01. Mencari Tepi Langit Fauzan Mukrim Gagas Media - 2010 284 hlm
Pernahkan kamu mendengar teori turbulensi? Bahwa kepak sayap kupu-kupu di Kirgistan dapat menyebabkan badai di Pantura?Artinya, semesta ini semuanya saling berhubungan, berkaitan satu sama lain.
Bermula dari sebuah e-mail, Horizon Shanti mendapati dirinya bukanlah siapa-siapa, bahkan juga untuk dirinya sendiri. Sebuah ruang di otak kanannya memberi sinyal, Senja-laki-laki yang baru ditemuinya itu-bisa diandalkan.
Senja tak pernah mengenal Santi sebelumnya. Namun, saat Shanti datang kepadanya, ia pun berharap mendengar sebuah akhir cerita bahagia.
Hanya satu jalan yang tak bisa kau tempuh, hanya tepian langit.
Pencarian menemukan kehilangan itu pun dimulai. Pencarian yang mungkin membuat mereka menyesal karena memulainya.
"Ada banyak hal di kisah ini sehingga mungkin enggak banyak orang- selain wartawan- yang bisa bertahan di pelana ketika kuda itu berjingkrak liar." -Bubin Lantang, penulis novel Kisah Langit Merah dan novel serial Anak-anak Mama Alin
02. Forgiven Morra Quatro Gagas Media - 2010 266 halaman
DIALAH YANG PERTAMA.
Maniak Fisika. Pengagum Albert Einstein. Setia kawan. Si iseng dan suka usil, kalau sisi kekanak-kanakannya sedang kumat. Karla bisa menyebutkan sederet lagi hal unik tentang Will. Betapa tidak, selama bertahun-tahun, laki-laki itu adalah sahabat terbaiknya. Dan bagi Will, dia adalah tempat berbagi rahasia dan mimpi-mimpi yang tak sembarang orang tahu. Namun, siapa sangka, ternyata itu tak cukup untuk membuatnya merasa mengenal laki-laki itu.
DIALAH SATU-SATUNYA.
Tak ada yang bisa menggantikan Will. Ke mana pun dia pergi, dengan siapa pun dia akrab, Will tetap yang paling spesial. Seperti bintang Polaris yang selalu berada di utara Bumi, demikianlah keberadaan Will di hati Karla. Selamanya.
DIA, YANG TAK TERLUPAKAN.
Kepergian Will tak ubahnya bagaikan El Nino-memporakporandakan hati Karla habis-habisan. Jarak membuat rindu Karla merajalela. Dia kehilangan bagian terbaik dalam hidupnya. Tapi perasaan kehilangan itu tak seberapa dibanding rasa kaget saat mendengar berita buruk tentang Will. Karla mendengarkan suara hatinya sekali ini-dia tak akan membiarkan Will mengahadapi semua itu seorang diri....
FORGIVEN, sebuah kisah tentang lelaki pemuja Champagne Supernova dan perempuan yang selalu menanti bintang itu.
03. Prada & Prejudice Mandy Hubbard Berliani M. Nugrahani (Terj.) Atria, Juli 2010 308 hal.
Sepasang sepatu bagus akan membawamu ke tempat yang tak pernah kaupikirkan sebelumnya!
Callie percaya bahwa sepasang sepatu Prada akan menjadi kuncinya untuk menaklukkan London. Hanya dengan sepatu itu, keadaan akan berbalik. Dia akan menjadi populer dan teman-temannya akan mengaguminya. Dan siapa bilang mengubah keadaan tidak semudah membalikkan telapak tangan? Callie sudah membuktikannya. Gara-gara tersandung saat memakai sepatu barunya, dia terlempar ke tahun 1815!
Untunglah ada Emily, yang menerimanya dengan penuh keramahan. Tetapi, dia juga harus menghadapi Alex, sang Duke muda yang tampan namun pongah dan menyebalkan. Di tengah kekalutannya di dunia yang sama sekali asing baginya, Callie harus menyelamatkan Emily dari perjodohan paksa, juga melawan Alex yang sepertinya sangat membencinya.
Mampukah Callie melakukan tugasnya? Akankah dia berhasil kembali ke abad ini? Pakai sepatumu yang paling bagus dan ikutlah bertualang bersama Callie ke tempat yang tidak pernah kaupikirkan sebelumnya!
Clay Jensen returns home from school to find a mysterious box with his name on it lying on his porch. Inside he discovers cassette tapes recorded by Hannah Baker—his classmate and crush—who committed suicide two weeks earlier.
On tape, Hannah explains that there are thirteen reasons why she decided to end her life. Clay is one of them. If he listens, he’ll find out how he made the list.
Through Hannah and Clay’s dual narratives, debut author Jay Asher weaves an intricate and heartrending story of confusion and desperation that will deeply affect teen readers.
Hari senin, gue bakal mulai cuti 'panjang'. 2 minggu!! hehehe... kaya'nya gak ke mana-mana juga sih, karena pasti sibuk berlebaran, terus sibuk nemenin Mika main di rumah. Tapi, gue seneng... karena gue main sepuasnya sama Mika, baca buku-buku baru (hehehe.. belum ada juga sih buku baru).
Menjelang lebaran, seperti tahun lalu, mbak yang jagain Mika bakal pulang kampung. Yang bikin rada 'pusing' bukan karena harus nemenin main, atau mandiin, atau ngurusinnya. Tapi, soal makan. Bingung nanti mau masak apa, apa Mika bakal suka atau nggak?
Kalau tahun lalu, gue sempet masak pastel tutup, dan Mika suka. Tapi, sekarang, semenjak giginya lengkap dan kenal nasi, Mika jarang banget mau dimasakin yang kaya' begitu. Pokoknya nasi. Nah, lauknya itu... apa?? Masa' tiap hari mau dibikinin cap cay atau sop, terus, pake ikan dori terus?
Udah gitu, kadang, kalo gue di rumah, suka ada aja tingkah lakunya Mika. Yang makan gak mau duduk di kursi lah, mau sambil jalan-jalan atau main. Atau, bahkan malah gak jadi makan.
Seharian ini, gue pun jadi sibuk browsing ke web yang ada resep-resep yang simple dan friendly untuk anak-anak. Print beberapa lembar... dan.. semoga Mika suka... yang penting... semoga sempet masaknya.. hehehe...