Friday, October 28, 2011

Now Reading: Things Your Mother Never Told You

Things Your Mother Never Told You
Olivia Lichtenstein @ 2009
Orion Books - 2009
321 pages


'I hate you. When I'm a mother, I'm never going to be like you...'



These words come back to Ros, years later. Her marriage of twenty years is over; her sons are moving out and her dear mother, Lilian, seems to have taken up residence in her head, reminding her of things she once said. As Ros adapts to sharing custody of the family dog and life without her husband and boys around, she embarks on a new regime: yoga, herbal remedies and internet dating.

But when a parcel arrive containing a portion of her mother’s memoir, Ros discovers a barely recognizable woman within its pages. As long-buried secrets are revealed, Ros finds the journey into her mother’s past could change her own future…

A sharp, funny and touching novel about the secrets mothers and daughters keep from each other.

Smurf - The Movie


There is a place.
A place that knows no sadness, when even feeling blue is a happy thing.
A place inhabited by little blue beings three apples high.

La la la la la la... sing a happy song
La la la la la la ....smurf the whole day long


Waduh..waduh… my favorite cartoon character.. ada film-nya. Kenapa setelah sekian lama baru ada yang bikin filmnya? Dibanding karakter kartun lain, rasanya emang Smurf kurang begitu populer. Si makhluk biru setinggi 3 buah apel ini sudah berhasil mencuri hati gue sejak gue SD.

Film ini masih berkisah tentang Gargamel (Hank Azaria) yang pengen banget menculik para smurf untuk mendapatkan esens kebahagiaan. Smurf-smurf ini emang happy selalu, mereka bahkan punya Happy Song yang dinyanyiin setiap lagi kerja.


Alkisah si Clumsy – si Smurf Ceroboh gak sengaja ‘membawa’ Gargamel dan kucingnya masuk ke desa Smurf. Hancurlah desa Smurf. Semua Smurf berlarian ke hutan untuk menyelamatkan diri. Dasar Clumsy, malah nyasar lewat jalan yang salah. Papa Smurf, Smurfette, Brainy, Gutsy, dan Grouchy mengejar Smurf menuju air terjun. Saat itu, tibalah saat Blue Moon, sebuah pusaran menarik para Smurf ke dunia lain – dunia manusia.

Mereka pun terdampar di New York, dan masuk ikut terbawa ke rumah pasangan Winslow (Neil Patrick Harris & Jayma Mays)

Terjadilah kejar-kejaran antara smurf dan Gargamel.

Wah, nonton ini serasa nostalgia. Love them as always. Mika pun cukup terhibur ngeliat Smurf yang kecil dan imut-imut itu. Bahkan Mika bisa bersenandung Happy Song-nya Smurf.

*mbak Riana, pinjem opening-nya :)

Tuesday, October 18, 2011

Now Reading: The Mysterious Benedict Society#2: Perjalanan Maut

The Mysterious Benedict Society & The Perilous Journey
(Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut)
Trenton Lee Stewart
Maria M. Lubis (Terj.)
Penerbit Matahati - Januari 2010
546 Hal.

Para anggota Persekutuan Misterius Benedict berkumpul lagi, kali ini untuk merayakan satu tahun pertemuan mereka.

Sayangnya, Mr. Benedict dan Nomor Dua menghilang. Anak-anak hanya memiliki petunjuk dari Mr. Benedict yang harus mereka pecahkan—yang akan membawa mereka ke tempat dirinya berada, di suatu tempat terpencil yang tidak ada dalam peta dunia mana pun.

Dan bukan suatu kejutan, mereka kembali berhadapan dengan musuh lama—Mr. Curtain yang jahat, beserta orang-orang bayarannya, para Manusia Sepuluh yang sangat berbahaya!

Thursday, October 13, 2011

Now Reading: Selimut Debu

Selimut Debu
Agustinus Wibowo
GPU - Januari 2010
480 hal.

Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis---catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling "negeri mimpi"---yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum---sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan "Tanah Bangsa Afghan" dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan---sampai akhirnya ditemukan kembali.

"As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided."
---The Jakarta Post

"Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat."
---Kompas

Friday, October 7, 2011

my fiksimini: AKSARA


- Buta huruf, ia tak mengerti kalau jalan itu mengarah ke jurang

- Cairan merah itu begitu menggoda. Dijilatnya sedikit cairan yang menempel di jarinya. Tak mengerti bahasa Inggris, ia tak sadar sudah bermain dengan racun.

