Thursday, March 10, 2011

Now Reading: Of Bees and Mist

--- buku pinjeman lagi. buat weekend :)

Of Bees and Mist
Erick Setiawan
Gagas Media
580 hlm

Meridia jatuh cinta pada Daniel saat masih berumur enam belas tahun dan dia tahu hidupnya akan berubah sejak hari itu.

Ketika laki-laki itu melamarnya, Meridia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena punya alasan untuk keluar dari rumah. Tapi saat menjalani kehidupan sebagai pengantin baru di rumah mertua, dia mendapati rahasia tentang masa lalu keluarga itu yang selama ini tersimpan. Dan lebih mengejutkan lagi, Meridia juga menemukan kenyataan tak terduga tentang ‘keluarga baru’-nya yang membuat dia kini mempertanyakan cinta, keberanian, dan akal sehatnya....

*

Of Bees and Mist adalah karya debut mengagumkan Erick Setiawan, penulis muda kelahiran Jakarta yang kini tinggal di Amerika Serikat. Novel ini pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat dan mendapatkan respons positif dari para kritikus. Of Bees and Mist menjadi finalis QPB New Voices Award (2010) dan longlisted bagi penghargaan International IMPAC Dublin Literary Award (2011). Novel ini juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.


Monday, March 7, 2011

Now Reading: 1 Perempuan 14 Laki-Laki

Asyikkk... dapet pinjeman buku. Lumayan buat selingan baca Suite Française.
----
1 Perempuan 14 Laki-Laki
Djenar Maesa Ayu
GPU - Januari 2011
140 Hal.

Perlu 14 laki-laki untuk menulis buku ini dan hanya 1 perempuan untuk mengisahkannya...

"Kita bisa memesan bir, namun kita tak bisa memesan takdir."
Agus Noor

"Onggokan baju-baju kami tengah berpelukan di atas lantai."
Arya Yudistira Syuman

"Sejak Mas Gun menyandang gelar anumerta dalam urusan ranjang, ia selalu gugur sebelum berperang."
Butet Kartaredjasa

"Masih jelas benar mata-mata tanpa bola mata hitam merubuhkan patung. Membakar kampung."
Enrico Soekarno

"Tanpa hilang senyum, ia minta saya berakting di depan kamera untuk sebuah adegan mesum."
Indra Herlambang

"Kadang sunyi. Kadang ramai seperti adegan ranjang yang melibatkan borgol, topeng, dan cemeti."
JRX

"Melongo di depan buku berdebu nostalgia masa lalu kala masih berseragam putih biru. Buat gue it sucks!"
Lukman Sardi

"Sepasang jari bersayap, terbang mengitari seputar celana yang dipakai laki-laki dengan dada telanjang."
Mudji Sutrisno

"Ayu tak segan mengajak kencan duluan. Dan laki-laki tak kuasa menolak seperti kucing disodori ikan."
Nugroho Suksmanto

"Antonio tidak ingin perlahan mati. Tidak tanpa Roselyn, yang ia tahu akan berakhir sunyi."
Richard Oh

"Aku mencintaimu maka aku ada! Aku mencintaimu maka aku membunuhmu!"
Robertus Robet

"Setiap kali kita bertemu, aku menabung rindu."
Sardono W. Kusumo

"Di tangan Raditya, gitar jadi berbicara. Dan saat Raditya memetik putingnya, Prita melambung ke angkasa."
Sujiwo Tejo

"Tubuh saya seakan lumpuh saat tubuhnya menyatu ke tubuh saya seluruh dan penuh."
Totot Indrarto


My Weekend

via tinywhitedaisies

Sabtu - Minggu, Fayyaz & Nasywan nginep di rumah. Tentu aja, Mika seneng banget. Begitu hari Jum'at malem, mereka dateng, Mika langsung heboh, tas mainannya Fayyaz & Nasywan langsung dibongkar (padahal sih, isinya mainan mobil yang mirip-mirip seperti punya Mika).

Sebelum tidur, sempet ada 'konser mini', Mika main gitar, Fayyaz nyanyi-nyanyi gak jelas, Nasywan main maracas. Mika heboh sendiri, lompat-lompat udah kaya' rocker.

Hari Sabtu berenang di Kota Wisata. Cuaca cukup mendukung. Begitu nyemplung ke kolam, Mika langsung heboh juga. Sementara abang-abangnya, sempet takut, tapi gak lama takutnya. Sempet naik sebentar, gara-gara gerimis. Terus, Darrell & Queency dateng. Berenang jadi makin heboh dan lebih lama dari biasanya. Mika bolak-balik mau pipis. Maunya pipis di 'tulilet', gak mau di pinggir kolam berenang.

Sempet nyoba whirlpool, Mika bilang, "Iiiihhh.. enak.. hanget..."

Di kamar mandi, terjadi kehebohan, biasalah, kalo yang empat ini udah kumpul, rameeeee banget! Di mobil menuju Legenda Wisata, juga heboh di mobil. Apalagi pas main di Legenda Wisatanya, hebohhhh juga. Gak ada yang tidur siang. Abis main di luar, makan, terus pada main di kamar. Sore-sore, udah teler semua. Malah, Nasywan tidur pas lagi disuapin makan. Mika ketiduran di mobil, sampai pagi.

@Sentul City - pada ngeliat ke bawah karena ada kucing

Hari Minggu pagi, gue bangunin Mika, mau diajak main bola sama abang-abangnya. Eh, Mika bilang, "Mika masih ngantuk. Mika mau bobo' aja." Ehhh.. yang bikin minggu pagi jadi gak asyik, pake acara mati lampu. Gak ada hujan, gak ada petir, mati lampu aja gitu.

