sadar, tau-tau Mika udah jauh berenang sendiri. Kalo udah cape, Mika bilang,"Mama mana?", terus dia bilang, "Istirahat dulu," sambil minta gendong.

Dan gue senennggggg banget.

Tuesday, April 13, 2010

Now Reading: Fragile Eternity

Fragile Eternity (Keabadian yang Rapuh)
Melissa Marr @ 2009
Monica Dwi Chresnayani (Terj.)
GPU - Maret 2010
416 hal.

Seth tak ingin berkomitmen dengan siapa pun---namun itu sebelum ia bertemu Aislinn. Gadis itu impiannya, dan Seth ingin bersama Aislinn selamanya. Tetapi selamanya punya arti baru kalau kekasihmu ratu faery yang imortal.

Aislinn tidak pernah menyangka akan menjadi ratu makhluk-makhluk yang selama ini membuatnya ketakutan---namun itu sebelum Keenan hadir. Keenan mencuri mortalitas Aislinn untuk menjadikan gadis itu pendamping, dan akibatnya, sekarang Aislinn harus menghadapi tantangan dan pesona memabukkan yang tak terbayangkan.

Monday, April 12, 2010

'TV-nya' Mika

Sabtu ini (10.04.2010), pelajaran Mika di sekolah adalah tentang alat-alat elektronik. Kalo nyebut 'kipas angin', 'AC' sama 'TV'... uhh.. kalo ini aja... Mika langsung tau.. tapi kalo mesin cuci, kulkas, komputer, atau vacuum cleaner, masih agak susah nih..

Terus, waktu pelajaran Art & Craft, Mika dikasih kertas putih yang ada gambar tv-nya. Mika disuruh pilih gambar-gambar (hehehe.. gue yang akhirnya pilih sih) - ada gambar Winnie the Pooh, matahari sama Doraemon (yang ini Mika gak 'kenal' nih...). Terus, abis itu, disuruh deh mewarnai tv-nya biar jadi tv 'berwarna', baru abis itu gambar-gambar tadi ditempel.


Kalo di sekolah, kadang-kadang, ada aja yang bikin Mika bad mood. Kalo udah gitu agak susah deh bikin Mika konsentrasi sama pelajarannya. Mika maunya 'gelendotan' terus.

Baru kalo pelajaran musik, ditambah main-main bubble dan main di gym, Mika heboh lagi.

Nah, di atas itu, hasil 'corat-coret' dan 'tempel-tempel' Mika. Yang corat-coret, Mika beneran, tapi gue yang bagian 'bantu' nempel gambarnya. Kadang-kadang, suka lupa, kalo Mika harus nyoba sendiri, tanpa dibantu :)

[Movie] Everybody's Fine

Udah lama banget gue gak nonton film di dvd atau ke bioskop. Ya.. terutama sejak ada Mika. Jadi paling-paling gue nonton film di tv atau lebih milih baca buku atau tidur...

Nah, temen kantor gue minjemin gue film 'Everybody's Fine'. Dia bilang, "Tonton nih, bagus banget untuk yang udah jadi orang tua." Wow... tampaknya berat.

Kalau diliat dari pemainnya, cukup menjanjikan. Ada Robert De Nir (who doesn't know him?), Drew Barrymore, Kate Beckinsale sama Sam Rockwell (yang terakhir ini gue gak pernah denger namanya, setelah gue browsing ternyata dia salah satu tokoh antagonis di Charlie's Angels).

Gue sih baru nonton separo, karena keburu ngantuk. Tapi, untuk singkatnya, ini film tentang seorang ayah - Frank Goode (Robert De Niro) yang bangga banget sama anak-anaknya. Robert yang jadi komposer, Rosie yang jadi artis? (gue lupa), sama Amy yang sukses di bidang advertising. Ada satu lagi sih yang namanya David, seorang pelukis. Tapi, si David ini gak muncul, hanya namanya aja yang bolak-balik disebut.

Dan, Frank ini ayah yang kesepian. Istrinya sudah meninggal, dan anak-anaknya sibuk dan tinggal jauh dari dia. Waktu dia mau ngadain acara kumpul keluarga, gak satupun anaknya yang dateng karena alasan pekerjaan.

Makanya Frank memutuskan untuk mengunjungi anak-anaknya.

