Thursday, February 24, 2011

Storytelling

via We Heart It

Baca buku sebelum tidur jadi salah satu rutinitas Mika sebelum tidur. Biasanya, Mika pilih sendiri bukunya. Gak cuma satu, tapi bisa 5 buku sekaligus. Mika bilang, "Mau banyak-banyak."

Kalo pertama kali baca, biasanya Mika bilang, "Tolong bacain, Mama." Oke, gue baca halaman pertama. Bacanya sih, bukan kalimat per kalimat. Biasanya gue ceritain aja berdasarkan gambar dan modifikasi dari kalimat yang ada di buku. Masuk ke halaman ke dua, mulai Mika yang ngoceh, misalnya kalo baca seri Cars, "Wuih, mobilnya gede banget!", atau, "Guido-nya kecapean, jadi diderek sama Mater."

Atau buku lain lagi - Piglet 1,2,3..., misalnya ketemu angka 2, Mika akan hitung ada berapa burung, terus dia bilang sambil tunjuk gambar angka, "Berarti ini angka 2!"

Dan, acara baca-membaca buku itu jadi rame banget dengan suara Mika yang ngoceh terus gak berhenti-berhenti. Kalo satu buku habis, Mika bilang, "Habis. Sekarang yang ini." - sambil ambil buku lain lagi.

It's such a fun activities for both of us. End up-nya, buka gue yang cerita untuk Mika, tapi Mika yang 'cerita' untuk gue.


Wednesday, February 23, 2011

Just Smile...

via We Heart It

Smile
by Connie Talbot

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile...

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile



Tuesday, February 22, 2011

[Movie] Mater's Tall Tales


Hari sabtu, sebelum pergi ke acara HBT Care, gue sempet nemenin Mika nonton ‘Mater’s Tall Tales’. Mika kan penggemar karakter Cars, Madagascar sama Happy Feet.

Mater’s Tall Tales ini terdiri dari beberapa kartun pendek. Inti ceritanya adalah Mater yang pengen ‘tampil’, jadi superhero dan terkenal seperti temennya si Lightning McQueen. Ada yang Mater jadi dokter, pemadam kebakaran, penyanyi rock, matador bahkan detektif. Alur ceritanya nyaris sama semua, ada dua mobil ‘perempuan’ genit – Mia dan Tia – yang jadi penggemar setia Mater, menjelang akhir cerita, muncul McQueen yang jadi ‘pelengkap penderita’, terus, McQueen akan bertanya dengan nada gak percaya, sampai akhirnya muncul satu tokoh yang seolah ‘mengkonfirmasi’ kebenaran cerita Mater.

Untuk orang dewasa, tentunya setelah nonton 2 episode, bakal ketebak episode selanjutnya. Tapi, untuk anak-anak, film animasi satu ini tetap lucu. Mater bener-bener jadi mobil 'narsis'. Sukses membuat Mika dan gue cekikikan.


Monday, February 21, 2011

My Weekend

via We Heart It

Well, I must say that I had a great weekend. Simple, but fun

Hari Sabtu, gue ikutan acara ‘HBT Care’. Acara CSR-nya kantor gue. Kita berkunjung ke panti asuhan yang ada di daerah Cibubur.

Di luar segala kegiatan agama yang diadakan di sana (karena panti asuhan ini non-muslim), gue ternyata menikmati aktivitas yang kita lakukan di sana. Mendengar mereka bernyanyi, ketawa. Belum lagi pas games. Ada yang mewarnai untuk anak-anak TK. Terus, ada lomba puzzle untuk anak-anak SD. Dan tebak lagu untuk anak yang lebih gede lagi.

Kebetulan gue ikut ngebantuin di lomba puzzle. Ada tiga kelompok, yang masing-masing ada 5 orang. Sebelumnya puzzle ‘diberantakin’ dulu. Dan begitu dimulai, semua langsung heboh. Kebingungan di awal karena gak nemuin yang cocok, ada yang nangis karena gak kebagian puzzle atau gak diajak sama temennya. Ada yang ‘mendominasi’ puzzle dan ngomel kalo temennya salah. Ada yang ‘sirik’, karena mengira kelompok sebelah dibantuin. Dan, gue pun ikut gregetan pengen bantuin. Yang paling seru, begitu puzzle udah terpasang semua, yang menang langsung bersorak, dan dengan kompaknya, satu ruangan itu langsung tepuk tangan.

