Wednesday, April 27, 2011

Giveaway...



Gue sering banget ikutan yang namanya 'giveaway' atau 'earlier review' seperti yang ada di librarythings.com, yang membuat gue jadi kewalahan ketika terima banyak banget e-book. Minggu ini aja, gue udah dapet 3 e-book dan gue jadi makin bingung kapan dan gimana bacanya.

Tapi, kalo yang namanya giveaway, gue 'selalu' kurang beruntung. Padahal gue juga lumayan sering ikut di berbagai blog. Rata-rata sih syaratnya harus jadi follower blog mereka. Iseng-iseng aja.

Salah satu giveway yang baru aja gue ikutin adalah ' 300 Followers Giveaway' di Gripped into Books. Kalo yang namanya dapet 'buku gratis', gue gak akan nolak... hehehe... siapa tahu, kali ini gue beruntung :)

Wednesday, April 20, 2011

Parfum (aroma) Buku?


Kaya' apa aroma parfum buku? kaya' buku baru? atau kaya' buku tua? Penasaran sama kemasannya, dan tentu juga sama aromanya. Tapi kalo ngeliat foto ini, gue jadi lebih tertarik dengan buku-buku di belakang sang designer.


The Royal Wedding

The Royal Wedding - pernikahan Prince William dan Kate Middleton, jadi peristiwa yang paling ditunggu-tunggu di bulan April ini. Gue bahkan berniat untuk cuti pas tanggal 29, cuma buat nonton prosesi pernikahan mereka. Hehehe.. tapi belum tentu juga deh... sementara menanti D Day-nya, ngeliat merchandise yang lucu-lucu ini, aja dulu...


via Etsy

Monday, April 18, 2011

Wiken tanpa ke Mall (3): Jelajah Kota Tua bareng mommiesdaily.com

Waktu kakak gue kirim email tentang Jelajah Kota Tua bareng mommiesdaily.com ini, gue dan adek gue langsung antusias. Bukan hanya fee-nya yang murah meriah (Rp. 100ribu untuk empat orang), tapi juga karena jalan-jalan ke Jakarta Kota Tua termasuk dalam salah satu list yang pengen gue kunjungi (hehehe.. list-nya panjangggg). Tadinya gue pikir yang ikutan hanya para ‘orang tua’, jadinya seperti ‘me time’ gitu deh… kan udah lama juga gak jalan berempat aja sama kakak dan adek2 gue. Tapi, kakak gue bilang, “Ya anak-anak ikut lah, ngapain juga mommy-mommy-nya aja.” Hehehe…

Ya udah, akhirnya, ‘rombongan’ kita sendiri ada 3 kelompok. Dan, Mika juga udah gue ceritain, kalo kita bakal pergi ke museum lagi naik bus.

Pagi-pagi hari minggu, bangunin Mika susah banget. Begitu udah bangun, disuruh mandi juga susah banget. Ada aja alasannya, gue pura-pura aja mau pergi sendiri, eh, tangan gue malah dipegang, Mika bilang, “Mama temenin Mika bobo’ di sini.” Yahhh.. kalo gak mau buru-buru, mau aja gue tidur-tiduran terus sama Mika.

Kita pun berangkat dari rumah jam ½ 8 menuju FX, tempat kumpulnya. Sempat kejebak macet karena ternyata ada acara ultah-nya PKS di Istora Senayan. Banyak banget bus yang mengangkut para kader partai.

Mungkin karena kejebak macet juga, banyak peserta yang telat. Jam 9, akhirnya kita start dari FX. Cuaca panas banget. Mataharinya lagi ‘royal’. Kita dibagiin goody bag yang isinya dua box nasi bogana, (dari Merasyi Kitchen --- enak bangettttt)
, log cake dari Otaru Baumkuchen -- seperti roll tart tapi teksturnya lebih padat ; ada empat rasa: vanilla, cokelat, tiramisu dan green tea, dan kue kembang goyang Untuk anak-anak, menunya beda. Provided by bebitong, menunya macaroni schottel, bola-bola kentang dan puding. Ditambah, cokelat ayam (ini untuk mamanya aja) dan kue kecil-kecil yang di atasnya ada kembang gula warna-warni. Di bis, Mika anteng ngeliat keluar, Sengaja mau di sebelah jendela. Di dalam bis, ada guide yang cerita tentang sejarah Jakarta.

