Hari Jum’at, tanggal 29 April 2011, tentu saja gue gak mau ketinggalan dengan kehebohan seputar The Royal Wedding. Tapi, sayang, pas akhir bulan, pas banyak kerjaan, jadi gue gak mungkin sakit ‘mendadak’, demi bolos dan nonton siaran langsungnya. Jadi, di sela-sela waktu bekerja, gue terus ‘memantau’ lewat internet. Tau-tau, temen gue ngirimin link untuk nonton streaming-nya via usstream dan, hehehe.. setiap 5 menit, gue ngeliat terus – nungguin Kate Middleton muncul dengan gaun pengantin yang sangat dirahasiakan itu.Menjelang prosesi pernikahan, gue ke pantry, buat nonton dari tv, dan ternyata di pantry udah banyak temen-temen gue yang nonton – termasuk beberapa boss bule… ya udah, gue ikutan aja.



Kate-nya cantik, meskipun gaunnya gak heboh, tapi tetap cantik. William… hmmm… ganteng sih… tapi, kenapa, oh, kenapa, kepalanya nyaris botak? Apa di London gak ada teknologi ‘cangkok rambut’? Hehehe…Sampe rumah, sempet nonton ulangannya, karena di kantor gak sempet liat ‘kissing’ yang ditunggu-tunggu seluruh dunia itu, nah… di rumah, akhirnya liat juga… Berasa lagi baca cerita ‘putri-putrian’ jaman dulu… naik kereta kencana, married sama Prince Charming… just like in a fairy tale…image:
via Lovely Little Things
via tinywhitedaisies

Gue sering banget ikutan yang namanya 'giveaway' atau 'earlier review' seperti yang ada di librarythings.com, yang membuat gue jadi kewalahan ketika terima banyak banget e-book. Minggu ini aja, gue udah dapet 3 e-book dan gue jadi makin bingung kapan dan gimana bacanya.
Tapi, kalo yang namanya giveaway, gue 'selalu' kurang beruntung. Padahal gue juga lumayan sering ikut di berbagai blog. Rata-rata sih syaratnya harus jadi follower blog mereka. Iseng-iseng aja.
Salah satu giveway yang baru aja gue ikutin adalah ' 300 Followers Giveaway' di Gripped into Books. Kalo yang namanya dapet 'buku gratis', gue gak akan nolak... hehehe... siapa tahu, kali ini gue beruntung :)
Kaya' apa aroma parfum buku? kaya' buku baru? atau kaya' buku tua? Penasaran sama kemasannya, dan tentu juga sama aromanya. Tapi kalo ngeliat foto ini, gue jadi lebih tertarik dengan buku-buku di belakang sang designer.
The Royal Wedding - pernikahan Prince William dan Kate Middleton, jadi peristiwa yang paling ditunggu-tunggu di bulan April ini. Gue bahkan berniat untuk cuti pas tanggal 29, cuma buat nonton prosesi pernikahan mereka. Hehehe.. tapi belum tentu juga deh... sementara menanti D Day-nya, ngeliat merchandise yang lucu-lucu ini, aja dulu...