Nah, gue baru sampai kunjungan Frank ke tempat David - yang ternyata gak ada di apartemennya, sama Amy yang tinggal di Chicago. Keliatannya aja keluarga Amy harmonis banget, padahal gak gitu kenyataannya.

Hmmm... ngeliat sosok Frank yang sendirian di rumah, berusaha menunjukkan kebanggaannya terhadap anak-anaknya sama orang lain, padahal di hati dia nahan sedih dan kecewa - gue jadi inget sama my own parents, especially my father.

Gue jadi berpikir, seperti apa gue di mata orang tua gue, seberapa sering gue ngecewain mereka, apa gue pernah bikin mereka bangga?

Gambaran di film itu, yang sering bikin gue gak pernah bisa ninggalin orang tua gue, selalu pengen bisa jalan bareng sama mereka, dan selalu sama-sama mereka.

Satu lagi harapan gue, semoga gue gak akan merasa sendiri ketika Mika udah besar nanti.

Tampaknya gue harus nonton lanjutannya...

Update: 2010 Chick Lit Challenge

1. Weekend in Paris (Robyn Sisman)
2. Remember Me? (Sophie Kinsella)
3. Twenties Girl (Sophie Kinsella)
4. ...
5. ...
6. ...
7. ...
8. ...


wah.. gue pikir bakal cepet nyelesain challenge ini, ternyata, pilihan buku-buku gue sampai saat ini, gak terlalu banyak 'chicklit'. tapi.. baru bulan April.. masih panjang waktunya


Just Smile...


Smile
by The Cast of Glee

Smile though your heart is aching
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky, you'll get by
If you smile through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll see the sun come shining through for you

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying?
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying?
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile

Now Reading: Blue Remembered Heels

Blue Remembered Heels
Nell Dixon @ 2008
Tisa Anggriani (Terj.)
M-Pop (Penerbit Matahati) - Cet. I, Maret 2010
311 Hal.

Abbey Gifford dan kakaknya, Charlie, adalah penipu yang gemar merampok pria kaya. Itulah yang mereka kerjakan sampai suatu ketika Abbey tersambar petir.

Sejak itulah, Abbey mengalami ingatan kilas balik yang aneh. Sepasang sepatu biru kerap muncul dalam mimpinya. Parahnya lagi, dia jadi tidak bisa berbohong. Padahal, pekerjaan Abbey menuntutnya untuk terus-menerus berdusta. Lalu, ketika seorang detektif misterius yang tampan bernama Mike Flynn mulai mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya, dia merasa seperti dijebak …

Dan jika Mike sampai tahu kenyataan kehidupan kriminal Abbey, mungkinkah Abbey akan menemukan kebahagiaannya?

Thursday, April 8, 2010

Yang baru... yang baru.. yang baru...

Hari Sabtu kemarin, sementara orang lain menikmati long weekend, gue terpaksa masuk ke kantor. Ada kerjaan yang harus gue selesain, kalo gak bisa-bisa hari senin terjadi 'keributan'.

Karena gue 'emosi', sambil kerja, gue liat-liat bukukita.com untuk 'menghibur diri'. Setelah dipilih-pilih, gue meng-klik 3 buku untuk masuk ke keranjang belanja.

Kirain hari Selasa udah sampe di kantor, eeeh... taunya, hari Rabu, gue terima email dari bukukita.com kalo salah satu buku yang gue pesen gak ada stock-nya. Huh... sebal...

Dan hari ini, buku-buku pesanan gue pun sampai. Asyiiikkkk.... ini deh, yang baru-baru itu:
Blue Remembered Heels (Nell Dixon)
The Story Girl (Lucy M. Montgomery)
Fragile Eternity (Melissa Marr)

Hmmm... mana yang gue baca duluan ya?

Now Reading: Twenties Girl

Twenties Girl
Sophie Kinsella @ 2009
Dell Publishing, 2010
498 Hal.

Lara Lington has always had an overactive imagination, but suddenly that imagination seems to be in overdrive. Normal professional twenty-something young women don’t get visited by ghosts. Or do they?

When the spirit of Lara’s great-aunt Sadie—a feisty, demanding girl with firm ideas about fashion, love, and the right way to dance—mysteriously appears, she has one request: Lara must find a missing necklace that had been in Sadie’s possession for more than seventy-five years, because Sadie cannot rest without it.