Tujuan pertama kita ke Museum Fatahillah. Wow… udah 20 tahun (???) sejak terakhir gue ke museum ini. Rasanya waktu SD atau SMP gitu. Dan, ternyata rameeeee banget. Gue gak menyangka akan seramai ini. Entah karena memang hari Minggu, atau karena sedang ‘trend’ wisata Kota Tua, yang pasti area sekitar Museum Fatahillah itu rame banget. Kita emang gak keliling museum. Tujuan utama nonton pertunjukan ‘History of Batavia’




Sembari menunggu pertunjukkannya dimulai, kita keliling museum di luarnya aja. Ngeliat meriam Jagur, patung Hermes dan penjara bawah tanah yang gelap banget. Hiiii… Eh, pas sambil duduk-duduk, Mika minta makan. Padahal, pas pertunjukkannya mulai. Untung Mika mau dibujuk untuk ‘menunda’ sebentar makan siangnya. Sebelum masuk ke dalam ruangan, kita baris dulu di depan teras. Ngeliat ada orang yang pake baju item – ketutup semua… bikin kaget. Sempet dibilangin, kalo pertujukan ini bakal banyak ‘kaget-kagetan’nya, tapi gue tetap pe-de bawa Mika masuk.

Di dalam ruangan, kita duduk lesehan mengahadap dua mural/lukisan dinding – yang ternyata dijadikan sarana untuk ‘bersandiwara’ (kreatif…. Belakangan gue tau, kalo pemainnya itu dari Teater Koma). Lukisan di dinding itu, seolah bisa ‘bergerak’ dan ‘bicara’. Canggih juga ya… (*catatan: segera liat website-nya :D). Bahkan ketika cerita banjir, di dinding seolah-olah ada air yang naik.




Mika sempet tegang, tapi gue bilang, “It’s okay, kan ada mama.” Ehhh, begitu lampu digelapin, Mika berdiri, meluk gue dan bilang. “Udah ya… udah selesai ya…” Buru-buru gue ajak Mika keluar. Akhirnya, sambil nunggu yang masih di dalem, Mika pun makan. Gue pun sempat menikmati yang namanya Es Selendang Mayang. Segerrrr banget…

Sebelum bergerak ke Museum Bank Mandiri, kita foto-foto di lapangan di depan Museum Fatahillah. Banyak banget yang jualan aksesoris, mainan , sewa sepeda, topi, ada pertunjukkan ondel-ondel dan kuda lumping. Tapi kenapa ya, koq kaya’ gak teratur, di mana aja mau jualan, ya digelarlah dagangannya. Mungkin lain kali bisa ngeliat museum lain yang ada di area itu juga. Kaya’ Museum Wayang atau Museum Seni Rupa.

Kita berjalan kaki ke Museum Bank Mandiri. Sepertinya Mika udah cape’ karena maunya digendong terus. Di perjalanan, kita ngelewatin beberapa gedung tua yang gak terawat. Di jalan itu gak boleh lewat kendaraan bermotor, tapi ya gitu deh, penuh dengan jualan yang sama seperti yang kita liat di lapangan, plus ada yang bikin tattoo dan ramal-meramal. Kenapa gak ada jualan pernak-pernik khas Betawi? Atau jajanan khas Betawi ya?

Sampai di Museum Bank Mandiri, kita makan siang dulu sambil nonton film sejarah Jakarta (dan sedikit Indonesia) tahun 1920an dan 1940an. Mika seneng banget ngeliat mobil-mobil kuno yang bentuknya lucu-lucu. “Seperti VW kodok Mika,” gitu katanya. Dan karena udah ngantuk, Mika gak ikut keliling museum, tapi langsung balik ke bis sama mama.



Di Museum Bank Mandiri kita diajak ngeliat ruangan-ruangan seperti tempat rapat direksi (konon semua yang ada dibangunan itu masih asli), ruang tempat nyimpen uang kertas dan uang logam dari masa ke masa, bahkan kamar mandi dan kamar ganti.


Dalam perjalanan pulang, ada kuis untuk anak-anak dan orang dewasa. Mika pun kebagian salah satu hadiah, dapet buku tentang helicopter. Tentu langsung dibuka dan ‘dibaca’ dengan ‘serius’. Setelah itu, Mika pun tidur, baru bangun pas sampai rumah.

Now Reading: Sisters Red

Sisters Red
Jackson Pearce
Penerbit Atria - Februari 2011
434 hal.