Waktu kakak gue kirim email tentang Jelajah Kota Tua bareng mommiesdaily.com ini, gue dan adek gue langsung antusias. Bukan hanya fee-nya yang murah meriah (Rp. 100ribu untuk empat orang), tapi juga karena jalan-jalan ke Jakarta Kota Tua termasuk dalam salah satu list yang pengen gue kunjungi (hehehe.. list-nya panjangggg). Tadinya gue pikir yang ikutan hanya para ‘orang tua’, jadinya seperti ‘me time’ gitu deh… kan udah lama juga gak jalan berempat aja sama kakak dan adek2 gue. Tapi, kakak gue bilang, “Ya anak-anak ikut lah, ngapain juga mommy-mommy-nya aja.” Hehehe…
Ya udah, akhirnya, ‘rombongan’ kita sendiri ada 3 kelompok. Dan, Mika juga udah gue ceritain, kalo kita bakal pergi ke museum lagi naik bus.
Pagi-pagi hari minggu, bangunin Mika susah banget. Begitu udah bangun, disuruh mandi juga susah banget. Ada aja alasannya, gue pura-pura aja mau pergi sendiri, eh, tangan gue malah dipegang, Mika bilang, “Mama temenin Mika bobo’ di sini.” Yahhh.. kalo gak mau buru-buru, mau aja gue tidur-tiduran terus sama Mika.
Kita pun berangkat dari rumah jam ½ 8 menuju FX, tempat kumpulnya. Sempat kejebak macet karena ternyata ada acara ultah-nya PKS di Istora Senayan. Banyak banget bus yang mengangkut para kader partai.
Mungkin karena kejebak macet juga, banyak peserta yang telat. Jam 9, akhirnya kita start dari FX. Cuaca panas banget. Mataharinya lagi ‘royal’. Kita dibagiin goody bag yang isinya dua box nasi bogana, (dari Merasyi Kitchen --- enak bangettttt), log cake dari Otaru Baumkuchen -- seperti roll tart tapi teksturnya lebih padat ; ada empat rasa: vanilla, cokelat, tiramisu dan green tea, dan kue kembang goyang Untuk anak-anak, menunya beda. Provided by bebitong, menunya macaroni schottel, bola-bola kentang dan puding. Ditambah, cokelat ayam (ini untuk mamanya aja) dan kue kecil-kecil yang di atasnya ada kembang gula warna-warni. Di bis, Mika anteng ngeliat keluar, Sengaja mau di sebelah jendela. Di dalam bis, ada guide yang cerita tentang sejarah Jakarta.
Tujuan pertama kita ke Museum Fatahillah. Wow… udah 20 tahun (???) sejak terakhir gue ke museum ini. Rasanya waktu SD atau SMP gitu. Dan, ternyata rameeeee banget. Gue gak menyangka akan seramai ini. Entah karena memang hari Minggu, atau karena sedang ‘trend’ wisata Kota Tua, yang pasti area sekitar Museum Fatahillah itu rame banget. Kita emang gak keliling museum. Tujuan utama nonton pertunjukan ‘History of Batavia’


Sembari menunggu pertunjukkannya dimulai, kita keliling museum di luarnya aja. Ngeliat meriam Jagur, patung Hermes dan penjara bawah tanah yang gelap banget. Hiiii… Eh, pas sambil duduk-duduk, Mika minta makan. Padahal, pas pertunjukkannya mulai. Untung Mika mau dibujuk untuk ‘menunda’ sebentar makan siangnya. Sebelum masuk ke dalam ruangan, kita baris dulu di depan teras. Ngeliat ada orang yang pake baju item – ketutup semua… bikin kaget. Sempet dibilangin, kalo pertujukan ini bakal banyak ‘kaget-kagetan’nya, tapi gue tetap pe-de bawa Mika masuk.
Di dalam ruangan, kita duduk lesehan mengahadap dua mural/lukisan dinding – yang ternyata dijadikan sarana untuk ‘bersandiwara’ (kreatif…. Belakangan gue tau, kalo pemainnya itu dari Teater Koma). Lukisan di dinding itu, seolah bisa ‘bergerak’ dan ‘bicara’. Canggih juga ya… (*catatan: segera liat website-nya :D). Bahkan ketika cerita banjir, di dinding seolah-olah ada air yang naik.