Lara and Sadie make a hilarious sparring duo, and at first it seems as though they have nothing in common. But as the mission to find Sadie’s necklace leads to intrigue and a new romance for Lara, these very different “twenties” girls learn some surprising truths from and about each other. Written with all the irrepressible charm and humor that have made Sophie Kinsella’s books beloved by millions, Twenties Girl is also a deeply moving testament to the transcendent bonds of friendship and family.

Tuesday, April 6, 2010

Dapet lagi...

Dari librarything.com lagi.


BelleBooks, Inc. Announces


Hello!
Thank you for requesting either TRY ME (YA fantasy, Parker Blue) THE RIVER BETWEEN (Historical, Jaquelyn Cook) or THE LITTLE KNOWN (Coming of Age General Fiction, Janice Daugharty)

Wow... gak hanya satu, tapi gue bisa download 3 e-book!

Monday, April 5, 2010

You're Getting Fat..

One of my uncle said: "Jangan tambah gemuk lagi, ya."

Huh....

Now Reading: Buddha

Buddha: A Story of Enlightenment
Deepak Chopra @ 2007
Rosemary Kesauly (Terj.)
GPU - April 2008
400 Hal.

Pangeran muda yang terperangkap dalam kerajaan dan mendambakan hidup di luar istana. Sendirian dan menghadapi iblisnya sendiri, Pangeran Siddhartha memutuskan menjadi pertapa dengan meninggalkan istana dan gelar pangerannya. Hingga akhirnya dia berhasil mencapai pencerahan dengan menaklukkan hawa nafsu dunia yang menguasai tubuh dan pikirannya berkat tekad yang keras.

Kita mengenal Buddha sebagai tokoh yang damai dan tenang, namun kisah hidupnya penuh dengan cerita cinta, seks, pembunuhan, kehilangan, perjuangan, dan penyerahan diri. Dari dunia material yang penuh hasrat keinginan hingga puncak spritual tertinggi, Buddha memberi inspirasi dan menuntun kita lebih dekat menuju pemahaman hidup dan diri kita sendiri.

Novel ini berkisah tentang perjalanan seorang pangeran yang menjadi pertapa hingga mencapai pencerahan. Perjalanan Siddhartha menjadi Buddha mengubah dunia selamanya, dan kebenaran yang diungkapkan melalui ajarannya tetap memengaruhi manusia sejak ratusan tahun sebelum masehi hingga zaman sekarang.

Thursday, April 1, 2010

Now Reading: Anne's House of Dreams

Anne's House of Dreams
Lucy M. Montgomery
Maria M. Lubis (Terj.)
Qanita - Cet. 1, Pebruari 2010
420 Hal.

“Aku telah menemukan sarang untuk kita, Anne. Dengan pepohonan dan banyak sekali peri pohon ...,” kata Gilbert.

“Kalau begitu, “ desah Anne panjang penuh kepuasan, “rumah yang kau temukan adalah RUMAH IMPIANKU!”

Anne dan Gilbert kini telah menjadi pasangan pengantin baru. Mereka pindah ke desa kecil di Pantai Glen St. Mary, tempat Gilbert berpraktik sebagai dokter. Di desa kecil itu, mereka berdua membangun kehidupan di rumah impian.

Para penduduk desa menerima Anne dan Gilbert dengan tangan terbuka. Namun, ada satu orang yang seperti tak suka dengan kehadiran Anne. Tetangga terdekatnya, Leslie Moore, gadis tercantik yang pernah dilihat Anne, tak pernah mau tersenyum padanya. Leslie selalu terlihat muram dan misterius, padahal Anne sangat ingin menjadi sahabatnya. Apa sebenarnya yang disembunyikan Leslie?

Inilah babak baru kehidupan Anne setelah memasuki mahligai rumah tangga. Bisakah Anne menghadapi tantangan-tantangan dunia dewasa tanpa kehilangan keceriaan, kesegaran, dan spontanitas yang menjadi ciri khasnya?

“Serial Anne of Green Gables konsisten dengan keindahannya. Karakter Anne berubah seiring pertambahan usia, tapi dia tetaplah Anne yang ceria dan penuh mimpi.” --Barnes and Noble