Abis itu, kita makan bareng-bareng. Hehehe, makan siangnya kan dari O’Ben – Japanese Catering, menunya beef teriyaki plus nasi. Dan dari si catering, gak disediain sendok, hanya sumpet. Jadinya banyak yang nyari sendok (gak hanya anak-anak sih, ada juga yang dewasa yang ternyata gak bisa pake sumpit). Temen gue ada yang bilang, “Koq loe kebagian banyak banget dagingnya?” Mmm.. how do I know? Tapi, gue liat dari mangkok-mangkok yang lain, beef teriyaki-nya cukup berlimpah dan rasanya ok. Bisa jadi alternatif untuk catering (selain nasi padang, dan jenis nasi kotak lainnya)

Setelah makan, bagi-bagi goody bag, kita pulang. Wuiiihhh… cuaca panas bangetttt… sampe rumah, gue merasa ‘meleleh’ dan langsung mandi biar seger.

Hari Minggu, udah janji mau berenang sama Mika. Dan, Mika meskipun pas baru nyebur, menggigil kedinginan, tapi langsung seneng banget ketemu ‘air’. Soalnya emang udah lama sih, gak berenang. Mika langsung nyoba ‘gaya’ baru. Biasanya, Mika ‘hanya’ seperti lari-lari di air, kemarin kakinya mulai gerak-gerak ke belakang. Bahkan, tiba-tiba dia bilang, “Berenang gaya bobo’” alias gaya punggung. Gue pegang lah, pelampungnya di punggung sambil Mika tiduran, kakinya juga bergerak-gerak sendiri. Pelan-pelang gue lepasin pegangan gue, lumayan bertahan beberapa detik Mika ‘tiduran’ sendiri. Sambil dia berenang tiduran, Mika bilang, “Wuih, Mika liat awan, Mika liat langit. Ehhh.. ada patung giraffe.”

Abis berenang, mandi terus pulang. Di mobil, Mika diem aja. Ternyata, Mika cape’ dan ngantuk. Tapi, sampe rumah, begitu ngeliat ada mainan pesawat dari Nang-nya, langsung heboh lagi. Pesawatnya dibawa tidur dan dibawa ke mana-mana.

Dan, rasanya setiap hari, gue ngeliat ada aja, ‘gaya’ barunya Mika. Semalem, dia bergaya seolah lagi ‘meluncur’. Kakinya di atas tempat tidur dan badannya di kasur bawah. Gue tanya, “Ceritanya Mika lagi ngapain sih?” Mika bilang, “Kaya’ Mumble waktu udah besar.” Oooo… kali ini gayanya ‘terinspirasi’ dari Happy Feet, gaya penguin-penguin lagi meluncur di es.


Hello, Monday...!



Friday, February 18, 2011

Chocolate buat sore-sore



Now Reading: The Memory Keeper's Daughter

The Memory Keeper's Daughter
Kim Edwards @ 2005
Penguin Books
513 pages

Award-winning writer Kim Edwards's The Memory Keeper's Daughter is a brilliantly crafted family drama that explores every mother's silent fear: what would happen if you lost your child and she grew up without you?

On a winter night in 1964, Dr. David Henry is forced by a blizzard to deliver his own twins. His son, born first, is perfectly healthy. Yet when his daughter is born, he sees immediately that she has Down's syndrome. Rationalizing it as a need to protect Norah, his wife, he makes a split second decision that will alter all of their lives forever. He asks his nurse to take the baby away to an institution and never to reveal the secret. But Caroline, the nurse, cannot leave the infant. Instead, she disappears into another city to raise the child herself. So begins this beautifully told story that unfolds over a quarter of a century in which these two families, ignorant of each other, are yet bound by David Henry's fateful decision that long-ago winter night.

A rich and deeply moving page-turner, The Memory Keeper's Daughter captures the way life takes unexpected turns and how the mysterious ties that hold a family together help us survive the heartache that occurs when long-buried secrets burst into the open. It is an astonishing tale of redemptive love.