Sempet nonton Happy Feet sebentar setelah lampu idup. Terus karena pada bosen, semua menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Siap-siap mau lunch. Kali ini, kita ajak anak-anak itu ke Bakmi Golek di Sentul City. Hehehe.. di Jakarta sih ada, tapi biar rada jauhan dan liat pemandangan dikit.

Setelah makan, muter-muter sebentar di Sentul City. Terus nganter Fayyaz sama Nasywan ke rumahnya.

Malemnya pas main, karena ngantuk, Mika jadi rewel. Kesenggol sedikit mainannya, salah, mobilnya miring dikit, nangis.

Sementara gue sendiri, progress membaca Suite Française rada tersendat dan lamban banget. Bukan karena ceritanya gak bagus atau membosankan, tapi karena bukunya yang lumayan 'susah', isi yang gak ceria dan waktu yang gak banyak, membuat gue rada gak terlalu semangat baca buku ini. Tapi, gue malah 'menambah' bacaan buat malem-malem dengan baca Roro Mendut yang setebal bantal... :)



Tuesday, March 1, 2011

Now Reading: Suite Française

Suite Française
Irène Némirovsky @ 1942
Translated by Sandra Smith
Vintage International Edition - 2007
431 pages

Beginning in Paris on the eve of the Nazi occupation in 1940. Suite Française tells the remarkable story of men and women thrown together in circumstances beyond their control. As Parisians flee the city, human folly surfaces in every imaginable way: a wealthy mother searches for sweets in a town without food; a couple is terrified at the thought of losing their job, even as their world begin to fall apart. Moving on to a provincial village now occupied by German soldiers, the locals must learn to coexist with the enemy - in their town, their homes, even their hearts

---

Irène Némirovsky was born in Kiev in 1903, the daughter of a successful Jewish banker. In 1918 her family fled the Russian Revolution for France where she became a bestselling novelist, author of David Golder, Le Bal, The Courilof Affair, All Our Worldly Goods and other works published in her lifetime or soon after, such as the posthumously published Suite Française and Fire in the Blood. The Dogs and the Wolves, now appearing for the first time in English, was published in France in spring 1940, just months before France fell to the Nazis. She was prevented from publishing when the Germans occupied France and moved with her husband and two small daughters from Paris to the safety of the small village of Issy-l’Evêque (in German occupied territory). It was here that Irène began writing Suite Française. She died in Auschwitz in 1942.

---

Semoga gue berhasil menyelesaikan buku ini... :)


Counting down...

via etsy

to March 31, 2011 ...


Monday, February 28, 2011

My Weekend

via We Heart It

Berhubung sudah waktunya belanja bulanan, jadinya gue ngajak Mika ke toko buah dan ke supermarket untuk belanja keperluannya Mika.

Di toko buah TOP, kebetulan ada 'patung' semangkanya, dan tiba-tiba Mika bilang, "Mika mau semangka." Gue tanya, "Bener?" soalnya, gue tau selama ini, setiap dikasih semangka, Mika gak mau. Terus, Mika bilang, "Iya, bener."

Di rumah, bolak-balik, Mika bilang (bahkan waktu bangun tidur siang), "Hmmmm.. semangka enak ya. Dingin... segar..."

Hari Minggu, kumpul-kumpul di rumah Om Glen, sekalian mau ngebotakin si Queency. Tentunya, heboh makan... dan makan terus... mulai dari cemilan keripik-keripik, Chicken Tikka Masala, ada macaroni schottel, Huzaren sla, ada juga black pepper salad. Campur aduk, tapi enak dan kenyang. Ditambah siomay untuk makan sore.

Mika heboh main bareng Fayyaz, Nasywan, Darrell plus Kenzi (anaknya Kiky). Sampe rumah, teler, gak bangun-bangun sampe pagi.

Satu keisengan Mika yang baru: telapak kaki ditaro ke pipi, terus dia bilang, "Assalamualaikum, Mama. Mama lagi ngapain?"

Friday, February 25, 2011

Welcoming weekend....

via We Heart It


Sh-Boom (Life Could be a Dream)
by The Crew Cuts

Hey nonny ding dong, alang alang alang
Boom ba-doh, ba-doo ba-doodle-ay

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If I could take you up in paradise up above (sh-boom)
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart
(Hello, hello again, sh-boom and hopin' we'll meet again)

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If only all my precious plans would come true (sh-boom)
If you would let me spend my whole life lovin' you
Life could be a dream, sweetheart

Now every time I look at you
Something is on my mind (dat-dat-dat-dat-dat-duh)
If you do what I want you to
Baby, we'd be so fine!

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If I could take you up in paradise up above (sh-boom)
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart

Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da, sh-boom!

Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da, sh-boom!

Every time I look at you
Somethin' is on my mind
If you do what I want you to
Baby, we'd be so fine!

Life could be a dream
If I could take you up in paradise up above
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart
(Hello hello again, sh-boom and hopin' we'll meet again) boom sh-boom

Hey nonny ding dong, alang alang alang (sh-boom)
Ba-doh, ba-doo ba-doodle-ay
Life could be a dream
Life could be a dream, sweetheart!

Life could be a dream
If only all my precious plans would come true
If you would let me spend my whole life loving you
Life could be a dream, sweetheart

(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
Sweetheart!!