Thursday, January 21, 2010

My Favorite Things...

My Favorite Things
OST Sound of Music

Raindrops on roses and whiskers on kittens
Bright copper kettles and warm woolen mittens
Brown paper packages tied up with strings
These are a few of my favorite things

Cream colored ponies and crisp apple streudels
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things

Girls in white dresses with blue satin sashes
Snowflakes that stay on my nose and eyelashes
Silver white winters that melt into springs
These are a few of my favorite things

When the dog bites
When the bee stings
When I'm feeling sad
I simply remember my favorite things
And then I don't feel so bad

Tuesday, January 19, 2010

Now Reading: Moonlight Waltz

Moonlight Waltz
Fenny Wong
Gagas Media, Cet. II, 2009
246 Hal


Melupakan orang yang disayangi sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah ditemui.

Dan itulah yang terjadi pada Arlin. Demi tetap dekat dengan orang yang disayanginya, dia harus berpuas diri dengan lebel 'sahabat' dan berusaha mengenyahkan perasaannya.

Namun, setiap kali Aldo memainkan piano, Arlin menyadari kebohongannya sendiri. Semua terasa semakin menghimpit dan berat ketika Liora muncul. Cewek itu berhasil mendapatkan perhatian istimewa dari Aldo.

Arlin terusik. Dia merindukan keadaan dulu, ketika hanya ada dia dan Aldo-tanpa Liora. Perasaan yang dia pendam dan berusaha keras dilupakan itu muncul kembali. Arlin menginginkan Aldo hanya untuk dirinya. Kali ini, lebih dari seorang sahabat....

Tapi, apakah itu mungkin? Sebab, mereka berdua tahu alasannya mengapa tak bisa lebih dari sekadar sahabat.

ps: wooowww... 'kontras' banget dengan The Girl with The Dragon Tattoo - buku lain yang juga lagi gue baca.. hehehe.. biar 'balance', biar 'cool down' sembari 'berpacu' dengan Blomkvist & Salander :)

Wau...

Gue: Mika mau minum?
Mika: Wau...

Gue: Mika ikut Mama yuk..
Mika: Gak wau ...

Wau atau 'gak wau, kata-kata Mika yang terbaru, artinya "Gak mau."

Baaaa...Na-na....

Hari Minggu kemarin, Mika makan 3 1/2 potong pisang dalam sehari! Satu pas sarapan, setengah abis makan siang, gara-gara liat adek gue makan, Mika juga pengen, terus, satu lagi sebelum makan sore, dan terakhir, satu pas lagi main malemnya. Banyak gak sih untuk ukuran anak 2 tahun?

Buah favorit Mika juga berubah-ubah. Sekarang lagi doyan banget makan pisang, kemarin musim mangga, dikasih buah lain gak mau selain mangga. Terus, sebelumnya, hanya mau buah naga. Tapi yang pasti, susah banget kalo dikasih melon sama pepaya. Kalo semangka, tergantung mood.. hehehe..

Kalo diliat-liat, Mika emang makannya banyak banget. Sekarang lagi doyan makan nasi. Kalo dikasih kentang atau macaroni, terus dia liat si Darrell makan nasi, Mika pasti minta nasi juga. Porsinya kadang lebih banyak dari porsi nasi gue! Tapi... tetap.. badannya langsing... :)

Monday, January 18, 2010

.......

"... akan kujaga cahaya mercusuarku untuk tetap menunjukkan jalan pulang itu bagimu." (Tawangsri - Garis Perempuan (Sanie B. Kuncoro, Bentang 2009) - hal. 200)

OST from Radit & Jani


Tentang Kita
by: Peterpan

Waktu terasa semakin berlalu
tinggal kan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tukapus kan semua sepi dihati

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka saat kita tertawa

teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang…..

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka saat kita tertawa

Radit & Jani

Malem sabtu kemarin, gue nonton film 'Radit & Jani' di RCTI. Huhuhuhuhu... gue (hampir) menangis... huhuhuhu... sedihhhh..

Film tentang kisah cinta dua anak muda yang 'pemberontak'. Jani, anak orang kaya, tapi dia lebih milih untuk pergi dan menikah dengan Radit, cowok yang punya ketergantungan dengan narkoba, gak punya pekerjaan jelas. Jani sendiri juga gak bisa dibilang anak 'manis' dan manja. Berbekal mimpi-mimpi dan janji-janji indah, mereka berdua nekat pergi dari rumah.

Gue pikir, film ini bakal 'mengumbar' kisah cinta yang gak jelas. Penuh hura-hura atau mabuk-mabukan aja. Tapi, makin ke belakang... lho.. lho... koq makin sedih?

Kata Jani, "Setiap gue lagi sedih, gue selalu inget sama 'suatu hari nanti' itu akan ada." (kira-kira begitu, sih katanya)