Saturday, December 31, 2011

Catatan Akhir Tahun 2011



Hari terakhir di tahun 2011, sudah waktunya kembali mendata buku-buku apa aja yang berhasil gue baca di tahun 2011. Total ada 87 buku – yay, gue berhasil memenuhi target di reading challenge-nya Goodreads. Yang masih ‘jalan di tempat’ ada 6 buku! Ooopss…

Tahun ini bisa dibilang gue termasuk jarang beli buku. Beberapa buku adalah hasil ‘buntelan’, hasil menang kuis, hasil pinjam-meminjam, hasil swap, ada juga baca via e-book. O ya, ada juga buku-buku yang udah bertahun-tahun ada di lemari buku gue, tapi akhirnya berhasil dibaca di tahun ini.

Di 2011 ini gue ‘tercebur’ di dalam sebuah ‘perkumpulan’. Namanya BBI alias Blogger Buku Indonesia. Dan, wah… gue sangat beruntung diajak ikutan, gue menemukan teman-teman baru (yang ups… hanya satu yang udah pernah ketemu), seru-seruan ngobrolin buku, bahkan cela-celaan. Setiap bulan, gue usahain untuk selalu bisa ikutan ‘posting bareng’. Satu proyek yang paling seru, adalah proyek tuker-tukeran buku di akhir tahun, yang akhirnya punya kode tak resmi bernama #ProjectSanta atau #SecretStanta. Selain seru ngintip wishlist-nya anak-anak BBI, seru juga nungguin siapa yang jadi Santa gue… penasaran bakalan dapet buku apa.

Buat 2012, selain target utama, nyelesain buku-buku pinjeman, kedua, kembali membongkar lemari buku, nyari buku lama yang belum sempat terbaca, bikin daftar for sale or swap yang baru, dan pengen baca semua buku dari beberapa penulis.

O ya, ini daftar buku yang gue baca:

1. Petals from the Sky – Mingmei Yip
2. Angel’s Cake - Gaile Parkin
3. He Loves Me Not... He Loves Me (Dia Benci... Atau Cinta?) – Claudia Caroll
4. Forget about It – Caprice Crane
5. Room - Emma Donoghue
6. The Memory Keeper’s Daughter – Kim Edwards
7. Habibie & Ainun – Bacharuddin Jusuf Habibie
8. 1 Perempuan 14 Laki-laki – Djenar Maesa Ayu
9. Of Bees and Mist – Erick Setiawan
10. Suite Française - Irène Némirovsky
11. Five Quarters of Orange – Joanne Harris
12. Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau - Indra Herlambang
13. Mini Shopaholic – Sophie Kinsella
14. Kaitlyn – Kevin Lewis
15. The Pilot’s Wife – Anita Shreve
16. Looking for Ward - Laurel Osterkamp
17. Éclair - Prisca Primasari
18. Sisters Red (Dua Saudari Bertudung Merah) - Jackson Pearce
19. The Virgin Blue – Tracy Chevalier
20. Coming Home – Sefryana Khairil
21. Scones and Sensibility - Lindsay Eland
22. Ape House – Sara Gruen
23. Bonsai: Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng - Pralampita Lembahmata
24. In A Strange Room – Damon Galgut
25. Untuk Indonesia yang Kuat – Ligwina Hananto
26. The Guernsey Literary & Potato Peel Pie Society – Mary Ann Shaffer
27. Gelang Giok Naga – Leny Helena
28. Prophecy of the Sisters – Michelle Zink
29. Ranah 3 Warna – A. Fuadi
30. Pesan dari Sambu – Tasmi P.S
31. The Boy who Ate Stars (Anak Lelaki yang Menelan Bintang-Bintang) – Kochka
32. Morality for Beautiful Girls – Alexander McCall Smith
33. Dear John – Nicholas Sparks
34. The Count of Monte Cristo – Alexander Dumas
35. Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) – Yoshichi Shimada
36. The HERetic’s Daughter – Kathleen Kent
37. Sendratari Mahakarya Borobudur – Timbul Haryono, Sutarno Haryono, Maryono & Soegeng Toekio
38. Theodore Boone: Kid Lawyer (Theodore Boone: Pengacara Cilik) – John Grisham
39. Theodore Boone: The Abduction (Theodore Boone: Penculikan) – John Grisham
40. Weedflower (Bunga Liar) – Cynthia Kadohata
41. The Day of the Jackal - Frederick Forsyth
42. Kafka on Shore – Haruki Murakami
43. One Amazing Thing – Chitra Banerjee Divakaruni
44. The Thief (Sang Pencuri dari Eddis) – Megan Whalen Turner
45. Cocktail for Three (Klub Koktail) – Madeleine Wickham (aka. Sophie Kinsella)
46. Madre – Dee (Dewi Lestari)
47. Sebelas Patriot – Andrea Hirata
48. Kuantar ke Gerbang – Ramadhan K.H.
49. 2 – Donny Dhirgantoro
50. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK
51. Presiden Prawiranegara – Akmal Nasery Basral
52. Hold Me Closer, Necromance – Lish McBride
53. Anak-Anak Langit
54. Perfect Chemistry – Simone Elkeles
55. Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan: 25 Cerpen Kahitna - Kahitna dan Kawan-kawan
56. Detektif Imai dan Misteri Brownies yang Terluka (Detektif Imai #2) – Dyah P. Rinni
57. Antalogi Rasa – Ika Natassa
58. The Candy Makers – Wendy Mass
59. The Song Reader (Sang Pembaca Lagu) – Lisa Tucker
60. Celebrity Wedding – aliaZalea
61. Around the World in 80 Dinners – Cheryl & Bill Jamison
62. Kedai 1001 Mimpi – Valiant Budi
63. Senyum - Raina Telgemeier
64. Anne of Rainbow Valley - Lucy M. Montgomery
65. Cinderella (as if you didn't already know the story) - Barbara Ensor
66. Putri Ong Tien - Winny Gunarti
67. If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini) - Gayle Forman
68. Selimut Debu - Agustinus Wibowo
69. Therese Raquin - Emile Zola
70. Sweet Misfortune – Kevin Alan Milne
71. The Mysterious Benedict Society #2 – Trenton Lee Stewart
72. Tweets for Life – Desi Anwar
73. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) – Chirtra Banerjee Divakaruni
74. Maya & Fillipo Play Chef at Sea – Alinka Rutkowska
75. Rumah Tangga yang Bahagia – Leo Tolstoy
76. Things Your Mother Never Told You - Olivia Lichtenstein
77. When God was a Rabbit – Sarah Winman
78. 9 Summers 10 Autumns – Iwan Setyawan
79. The Translator (Sang Penerjemah) – Leila Aboulela
80. Birthday Stories: Selected and Introduced by Haruki Murakami
81. Sarah’s Key – Tatiana de Rosnay
82. Nineteen Minutes – Jodie Picoult
83. Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura – Benny Rachmadi
84. Holiday on Ice – David Sedaris
85. Mooshka: A Quilt Story – Julie Paschkis
86. The Emerald Atlas: Books of Beginning – John Stephens
87. Life Traveler – Windy Ariestanty

Dan, dari 87 buku, inilah yang jadi favorit gue:
1. Angel’s Cake - Gaile Parkin
2. Room - Emma Donoghue
3. Suite Française - Irène Némirovsky
4. Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau - Indra Herlambang
5. Ape House – Sara Gruen
6. Bonsai: Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng - Pralampita Lembahmata
7. Untuk Indonesia yang Kuat – Ligwina Hananto
8. The Guernsey Literary & Potato Peel Pie Society – Mary Ann Shaffer
9. Ranah 3 Warna – A. Fuadi
10. Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) – Yoshichi Shimada
11. One Amazing Thing – Chitra Banerjee Divakaruni
12. Kuantar ke Gerbang – Ramadhan K.H.
13. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK
14. Kedai 1001 Mimpi – Valiant Budi
15. Senyum - Raina Telgemeier
16. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) – Chirtra Banerjee Divakaruni
17. When God was a Rabbit – Sarah Winman
18. Sarah’s Key – Tatiana de Rosnay
19. Life Traveler – Windy Ariestanty


Selamat Tahun Baru 2012!!

Wednesday, December 28, 2011

After Bali...


Setelah berkunjung ke Bali untuk yang pertama kali, di rumah, Mika sering banget nyebut-nyebut Bali. Sepertinya, dia belum puas main di pantainya. Yah.. Mama-nya juga belum puas sih. (Bahkan, di sekolah, Mika juga cerita-cerita sama gurunya.. hehehe)

Beberapa kali, Mika menyelipkan 'Bali' dalam setiap ocehannya.