- A… B… C… Ibu mengajar adik membaca. Kakak terdiam melihat ibu menunjuk huruf asal-asalan.

- Spanduk untuk demo besok sudah selesai. Terselip kata menjatuhkan. Bayaran lawan lebih menggiurkan daripada partainya sendiri.

Thursday, October 6, 2011

Quotes of the day


Now Reading: Putri Ong Tien

Putri Ong Tien: Kisah Perjalanan Putri China Menjadi Istri Ulama Besar Tanah Jawa
Winny Gunarti
GPU - September 2010
216 hal.

Siapakah Putri Ong Tien? Dialah Putri Kaisar Hong Gie dari masa Dinasti Ming yang rela menempuh perjalanan panjang melintasi Laut China Selatan dan Laut Jawa demi menjadi istri Sunan Gunung Jati. Ulama besar yang pernah mengunjungi Negeri Tiongkok untuk menyebarkan ajaran Islam lewat tata cara ibadah shalat ini telah membuat sang putri kaisar jatuh cinta. Legenda bokor kuningan di perut sang putri yang menghilang berkat kesaktian sang ulama mampu membuka hati Putri Ong Tien untuk mengikuti ajaran Islam.

Untaian fakta dan fiksi dalam buku ini mengangkat dengan sangat indah suka duka sang putri sebagai putri kaisar, saat-saat perjumpaannya dengan Sunan Gunung Jati, serta perjuangannya meleburkan diri dengan kebudayaan di Cirebon.

Putri Ong Tien memang hanya salah satu putri Tiongkok yang pernah bermukim dan menikah di Tanah Jawa. Namun, yang membedakan dari putri-putri China lainnya, dia menorehkan sejarah sebagai perempuan asing yang berhasil masuk ke lingkaran keluarga Kesultanan Cirebon dan ikut dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keramat Sunan Gunung Jati. Banyak barang kerajinan China peninggalannya yang menjadi warisan budaya bernilai tinggi.

Buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan faksi dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Bacaan yang mampu mengajak siapa saja lebih memahami sekaligus menghargai warisan sejarah dan budaya bangsa.

Tuesday, October 4, 2011

my fiksimini: DANSA


- Tiang gantung menjadi tempat dansa terakhirnya.

- Berputar dan terus berputar.. tak peduli ia menari, tanpa selembar benang pun menutupi tubuhnya.

- Tepuk tangan membahana. Tarian terakhirnya begitu memukau. Tak ada yang tahu, darah itu sungguhan. Sekarat ia tergeletak di panggung, tubuhnya dihujani bunga

- Yah, ini tarian terakhirku di bumi. Besok aku akan segera melayang ke surga, menari bersama malaikat kecilku.

- Laki-laki itu melambaikan tangan, mengajakku menari bersama. Tak kuhiraukan jeritan orang-orang yang melihat tubuhku menghantam mobil itu.

- Kumelayang.. menari-nari… Tubuhku bergerak bebas mengikuti irama musik pengantar ke alam baka.

*melihat topik di @fiksimini hari ini, jadi iseng pengen nulis. Udah lama pengen nyoba, tapi hanya di dalam pikiran aja, belum pernah ditulis. Tapi kenapa ya… setiap mencoba menulis, koq yang muncul selalu kalimat ‘mengerikan’? Gue sampe merinding sendiri bacanya. Mungkin terpengaruh juga dari fiksimini yang ada di twitter. Selalu kalimatnya pada tragis-tragis.

Tulisan ini buat di blog aja, ah… belum pe-de di posting di twitter :)

Tumpukan Buku


Wah, seminggu terakhir ini, tiba-tiba koq ada setumpuk buku di depan gue. Bukan karena gue beli sendiri.. hmmm ternyata cara lain 'menimbun' buku. Hehehe.. ini hasil swap, pinjem-pinjeman buku, atau bahkan ada yang hasil menang quiz. Dan, setelah gue data, wah... ada 20 buku! Duh, ma'af untuk bukunya gue pinjem kalo kelamaan dibalikin, maklum paling-paling gue hanya bisa baca 1 buku setiap minggunya.