SERIGALA ITU MEMBUKA RAHANGNYA YANG PANJANG.
DERETAN GIGI TAJAM MENDEKAT KE ARAHNYA.
SEBUAH PIKIRAN BERKECAMUK DI DALAM BENAK SCARLETT:
CUMA TINGGAL AKU SENDIRI YANG TERSISA UNTUK BERTEMPUR.
JADI, SEKARANG AKU HARUS MEMBUNUHMU.

Scarlett March hidup untuk berburu Fenris, manusia serigala yang telah mengambil matanya ketika gadis itu berusaha melindungi adiknya, Rosie, dari sebuah serangan brutal. Dengan bersenjatakan sebilah kapak dan tudung merah darah, Scarlett merupakan ahli dalam hal memancing dan membasmi para serigala jadi-jadian. Dia bertekad untuk melindungi para gadis muda lainnya dari kematian yang mengerikan. Jantungnya yang berdegup kencang tidak akan pernah berhenti berpacu sebelum seluruh manusia serigala tewas.

Rosie March dulu mengira hubungan dirinya dengan sang kakak tidak akan pernah retak. Karena merasa berutang nyawa pada Scarlett, Rosie pun ikut berburu dengan ganas di samping kakaknya itu. Namun, bahkan ketika jumlah gadis muda yang menjadi korban semakin meningkat dan ketika kekuatan para Fenris terasa semakin bertambah, Rosie memimpikan sebuah kehidupan yang tidak melibatkan para manusia serigala. Dia mendapati dirinya tertarik pada satu-satunya sahabat Scarlett, Silas, seorang pandai kayu yang sangat mematikan dalam menggunakan kapak. Namun, apakah mencintai pria itu berarti mengkhianati kakaknya serta segala hal yang selama ini mereka perjuangkan?


Friday, April 15, 2011

Now Reading: Éclair

Éclair
Prisca Primasari
Gagas Media - 2011
236 hlm

Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.

Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?

Monday, April 11, 2011

What my little boy said (2)


Lagi baca buku tentang angkasa luar, ada gambar planet-planetnya. Mika tanya satu per satu nama planet yang ada di gambar. Gue kasih tau sampai planet terakhir, Neptunus. Terus gue bilang, “Planet Pluto-nya udah gak ada.” Mika bilang, “Iya, Planet Mickey Mouse-nya juga gak ada.”

Hehehe.. gue sempet rada bengong, baru akhirnya gue ngeh kenapa Mika ngomong begitu.

Ckckckck… Mama yang ‘telmi’.. hehehe…

What my little boy said (1)



Proses metamofosis kupu-kupu by Mika:

Kesatu: telur
Kedua: caterpillar
Ketiga: kepompong
Keempat: jadi butterfly

Kelima: Mika kejer-kejer butterfl
y

Now Reading: The Pilot's Wife

The Pilot's Wife
Anita Shreve @ 1998
Abacus 2003
293 pages

Who can guess what a woman will do when the unthinkable becomes her reality?

Until now, Kathryn Lyons's life has been peaceful if unextraordinary: a satisfying job teaching high school in the New England mill town of her childhood; a picture-perfect home by the ocean; a precocious, independent-minded fifteen-year-old daughter; and a happy marriage whose occasional dull passages she attributes to the unavoidable deadening effect of time. As a pilot's wife, Kathryn has learned to expect both intense exhilaration and long periods alone—but nothing has prepared her for the late-night knock that lets her know her husband has died in a crash.

As Kathryn struggles with her grief, she descends into a maelstrom of publicity stirred up by the modern hunger for the details of tragedy. Even before the plane is located in waters off the Irish coast, the relentless focus on her husband's life begins to bring a bizarre personal mystery into focus. Could there be any truth to the increasingly disturbing rumors that he had a secret? Fighting the impulse to protect herself and her daughter from the details of the crash and the mystery surrounding it, Kathryn sets out to learn who her husband really was—whatever that knowledge may cost. The search will lead her to shocking revelations, testing both the truth of her marriage and the limits of her ability to face it.

From the bestselling author of The Weight of Water, this taut, impassioned novel asks fundamental questions we all have about how well we can really know anyone—even those (or especially those) we love the most. Written with grace and controlled beauty, The Pilot's Wife definitively places Anita Shreve among the ranks of the best novelists writing today.

Friday, April 8, 2011

e-book gratissss...


Sebulan terakhir ini, gue mendapatkan beberapa e-book gratis. – dari goodreads.com, librarything.com dan bellebooks.com. Bingung kapan bacanya. Soalnya gue juga bukan termasuk orang yang betah baca e-book.