Ocehan #1:
sambil main mobil dan pesawat yang diparkir berbaris deket kasur.
Mika (pegang pesawat): Pesawatnya terbang... mendarat di rumah Mika, terus terbang lagi ke Bali.

Ocehan #2:
Mika punya dua celengan,dan dia bilang: "Celengan yang satu untuk beli scooter, celengan yang satu lagi untuk ke Bali."

Ocehan #3:
Gue: "Mika mau ke pantai lagi?"
Mika: "Iya."
Gue: "Ke Ancol aja, mau gak?"
Mika: "Ancol gak asyik... Enakan di Bali."

Heh? Padahal, ke Ancol cuma sekali, dan waktu itu pun, umurnya Mika baru mau 2 tahun.

Ocehan #4:
Sambil liat buku tentang bola, dan kebetulan ada gambar peta di halaman terakhir.

Mika (sambil nunjuk gambar): "Ini di mana?"
Gue kasih tau, yang mana benua Afrika, Amerika, Australia, Asia dan Eropa

Terus, Mika tanya:"Bali di mana?"
Gue: "Ini Bali."

Kebetulan, gambar Pulau Bali itu kecil banget, nyaris gak keliatan.
Mika: "Bali kecil ya."

Duh..duh..duh.. Bang.. Bing.. Bung.. yok.. mari nabung... :)

Tuesday, December 27, 2011

Bali: Day 3 (5 December 2011)

Hari ini rada santai. Bangun agak siang. Makan juga agak siang. Malah bingung mau ngapain. Mika diajak ke pantai lagi udah gak mau, katanya cape'. Mau di kamar aja. Ya udah, gue ajak aja ke Khrisna buat beli oleh-oleh.

Ada kejadian yang membuat gue jadi rada sebel (yahh.. gue juga kali ya yang bodoh). Gue kan minta tolong panggilin taksi sama petugas hotel. Terus dia bilang, "Mau sewa mobil aja gak, 50ribu nanti dianterin sampe Khrisna, terus kalo ibu mau ke mana aja silahkan pakai." Wah, gue tertarik dong, meskipun gue juga gak tau mau ke mana lagi, mengingat waktu yang terbatas, tapi ya sudahlah, kasian Mika kalo harus nunggu-nunggu taksi. Ya udah, gue iyakan tawaran itu. Muncullah si mobil APV itu. Dan, pas gue udah masuk mobil, si mbaknya itu menghampiri gue lagi,"Ma'af, Bu. 50ribu tadi hanya sampai Khrisna. Selebihnya kalo ibu mau ke tempat lain, 50ribu lagi untuk satu jam, dan dikasih ke supirnya aja." Gue bete dong, gue bilang,"Tadi katanya 50ribu untuk keliling." Tapi, karena Mika udah masuk mobil (hmm.. plus gengsi juga sih), gue tetap pakai mobil itu untuk ke Khrisna, abis itu gue bilang silahkan tinggalin aja. Dan ternyata, Khrisna itu deket banget sama hotel (emang sih kalo jalan kaki lumayan juga).

Di Khrisna, kita milih cepet-cepet aja, yang penting semua orang di rumah dan para keponakan dapet. Mika juga hanya gue beliin mobil dari kayu. Terus, langsung minta di-pack biar gampang bawanya.

Abis itu, nunggu taksi deh di pinggir jalan. Untung di Bali udah ada Blue Bird, jadi gue gak perlu takut bakal dibo'ongin lagi. Dan ternyata, dari Khrisna ke hotel hanya 10ribu saja, yah, 15ribu lah plus tips. Sebal...

Sampai hotel, balik ke kamar dan beresin koper. Abis itu kita check out. Dan nunggu bis yang membawa kita ke airport.

Pesawat kita berangkat jam 13.50 WITA, jadi sempet nunggu sebentar di waiting room. Gue tanya Mika mau makan apa gak, dan dia bilang, "Mika mau makan di pesawat aja." Heh?

