Friday, February 4, 2011

What my little boy said...

via it's mary ruffle

"Mika mau kasih sesuatu untuk Mama."

Denger Mama cerita begitu, bikin gue terharu.

Hari Kamisnya, kita ajak Mika ke Cibubur Junction, buat cari sesuatu. Ehhh, ternyata, Mika malah sibuk cari sesuatu untuk dia sendiri.

Gue: "Katanya mau cari sesuatu buat Mama."
Mika: "Bukan... sesuatu buat Mika."
Gue: "Lho? Sesuatu apa?"
Mika: "Sesuatu mobil yang kecil-kecil banyak."

Thursday, February 3, 2011

34

via We Heart It

Happy Birthday to Me...


Let's Sing... !

Celebrating Imlek... mari kita bernyanyi sambil 'mengenang' Meteor Garden... :)



Qing Fei De Yi (Harlem Yu)

*nanyi wangji chuci jian ni
yi shuang miren de yanjing
zai wo naohai li ni de shenying huisan bu qu

wo ni de shuangshou ganjue ni de wenrou
zhen de youdian tobuguo qi
ni de tianzhen wo xiang zhenxi
kandao ni shuo weiqu wo hui shangxin o...

reff :
zhipa woziji hui aishang ni
bu gan rang ziji kao de tai jin
pa wo mei shenme nenggou gei ni
ai ni ye xuyao hen da de yongqi

zhipa woziji hui aishang ni
yexu you tian hui qingbuzijin
xiangnian zhi rang ziji ku le ziji
aishang ni shi wo qing fei de yi

repeat *
repeat reff

[music]

shenme yuanyin ye...
wo jingran you hui yujian ni
wo zhen de zhen de bu yuanyi
jiu zheyang xianru ai de xianjing oh...

repeat reff

aishang ni shi wo qing fei de yi



Wednesday, February 2, 2011

Now Reading: Room

Room
Emma Donoghue @ 2010
Back Bay Books, 2011
321 pages

To five-year-old-Jack, Room is the world....

It's where he was born, it's where he and his Ma eat and sleep and play and learn. There are endless wonders that let loose Jack's imagination-the snake under Bed that he constructs out of eggshells, the imaginary world projected through the TV, the coziness of Wardrobe beneath Ma's clothes, where she tucks him in safely at night, in case Old Nick comes.

Room is home to Jack, but to Ma, it's the prison where she's been held since she was nineteen-for seven long years. Through her fierce love for her son, she has created a life for him in that eleven-by-eleven-foot space. But Jack's curiosity is building alongside her own desperation—and she knows that Room cannot contain either indefinitely....

Told in the inventive, funny, and poignant voice of Jack, Room is a celebration of resilience-and a powerful story of a mother and son whose love lets them survive the impossible.


Thursday, January 27, 2011

[Movie] Serigala Terakhir

Nonton ‘Serigala Terakhir’ semalem. Kebetulan gue belum ngantuk, dan di SCTV ada film ini. Yah, lumayan deh, buat bikin ngantuk. Dan, gue rada tertarik sedikit nonton film ini, karena ada faktor ‘Vino’-nya.. hehehe… Tapi, ternyata, nonton ini bikin gue stress….

Dari awal sampai akhir, isinya berantemmmmmm terus. Di awal, sih, mungkin masih ‘simple’, masih sebatas anak-anak muda, 5 orang yang bersahabat, anak kampung yang merasa ‘jagoan’, lebih sering pake fisik daripada pake otak. Di antara 5 orang itu, memang tokoh Jarod (Vino G. Bastian), yang lebih ‘manusiawi’, karena cenderung lebih pendiam. Bisa lebih berterima kasih, rasa setia kawannya paling besar – ini ditunjukkan ketika ia membela Ale (Fathir Muchtar) yang nyaris ditusuk pake pisau, yang membuat Jarod harus masuk penjara. Tapi, dari 4 orang yang katanya sahabatnya itu, gak ada yang berani buka mulut untuk membela Jarod. Kehidupan penjara yang keras pun membuat Jarod jadi pribadi yang semakin keras.

Ya itu, di awal, pertarungan antar gang yang emang ‘mengerikan’… makin ke belakang, makin ‘berdarah’. Isinya penuh dengan balas dendam, makin gampang menghilangkan nyawa orang. Jarod yang keluar dari penjara, akhirnya bergabung dengan gembong pengedar narkoba, yang merupakan musuk besar dari kelompok teman-teman lamanya.

Ya udah deh, isinya saling balas dendam, tembak-menembak, Jarod emang jadi semakin keras, meskipun ia masih ingin kembali bersahabat dengan teman-teman lamanya. Tapi, ketika orang-orang yang disayanginya disakiti, ia tidak peduli apakah itu teman atau lawan.. yang penting balas dendam.

Selain berantem dan kekerasan, film ini juga penuh dengan kata-kata ‘A****G’, ‘B*****T’, dan sejumlah kata makian lainnya.

Gue sih gak sampe abis nontonnya, jadi gue rada penasarannya juga sama endingnya. Siapa yang bakal jadi ‘serigala terakhir’? Tapi, sumpah, gue udah keburu stress, makanya ya, sudahlah, gue matiin aja tv-nya. Dan menurut gue, film ini jadi hanya mengumbar kekerasan semata. Dan, I don’t like some of Vino’s outfit. Apalagi celana ketat bermotifnya… uuuuhhh.. please……apalagi pas udah berkumis tipis dan rambut klimis, gak banget dehhhhh… Dan, emang gue gak cocok banget nonton film beginian.