Ini nih buku-bukunya:

The Kult - Shaun Jeffrey
The Blackberry Bush - David Housholder
Gone: A Plea for Preservation - Shelby Foote
The Little Known – Janice Daugharty

Weekend tanpa ke Mall (2): Ikutan Klub Dongeng FeMale

@ Taman Langsat, bareng Paman Gery dan Bubu Mimi.

Sejak mendengar promonya di Radio FeMale, gue langsung tertarik untuk mengajak Mika ke acara Klub Dongeng FeMale. Hanya dengan bayar Rp. 50,000 untuk satu orang anak, dapet CD Dongeng dan makan siang untuk anak dan satu orang tua, plus tentunya pengalaman yang seru.

Kalo biasanya acara ini diadakan di studio FeMale, kali ini, diadakan di luar. Pertama kita ngumpul di Taman Ayodya, Barito. Sempat khawatir bakalan hujan, karena cuaca mendung, angin kencang bahkan sempat gerimis. Kita dateng sekitar jam 9. Ngeliat udah banyak anak kecil yang ngumpul. Langsung gue ke tempat registrasi. Seperti biasa, Mika seneng banget ngeliat air mancur. Mika langsung sibuk lari-lari sendiri deh.

Bubu Mini udah sibuk dikerubutin anak-anak kecil yang minta difoto bareng. Begitu Paman Gery dateng, semua anak kecil juga langsung sibuk minta salaman dan foto bareng Paman Gery. Paman Gery menyapa semua anak dengan akrab banget. Mungkin sih emang ada beberapa yang udah rajin kirim sms tiap pagi. Mika juga langsung gue ajak ke Paman Gery, dan ikut salaman, terus langsung di-cup-cup deh sama Paman Gery.

pics from FeMale Radio

Setelah urusan registrasi beres, dipimpin Paman Gery dan Bubu Mini, semua anak-anak berbaris menuju Taman Langsat. Untuk bikin anak-anak ini berbaris dengan rapi, tentu saja bukan hal yang gampang. Makanya, Mika harus selalu gue pegangin, jangan sampe dia heboh dan lari sendiri.

Taman Langsat beda lagi dengan Taman Ayodya. Di sini lebih mirip hutan mini, pohon-pohonnya lebih banyak dan rindang. Matahari yang mulai muncul bisa ‘diredam’ karena pohon-pohon yang bikin teduh. Melewati kali-kali yang baud an kotor, agak mengganggu taman itu sendiri jadinya.

Di tengah ‘hutan’, udah disediain alas duduk untuk para anak-anak. Mika pun duduk anteng di sana. Tanpa banyak basa-basi, dongeng dimulai. Dongengnya bercerita tentang seorang pangeran yang selalu bilang ‘tidak’. Mungkin karena belum ngerti, Mika memang duduk, gak berisik dan rewel, tapi, kadang-kadang, matanya ngeliat ke sana-sini, celingak-celinguk, kadang topang dagu. Gue takut malah Mika ngantuk.

pics from FeMale Radio

Tema acara kali ini adalah ‘belajar berkata baik’, setelah dongeng selesai, ada acara ‘treasure hunt’. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 10 anak, Mika dan Darrell kebagian kelompok orange. Anak-anak ini akan diajak keliling taman, untuk cari kertas dengan tulisan kata-kata baik, seperti ma’af, tolong, terima kasih, dll. Terbagi dalam 4 pos. Di setiap pos, ada crew FeMale yang nunggu, dan akan kasih clue di mana harus nyari gulungang kertas. Yah, karena mungkin Mika dan Darrell termasuk peserta paling kecil, jadinya selalu kalah cepet untuk ngedapetin gulungan kertas.

Di pos ke 3, Mika sepertinya mulai bosen. Mika susah disuruh ikut kumpul dan baris, maunya jalan-jalan sendiri. Untung setelah pos 3, langsung menuju pos terakhir, yaitu posnya Paman Gery. Di sana, anak-anak ‘melapor’ kata apa aja yang mereka temukan. Setelah itu, makan siang. Oh ya, sebelum makan siang, sempet main puzzle dulu. Lagi-lagi, karena paling kecil, Mika dan Darrell gak ‘kebagian’ puzzle-nya. Mika hanya gue minta, kasih puzzle ke anak yang lebih tua, ya, at least, biar Mika ikut merasa ada ‘kontribusi’nya.