Dan, saat mau take off, lagi gue ngajak Mika ngobrol, meskipun Mika lebih tenang daripada waktu berangkat ke Bali. Gue pun pesenin Mika nasi. Tapi yang ada hanya Nasi Menado. Ya sudahlah, gue pesen itu. Pas gue bukan, wuiiihh.. sambelnya banyak banget. Gue pilihin yang gak terlalu 'merah'. Gue suapin dan gue tanya, "Gak pedes kan?" Lumayan lahap, sampe akhirnya Mika bilang kenyang, dan gue pun makan nasi itu. Dan ternyata, pedes bangetttt... untung Mika gak protes, gue berdoa aja semoga Mika gak sakit perut.

Pas mendarat, gue dan Mika termasuk yang paling belakang turun. Pas mau keluar, kebetulan lewat kokpit dan pintunya kebuka. Gue bilang,"Mika, tuh liat kokpitnya seperti di buku Mika." Eh, ada pramugara bilang, "Mau liat kokpit?" Gue bilang, "Boleh?" Si pramugara langsung bilang ke pilot-nya,"Cap, ada yang mau liat kokpit?" Gue ajak Mika liat sebentar,"Tuh seperti di buku Mika gak?" Tadinya sih pengen foto, tapi si Pak Pilot rada kurang 'welcome', mungkin karena cape' kali ya. Jadi ya sudah, setelah liat sebentar, gue ajak Mika keluar. Si pramugaranya tanya, "Mau jadi
pilot ya?"

Setelah nunggu barang, keluar dan dengan bis menuju kantor. Sementara yang lain udah pada diem, eh, Mika masih heboh dengan bilang, "McQueen!" setiap ada mobil merah, dan ngoceh apa aja yang dia liat.

Kembali disambut dengan kemacetan... di kantor pun nunggu taksi rada lama. Untung perjalanan pulang belum terlalu macet. Menjelang maghrib... kembali ke rumah... dan Mika masih tetap semangat...




Bali: Day 2 (4 December 2011)


Jam 5, alarm udah bunyi. Masih rada gelap sih. Tapi, udah gak bisa tidur lagi. Mika juga udah mulai ngulet-ngulet. Begitu udah rada seger, langsung minta susu. Terus mulai deh, Mika ngoceh-ngoceh. Gue pun mulai siap-siap. Mika sengaja dimandiin paling akhir.

Setelah semua beres, Mika udah mandi, tas ransel udah lengkap semua. Jam 7 pas, menuju resto tempat sarapan. Wah, masih sepi. Belum keliatan anak-anak yang lain. Ya udah, gue ajak Mika ke pantai aja. Pantai pagi ini, masih berangin. Banyak yang berenang, lari pagi atau main sepeda. Dan Mika langsung ngeluarin mobil-mobilnya lagi dari ranselnya.



Puas main di pantai, kita sarapan. Dan jam 8, siap-siap di bis, berangkat menuju Tanjung Benoa. Duh, begitu ketemu temen-temennya, Mika gak mau duduk sama gue, maunya duduk sama salah satu anak temen gue. Dan sepanjang jalan pun, dia ngoceh, cerita apa yang dia liat. Bahkan waktu ngeliat tower telepon, Mika bilang, "Itu seperti Menara Eiffel. Waktu itu Mika pernah ke Paris." Hah? Gue speechless. Dari mana lagi dapet ide begitu. Hehehe...

Sampe di Bali Marine Recreation (BMR), hadohhh.. panas bangetttt.... Dan begitu liat pantai, Mika juga langsung heboh, apalagi banyak temen-temen, anak-anak temen gue yang rajin nemenin Mika. Tapi, karena di sini rame banget, gue gak bisa ngelepasin Mika sendiri. Untungnya, ada acara khusus anak-anak, jadi gue bisa rada tenang ninggalin Mika, sementara gue ikut acara sendiri.

Acara hari ini, adalah Team Building. Jadilah kita, dijemur di tengah terik matahari. Gue sempet ikutan, tapi lama-lama... gak tahan juga... gosong :D


Setelah itu, makan siang. Terus, siap-siap untuk ke Turtle Island alias Pulau Penyu. Dari Jakarta, Mika juga udah semangat untuk ke Pulau Penyu ini. Apalagi dia punya buku tentang penyu, jadi ceritanya pengen 'studi banding'. Hehehe...

Naik glass boat yang upppsss.. gak dikasih pelampung untuk penumpangnya. Setelah di tengah-tengah, boat-nya berhenti, biar kita bisa ngeliat ikan-ikan yang bersliweran dari kapal. Dan, lagi-lagi untungnya Mika excited naik boat ini.