Tuesday, January 25, 2011

thx thx thx

via exPress-o


Wow... 'a thank you note a day'... inspiring...

Well.. let's thank for every simple thing everyday...




Monday, January 24, 2011

Ooops.. It's Monday.. :(

via It's The Little Things That Make A House A Home...

I must say, I really had a great time last weekend …

Hari Sabtu, pas ultah Mika yang ke 3. Pas gue bangun, Mika masih ngulet-ngulet. Gue bilang, “Happy Birthday, Mika… Selamat ulang tahun ke 3, baby…” Terus, biasa lah, rutinitas kalo libur. Ngumpet di balik bantal dulu, terus, beresin tempat tidur, sarapan.

Siap-siap mau ke PIM, ada acara ulang tahun anaknya temen gue di AW. Mika excited banget. Di jalan juga sibuk ngoceh-ngoceh seperti biasa.

Sampe PIM, masih sepi. Ke gramedia sebentar, nyari kantong kertas, Mika sempet gue beliin buku. Seperti biasa, sibuk mau bawa bukunya ke kasir.

Ke Hero dulu, beli isi goodie bag. Mika sibuk juga mau taro barang-barang di dalam trolley.

Di AW, Mika duduk manis di bangku kecil yang disedian untuk anak-anak. Mau dipakein topi, ikut tepuk tangan dan angkat tangan.

Cuma sebentar di sana, jam 12, langsung pulang ke rumah.

Sore-sore, siap-siap menyambut para ‘tamu undangan’. Hehehe.. gak ada ngundang siapa-siapa sih, hanya the four little princes and the baby princess. Karena gak pada dateng-dateng, Mika bilang, “Pada ke mana, sih? Koq lama banget?”

Dan, begitu teman-temannya pada dateng, Mika langsung heboh. Lompat-lompat dan teriak-teriak panggil-panggil semua tamunya. Ngeliat ada kado, kadonya gak mau dilepas, mau dibawa ke mana-mana.

Setelah sholat maghrib, dimulailah ‘acara utama’. Acara sederhana aja, koq. Tiup lilin, Mika semangat nyanyi Happy Birthday. Abis itu, makan nasi kuning, deh. Sementara anak-anak kecil pada main, yang dewasa sibuk makan. Menunya nasi kuning lengkap, ada tekwan dan siomay.

Terus, acara buka kado. Wahhh… Mika maunya buka kado yang paling gede dulu. Dan, ternyata kado yang paling dia pengen. Selama ini, kalo ditanyain mau kado apa, Mika bilang, “Mau yang besar gede.” Ehhh.. ternyata Mika dapet cement mixer. Langsung deh, dimainin. Terus, heboh begitu liat dapet gitar kecil, dapet teropong dan mobil-mobilan kecil.

Di dalam set gitar, selain gitar kecil, ada ‘kecrekan’ dan dua maracas kecil. Semuanya langsung ‘dibagi-bagi’ ke Fayyaz, Nayswan dan Darrell dan mereka berempat langsung naik kursi, lompat-lompat sambil nyanyi.

Malemnya, Mika susah banget mau tidur. Cement mixer gede, teropong, mobil2an kecil dan gitarnya mau dibawa ke tempat tidur. Lama banget bilang ke Mika supaya cement mixernya di’parkir’ di bawah tempat tidur aja. Sampai akhirnya lampu dimatiin, baru Mika tidur.

Hari Minggu pagi, Mika bangun duluan. Langsung turun dari tempat tidur dan teriak-teriak, “Udah siang… udah siang!” Dan, Mika langsung ke tempat cement mixer-nya ‘parkir’.

Minggu siang, kita ke Senayan City. Nyari sepatu buat dan bola buat Mika. Biasa deh, langsung mau bawa sendiri ke kasirnya. Bahkan, sepatunya mau langsung dipake. Kantong plastiknya juga dibawa-bawa sendiri.

Pas makan, gue udah beliin Mika nasi goreng… ehhh.. ngeliat mbak-nya bawa nasi putih, piring nasi putihnya diambil dan Mika makan nasi putih plus ayam dari nasi goreng.

Sempet mampir Gunung Agung, Mika ‘maksa’ gue beli buku. Mika bilang, “Ini untuk Mama yang warna merah.” Ternyata dia ambil buku Eleven Minutes-nya Paulo Coelho yang covernya warna merah. Gue ganti sama yang lain, Mikanya gak mau. Langsung dibawa ke kasir. Untung setelah bayar majalah Playhouse Disney, Mika lupa sama buku merah buat gue itu. Hehehe…

Malemnya, sibuk main bola, plus main gitar. Kalo udah mau main gitar, seperti biasa, Mika bagi dulu alat musiknya ke yang lain, terus kita semua harus berdiri, ngikutin Mika nyanyi sambil main gitar.

Mau tidur juga sempet susah, karena pengen bawa bola barunya tidur.

Bangun pagi ini, seperti biasa deh… males… bawaan hari senin… ngantuk aja… dan makin males karena inget hari ini gue harus appraisal!!!

*foto-fotonya menyusul*