Ternyata, anak-anak duluan yang makan (suported by Pepper Lunch). Pas dapet makanan, Mika bilang, “Hmm.. enak banget.” Terus dia duduk di tiker, baca doa, minum dan buka makan siangnya. Disendoklah nasinya pelan-pelan, terus bilang lagi, “Enak ya…?” Dan gue baru sadar kalo itu rada pedes, gara-gara Darrell gak mau makan, ow..ow… ternyata, nasinya itu Salmon Black Pepper. Hehehe.. tapi, Mika udah makan beberapa sendok dan anteng aja tuh.. Hehehe.. as long as itu nasi, Mika sih hayoooo aja…

Setelah makan, sibuk foto-foto lagi sama Paman Gery dan Bubu Mini, terus, antri untuk dapetin goody bag yang isinya CD Dongeng, plus makan siang untuk orang tuanya. Sebelum pulang, Mika ‘pamit’ lagi sama Paman Gery dan Bubu Mini, cup-cup lagi sama mereka berdua.

Bulan depan udah niat pengen ikutan lagi. Semoga tempatnya tetap seru dan unik. (Dalam hati gue jadi berniat, pokoknya tiap bulan harus ada jalan-jalan yang gak nge-mall.. hehehehe…)

Malemnya Mika teler. Ditambah karena siangnya mampir ke rumah Fayyaz dulu, Mika jadi gak tidur siang. Malah main sepedanya Nasywan. Padahal sepeda itu masih terlalu besar buat Mika, tapi Mika gak mau dibantuin, dia bilang, “Tuh, Mika bisa kan… tuh, kan, jalan sendiri.”

Jam 12 malem Mika kebangun, “Mama… baca doa dulu.” Hehehehe, ternyata Mika inget kalo sebelum tidur, belum baca doa…

Thursday, April 7, 2011

8 tahun


… bekerja di HBT.

Mulai gue masih hanya cengar-cengir, senyam-senyum kalo denger orang becanda
Sampai sekarang gue bisa ikutan nyela

Mulai dari kantor masih hanya 30 orang
Sampai sekarang hampir 100 orang

Mulai dari accounting masih tiga orang dan ruangannya kecil
Sampai sekarang udah ada 7 orang dan have a big room

Mulai dari yang semangat… sampai akhirnya sempat mengalami saat-saat jenuh bekerja

Mulai dari masih single… sampai sekarang udah ada Mika

Wednesday, April 6, 2011

Drama (setiap) Senin Pagi


Gue: Mika…. Bangun, yok… mau anter mama ke pager gak?

Gue: Mika… mama kerja dulu… bangun ya…

(sambil melek sedikit)
Mika: mama ganti bajuuuu….

*mamanya yang udah rapi disuruh ganti baju tidur lagi*

Gue: lho… kan mama mau kerja.
Mika: Mama gak boleh kerja. Mama bobo’ lagi sama Mika

Versi lain
Mika: Mama hair dryer-nya lama-lama aja. Biar mama ditinggal

Versi lain lagi
Mika: Mama kerjanya di rumah aja. Nabungnya dari rumah aja

Now Reading: Kaitlyn

Kaitlyn
Kevin Lewis @ 2006
Penguin – 2006
499 pages

The Wilson family was torn apart the night little Christopher was almost killed. Though the two year-old survives the brutal attack by his drunken father, his older sister Kaitlyn is convinced it's all her fault. Christopher is taken into care and never returns to the family home on the notorious Roxford estate in South London. But the bond between the siblings remains strong, and as Kaitlyn gets older she dreams of a new life away from the violence of the estate and her mother's dangerous addictions. But most of all, she dreams of being reunited with her little brother.

Will Kaitlyn's dreams ever come true?

And if they do, could they really turn into a nightmare?

"Kaitlyn" is the heart-rending story of a family ripped apart by tragedy and reunited by a twist of fate that threatens to destroy all their lives and of a girl who has to choose between everything she has worked for, and the only family she has every known.

Monday, April 4, 2011

What my little boy said ...



Mika: S itu Lion
Gue: Bukan, kalo Lion itu L
Mika (ngotot): Bukan… S itu Lion

-- Mika bongkar-bongkar rak buku --

Mika: coba, kita liat dibuku ABC dulu ya..
Gue: *senyum-senyum aja, sambil lanjut baca Mini Shopaholic*

Mika: tuh, kan, S itu Lion
(Ternyata ada gambar Singanya)

Gue: Oooo, kalo S itu Singa. Bahasa Inggrisnya Lion. Lion itu L

Mika (keukeuh): Lion itu S
Gue: Oke.. deh… (case closed untuk sementara)