Sampai di Pulau Penyu, ehhh.. Mika malah gak mau deket-deket si penyu ini. Diajak foto bareng, rada minggir-minggu. Diajak nyemplung ke kolam yang isinya penyu gede-gede, gak mau.

Tapi, pas ngeliat iguana, ditawarin mau pegang apa gak, dia bilang, "Mika mau!" Dan masuklah Mika ke kandang iguana, duduk di sebelahnya, sambil pegang iguana-nya.

Yang lebih 'ekstrim' lagi, pas ada ular, Mika malah lebih berani foto sambil ularnya dikalungin, meskipun keliatan sih mukanya tegang :)Gak ketinggalan, foto sama elang bondol. Burungnya ditaro di tangannya Mika.





Setelah dari Pulau Penyu, balik lagi ke BMR dan siap-siap balik ke hotel. Di bis, Mika langsung tidur pules.

Sampai hotel, Mika masih tidur nyenyak. Gue sempet keluar, baca-baca di pinggir kolam renang (hehehe.. gaya banget sih). Anginnya lebih sejuk daripada kemarin sore, panasnya juga gak terlalu menyengat.

Balik ke kamar, siap-siap untuk acara dinner. Mika dibangunin susah banget. Mulai berasa cape'nya kali ya.

Jam 5, berangkat menuju tempat makan malam, Taman Beghawan di daerah Nusa Dua. Dress code-nya Hawaiian, jadilah semua pake baju berbunga-bunga. Untuk anak-anak, juga ada acara sendiri. Jadi sementara para orang tua menikmati makan malem plus hiburan, anak-anak juga dihibur sama badut.

Ehhh.. tiba-tiba, ada yang bilang, "Tante Ferina, Mika nangis." Yah, kenapa lagi? Ternyata, Mika mau minum air putih, tapi pake botol minumnya sendiri. Dan masalahnya, sorenya itu, botol minumnya dicuci dan gak dibawa. Karena ya, biasanya Mika oke-oke aja minum dari gelas apa pun. Ehhh.. ini, karena udah cape', ngantuk.. jadi semuanya salah aja.

Untungnya, anak-anak itu dapet goodie bag. Mika maunya yang warna biru, ehh.. karena Mika dateng telat untung ambil goodie bag itu, tinggal ada yang warna merah. Duhhh.. salah lagi... untung ada salah satu anak temen gue yang mau tukeran sama Mika. Dan di dalam goodie bag itu, ada botol minum Spiderman. Yah.. darurat, terpaksa bersihin botolnya darurat, pake air minum. Baru Mika mau minum. Dan abis itu, tiduran di kursi, gak lama kemudian, dia pun ketiduran.

Acara selesai jam 11 malem. Langsung balik ke hotel. Dan langsung tidur setelah beres-beres.

Friday, December 23, 2011

Bali: Day 1 (3 December 2011)


Akhirnya punya kesempatan buat nulis cerita ke Bali. Biasa deh, sebelum pergi, gue harus 'announce' tiap hari ke Mika, kalo kita mau pergi naik pesawat, berangkat pagi-pagi banget dan lain-lainnya. Maklum kalo gak sesuai sama rutinitasnya, Mika suka rada 'ngadat'.

Jadilah, pagi-pagi buta, jam 1/2 4 kita berangkat menuju airport. Kebagian pesawat jam 6 soalnya. Mika gak pake mandi dulu, cuma digantiin bajunya aja. Gue pikir, Mika bakalan tetap tidur dengan nyenyak atau lemes karena masih ngantuk, ternyata, dia langsung ngoceh, "Kita mau berangkat, masih gelap ya?" Terus, di mobil, Mika tetap sibuk ngeliatin mobil merah, container dan macem-macem. Tetap ngoceh :)

Karena kita naik Air Asia, kita langsung ke Terminal 3. Terminal-nya bagus. Bersih dan gak rame kaya' di Terminal 1 dan 2.

Menjelang boarding, Mika juga tetap tenang. Masuk pesawat, ngeliat tempat duduk yang banyak, dia bilang, "Wooooww.. tempat duduknya banyak banget."

