The Memory Keeper's Daughter
Kim Edwards @ 2005
Penguin Books
513 pages
Award-winning writer Kim Edwards's The Memory Keeper's Daughter is a brilliantly crafted family drama that explores every mother's silent fear: what would happen if you lost your child and she grew up without you?
On a winter night in 1964, Dr. David Henry is forced by a blizzard to deliver his own twins. His son, born first, is perfectly healthy. Yet when his daughter is born, he sees immediately that she has Down's syndrome. Rationalizing it as a need to protect Norah, his wife, he makes a split second decision that will alter all of their lives forever. He asks his nurse to take the baby away to an institution and never to reveal the secret. But Caroline, the nurse, cannot leave the infant. Instead, she disappears into another city to raise the child herself. So begins this beautifully told story that unfolds over a quarter of a century in which these two families, ignorant of each other, are yet bound by David Henry's fateful decision that long-ago winter night.
A rich and deeply moving page-turner, The Memory Keeper's Daughter captures the way life takes unexpected turns and how the mysterious ties that hold a family together help us survive the heartache that occurs when long-buried secrets burst into the open. It is an astonishing tale of redemptive love.

via Sunday in bed
waktu berjalan cepet banget (aih, bahasa gue). tau-tau, udah hari jum'at lagi. tau-tau, udah mau weekend lagi. berpikir mau ngapain weekend ini. berpikir apa aja yang udah dikerjain minggu ini. waduh, masih banyak yang pending. deadline makin deket. bikin makin pusing, ribet dan stres.
jalanan makin hari makin macet. perjalanan gue melewati proyek jalan layang di p.antasari. belum lagi macet di jalan tol. tadi pagi, mau keluar pintu tol cibubur, macet. masuk tol jorr macet ada kecelekaan. di antasari, macet lagi gara-gara proyek. biasanya berangkat jam 6.15, bisa sampe kantor jam 1/2 8, sekarang hampir jam 1/2 9.
hihihi.. tumben banget gue curhat begini di blog. mode ngomel-ngomel lagi on kali ya. tinggal waktunya santai-santai di rumah, nemenin Mika main dan ketawa-ketiwi ngeliat tingkahnya yang kadang unpredictable.

via exPress:oTulisan di exPress:o ini benar-benar menginspirasi gue. Sebentar lagi Mika akan pindah kamar. Rencananya Mika akan pindah ke kamar yang sekarang jadi kamar bermainnya. Pengennya, sih, gue bisa memajang hasil art & craft Mika waktu di Baby Jumper Gym dulu. Selama ini kan, hanya gue 'pajang' di blog. Nah, nantinya gue pengen ada satu dinding yang isinya hasil prakarya Mika. Semoga aja bisa jadi 'dekorasi' yang menarik di kamar Mika nantinya.

via it's marry ruffleWeekend kali ini berlalu tanpa banyak aktivitas. Hari sabtu, ngajak Mika ke toko buah. Mika seneng banget kalo udah jalan ke toko buah. Dia akan duduk di dalam trolley, dan selalu pengen masukin buah ke dalam trolley-nya. Terus, kalo udah di kasir, Mika yang akan kasih barang-barang ke kasirnya.
Malemnya, nemenin Mika main, sambil gue menyortir majalah-majalah lama bareng adek gue. Nyisihin bagian resep-resep dan membundel sisanya.
Sampe mau tidur, Mika masih sibuk 'ngoceh'. Ya baca buku lah atau ngoceh apa aja.
Pas pagi-pagi, hari Minggu, Mika juga bangun duluan. Langsung minta cariin buku 'ayam'. Terus, ngoceh lagi, cerita apa yang dia liat di buku. Gue pegang kepalanya, koq rada anget. Tapi, Mika masih lumayan ceria.
Turun ke bawah, sarapan, Mika minta nasi plus telur plok-plok-plok. Makan lumayan lahap. Tapi, mulai agak lemes. Minta dipangku dan sandaran terus sama gue. Abis makan, Mika mandi. Nah, mulai deh, Mika makin lemes. Mainnya sambil tidur-tiduran aja dan mulai makin rewel. Makan siang hanya beberapa sendok, minum susunya juga sedikit.
Sore-sore juga masih lemes, panasnya turun naik, sempet keringetan. Sesekali ngoceh, tapi gak terlalu semangat. Bolak-balik minta gosokin minyak telon di perutnya. Malem-malem pas ganti baju, Mika sempet bilang, "Eh, ternyata Mika belum sholat. Ternyata Mika belum ngaji."
Mau tidur, bacain cerita sebentar. Terus tidur. Pas tidur, beberapa kali ngigau. Tapi, rada keringetan.
Pagi-pagi bangun, panasnya udah turun. Nangis ngeliat gue mau berangkat ke kantor. Dan, Alhamdulillah, hari ini Mika udah kembali ceria. Kata Mama, udah mulai cerewet lagi.
Ahhh.. kemarin bener-bener gue kehilangan senyum dan suara Mika yang ramai itu...

Happy Valentine's Day!