Mika sempet tegang, tapi gue bilang, “It’s okay, kan ada mama.” Ehhh, begitu lampu digelapin, Mika berdiri, meluk gue dan bilang. “Udah ya… udah selesai ya…” Buru-buru gue ajak Mika keluar. Akhirnya, sambil nunggu yang masih di dalem, Mika pun makan. Gue pun sempat menikmati yang namanya Es Selendang Mayang. Segerrrr banget…
Sebelum bergerak ke Museum Bank Mandiri, kita foto-foto di lapangan di depan Museum Fatahillah. Banyak banget yang jualan aksesoris, mainan , sewa sepeda, topi, ada pertunjukkan ondel-ondel dan kuda lumping. Tapi kenapa ya, koq kaya’ gak teratur, di mana aja mau jualan, ya digelarlah dagangannya. Mungkin lain kali bisa ngeliat museum lain yang ada di area itu juga. Kaya’ Museum Wayang atau Museum Seni Rupa.
Kita berjalan kaki ke Museum Bank Mandiri. Sepertinya Mika udah cape’ karena maunya digendong terus. Di perjalanan, kita ngelewatin beberapa gedung tua yang gak terawat. Di jalan itu gak boleh lewat kendaraan bermotor, tapi ya gitu deh, penuh dengan jualan yang sama seperti yang kita liat di lapangan, plus ada yang bikin tattoo dan ramal-meramal. Kenapa gak ada jualan pernak-pernik khas Betawi? Atau jajanan khas Betawi ya?
Sampai di Museum Bank Mandiri, kita makan siang dulu sambil nonton film sejarah Jakarta (dan sedikit Indonesia) tahun 1920an dan 1940an. Mika seneng banget ngeliat mobil-mobil kuno yang bentuknya lucu-lucu. “Seperti VW kodok Mika,” gitu katanya. Dan karena udah ngantuk, Mika gak ikut keliling museum, tapi langsung balik ke bis sama mama.


Di Museum Bank Mandiri kita diajak ngeliat ruangan-ruangan seperti tempat rapat direksi (konon semua yang ada dibangunan itu masih asli), ruang tempat nyimpen uang kertas dan uang logam dari masa ke masa, bahkan kamar mandi dan kamar ganti.

Dalam perjalanan pulang, ada kuis untuk anak-anak dan orang dewasa. Mika pun kebagian salah satu hadiah, dapet buku tentang helicopter. Tentu langsung dibuka dan ‘dibaca’ dengan ‘serius’. Setelah itu, Mika pun tidur, baru bangun pas sampai rumah.
Sisters Red
Jackson Pearce
Penerbit Atria - Februari 2011
434 hal.
SERIGALA ITU MEMBUKA RAHANGNYA YANG PANJANG.
DERETAN GIGI TAJAM MENDEKAT KE ARAHNYA.
SEBUAH PIKIRAN BERKECAMUK DI DALAM BENAK SCARLETT:
CUMA TINGGAL AKU SENDIRI YANG TERSISA UNTUK BERTEMPUR.
JADI, SEKARANG AKU HARUS MEMBUNUHMU.
Scarlett March hidup untuk berburu Fenris, manusia serigala yang telah mengambil matanya ketika gadis itu berusaha melindungi adiknya, Rosie, dari sebuah serangan brutal. Dengan bersenjatakan sebilah kapak dan tudung merah darah, Scarlett merupakan ahli dalam hal memancing dan membasmi para serigala jadi-jadian. Dia bertekad untuk melindungi para gadis muda lainnya dari kematian yang mengerikan. Jantungnya yang berdegup kencang tidak akan pernah berhenti berpacu sebelum seluruh manusia serigala tewas.
Rosie March dulu mengira hubungan dirinya dengan sang kakak tidak akan pernah retak. Karena merasa berutang nyawa pada Scarlett, Rosie pun ikut berburu dengan ganas di samping kakaknya itu. Namun, bahkan ketika jumlah gadis muda yang menjadi korban semakin meningkat dan ketika kekuatan para Fenris terasa semakin bertambah, Rosie memimpikan sebuah kehidupan yang tidak melibatkan para manusia serigala. Dia mendapati dirinya tertarik pada satu-satunya sahabat Scarlett, Silas, seorang pandai kayu yang sangat mematikan dalam menggunakan kapak. Namun, apakah mencintai pria itu berarti mengkhianati kakaknya serta segala hal yang selama ini mereka perjuangkan?
Éclair
Prisca Primasari
Gagas Media - 2011
236 hlm
Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya.
Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.
Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?