Pas take off, gue rada deg-degan, takut Mika nangis, seperti ada satu anak kecil yang kebetulan bareng. Mika gue ajak ngobrol terus, "Tuh pesawatnya udah mau terbang, miring sedikit, terus rodanya masuk pelan-pelan, terus pesawatnya lurus... terus terbang... nanti Mika bisa liat awan." Keliatan sih Mira rada tegang, dia pegan tangan gue rada kenceng. Pas denger ada anak kecil nangis, dia bilang, "Koq dia nangis?"

Udah deh, di pesawat, gue kasih mobil-mobilan karena dia udah pinter. Karena ngantuk pun, Mika akhirnya sempet tidur di pesawat. Dan baru gue bangunin pas mau landing. *Ini pertama kali gue naik Air Asia, dan ternyata oke, koq. Pesawatnya cukup luas (untuk kaki gue), dan gak ada yang namanya matiin AC saat ada di udara dan dinyalain lagi kalo udah rada panas - soalnya katanya tuh ada beberapa pesawat 'murah' yang seperti itu.*


Sampai Bali, panasss... dan untungnya, bagi yang punya anak kecil, boleh langsung ke hotel dan dapet kamar. Jadi kita sempet ganti baju dulu, dan Mika sempet mandi. O ya, kita nginep di hotel Ramada, dan dapet kamar di lantai dasar, ada terasnya. Dan deket jalan menuju pantai dan kolam renang.

Setelah istirahat sebentar, kita menuju tempat makan siang di Restoran Tempo Doeloe. Mika sibuk ngeliat-liat. Dan mulai deh, kalo lagi jalan-jalan, Mika rada ngadat makan, cuma mau makan nasi putih. Di resto ini, kita makan masakan Sunda, yang membuat gue bertanya-tanya, "Ke Bali koq diajak ke restoran sunda?"

Abis makan, balik ke hotel lagi. Mika tidur, terus jam 3an gue bangunin dan gue ajak ke pantai. Ampunnn... panas banget. Mika langsung ngeluarin mainan yang dia bawa dari Jakarta - mobil-mobilan kecil, ada truk tanah, ada tractor, dan langsung dimainin. Diajak main ke air, dia gak mau. Katanya takut, nanti kebawa ombak. Ya sudahlah, akhirnya, Mika cuma main pasir di bawah payung. Pipinya merah karena kepanasan.





Setelah puas main di pantai, kita balik ke kamar. Gue ajak berenang, Mika juga gak mau. Sampai kamar, siap-siap mau buat pergi ke acara dinner di Jimbaran. Hehehe... gara-gara gak berasa kalo waktunya satu jam lebih awal dari Jakarta, kita santai-santai aja di kamar, sampe ditelponin karena udah pada siap di bis.



Kita sampai di Jimbaran saat sunset, jadinya sempat menikmati 'romantis'nya matahari terbenam. Mika seneng banget di sana, karena liat ada pesawat bolak-balik, liat ada kembang api juga. Tapi karena udah cape', akhirnya Mika lagi-lagi gak mau makan, dan rada rewel. Akhirnya, dia malah tidur.

Makanannya sih ya, standard, sea food, tapi yang rada mengecewakan, makananannya udah dingin, sayur kangkung banyakan batangnya dan pelayanannya lama.

Balik ke hotel, beres-beres langsung 'pingsan'.

Bunga dari Mika


Dalam rangka Hari Ibu, di sekolahnya, Mika dibagiin bunga dari kertas, yang kata bu gurunya buat dikasih ke mamanya.

Pas malem gue pulang, Mika bilang, "Mika punya sesuatu untuk Mama. Mama tutup mata."
Ya sudahlah, gue pun tutup mata. Terus Mika bilang, "Tarraaa... Ini buat Mama. Mika sayang Mama.." Huhuhuhuuu.... gue bilang, "Wah, thank you, terima kasih ya.. Mama juga sayang Mika."

Ahhh.. terharu...

Love you, Mika....

Wednesday, December 14, 2011

Bali.... almost two weeks a go

Hmmm.. begini deh kalo lagi males... les.. les... jadinya gak sempet nulis-nulis di blog ini. (Ahhh.. alesan...)

Padahal pengen nulis cerita selama di Bali, pengen posting foto-fotonya.

Anyway, ada satu foto yang diambil temen gue, dan gue suka.

Di foto pertama, seolah gue lagi motret temen di depan gue..



Padahal... ini nih foto yang sebenernya gue ambil...

Love it hehehe..