Ini nih daftarnya, semoga satu per satu bisa gue coret:

1. Selimut Debu - Agustinus Wibowo

2. The Conch Bearer (Keong Ajaib) - Chitra Banarjee Divakaruni

3. Smile (Senyum) - Raina Telgemeier

4. The Alchemist and The Angel - Joanne Owen

5. If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini) - Gayle Forman

6. Cinderella (as if you didn't already know the story) - Barbara Ensor

7. The Mysterious Benedict Society 2 - Trenton Lee Stewart

8. A Garland for Girls - Louisa May Alcott

9. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) - Chitra Banarjee Divakaruni

10. Therese Raquin - Emile Zola

11. Letters to Sam - Daniel Gotlieb

12. Around the World in 80 Dinners - Cherryl & Bill Jamison

13. Kedai 1001 Mimpi - Valiant Budi

14. On the Other Hand - Chris Cleave

15. The Mistress of Spices - Chitra Banerjee Divarukni (ini pengen baca ulang)

16. Anne of Rainbow Valley - Lucy M. Montgomer

17. Putri Ong Tien - Winny Gunarti

18. Sea Change - Aimee Friedman

19. The Truth about Forever - Sarah Dessen

20. Things Your Mother Never Told You - Olivia Lichtenstein

21. Sweet Misfortunate – Kevin Alan Milne

22. Tweets for Life – Desi Anwar

23. One Day – David Nicholls

24. Rumah Tangga yang Bahagia – Leo Tolstoy

25. Maya and Filippo Play Chef at Sea – Alinka Rutkowska

26. The Translator (Sang Penerjemah) – Leila Aboulela

27. Di Serambi Makkah – Tasaro

28. When God was a Rabbit – Sarah Winman

29. 9 Summers 10 Autumn – Iwan Setyawan

Mari kita baca satu per satu...

Mood Booster



Monday, October 3, 2011

Now Reading: Anne of Rainbow Valley

Anne of Rainbow Valley
Lucy M. Montgomery
Maria M. Lubis (Terj.)
Qanita - Cet. I, Juni 2011
428 hal.

“… Anne sayang, dari sinar matamu, aku merasa bahwa kedewasaanmu kau kenakan bagaikan pakaian, dan kau ingin sekali melakukan sesuatu yang liar dan berjiwa muda lagi .…”


Anne tak menyangka bahwa akhirnya dia bisa mencintai Ingleside sebesar cintanya pada rumah impian. Dia tersadar, bahwa rumah ada di hati, bukan hanya secara fisik. Ingleside adalah tempat Anne dan Gilbert membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan cinta. Anak-anak yang mewarisi sifat ibunya; Jem yang berjiwa petualang, Nan dan Di yang ceria, dan Walter yang penuh mimpi.



Anne tak peduli meskipun kebanyakan penduduk Glen mengkritik Anne yang membiarkan Walter menulis puisi, Jem yang ingin jadi tentara, dan Nan serta Di yang tomboi. Dia membiarkan anak-anaknya menjelajahi Lembah Pelangi, tempat semua keajaiban terjadi. Setiap hari, anak-anak pulang dengan cerita seru dan baru, suka dan duka. Anne hanya tersenyum setiap kali Miss Cornelia tergopoh-gopoh mengadukan kenakalan anak-anaknya. Menari di pemakaman Methodis, berteman dengan anak-anak nelayan kumuh, Walter yang berkelahi karena diejek banci, atau balapan naik babi yang menghebohkan seluruh St. Glen Mary.



Setiap hari, Anne mendengarkan kisah-kisah seru anak-anak, tertawa bersama mereka dan menghibur mereka kala sedih. Karena Anne tahu, tugasnya sebagai seorang ibu adalah mengantarkan anak-anaknya ke gerbang masa depan.

'mampet'


Pengen banget bisa nulis-nulis lagi. Dulu rasanya, lagi bosen-bosen di kantor, eh, bisa bikin cerpen. Yah, bukan berarti gue jago nulis sih... tapi adalah yang jadi cerita gitu. Malah kan pernah masuk majalah, meskipun cuma dua kali :) Tapi.. hei.. itu prestasi buat gue. Kaya'nya gara-gara game di facebook nih yang ikut ambil bagian jadi 'racun' di otak gue, makanya kalo bosen, otak gue langsung lari ke game.

Pernah pengen mulai lagi. Baru satu-dua kalimat.. yah, mentok... mau disambungin apa ya?? Paling-paling sekarang, urusan tulis-menulis hanya sebatas bikin 'review' buku. Suka iri liat temen-temen lain bikin review yang panjang dan lengkap. Canggih banget...

Pengen ikutan @fiksimini, cuma suka gak pe-de... malu... Gini nih.. pengen 'eksis', tapi suka malu :)

Nah kan.. isi posting-an ini aja gak jelas... :D