Friday, May 6, 2011

'Tukeran' buku



Punya teman yang hobi baca emang asyik, meskipun hanya 'ketemu' di dunia maya. Dulu gue masih sesekali ikutan ngobrol bareng para kubugil, tapi sekarang udah nyaris gak pernah.

Dan, berawal dari saling berkunjung ke blog masing-masing, akhirnya gue malah jadi pinjem-pinjeman buku. Mbak Riana, berbaik hati nawarin untuk minjem buku In a Strange Room karena gue penasaran banget. Plus Bonsai, akhirnya, gue pun tukeran sama buku Water for Elephants dan Room.

Thank you so much, ya, mbak Riana (semoga rasa penasaranku tertuntaskan...)

Movies...


Gue suka banget sama bukunya, dan tentu aja, pengen banget juga nonton filmnya. Semoga main di Indonesia. Dan semoga juga, Robert Pattinson lebih 'enak' diliat daripada di Twilight Saga.

via IMDb

Satu lagi, yang ditunggu-tunggu - Cars 2, rencananya, kalo film ini main di Indonesia, pengen ngajak Mika nonton di bioskop. Secara Mika 'fans' beratnya Lighting McQueen.

Gambar dulu, baru dimasak

Nulis resep ternyata bisa jadi cantik dengan ilustrasi yang cantik-cantik juga. Nemu website They Draw & Cook. Buat gue yang gak bisa masak, ngeliat gambar-gambarnya aja juga menyenangkan. Menghibur mata banget. Emang agak bingung ya kalo mau baca resepnya, tapi gue akui, unik dan kreatif.





Yang hasil karya anak-anak juga ada, di Kids Draw and Cook






Tuesday, May 3, 2011

Now Reading: Ape House

Ape House
Sara Gruen @ 2010
Two Roads
367 pages

From the bestselling author of Water for Elephants comes another immensely engaging novel, about the fascinating world of bonobos …

Isabel Duncan, a scientist at the Great Ape Language Lab, doesn’t understand people, but animals she gets – especially the bonobos. Isabel feels more comfortable in their world than she’s ever felt among humans… until she meets John Thigpen, a very married reporter who braves the ever-present animal rights protesters outside the lab to see what’s really going on inside.

When an explosion rocks the lab, severely injuring Isabel and “liberating” the apes, John’s human interest piece turns into the story of a lifetime, one he’ll risk his career and his marriage to follow. Then a reality TV show, Ape House, featuring the missing apes, debuts under mysterious circumstances and immediately becomes the biggest – and unlikeliest – phenomenon in the history of modern media.

Ape House delivers great entertainment, but it also opens the animal world to us in ways few novels have done, securing Sara Gruen’s place as a master storyteller who allows us to see ourselves as we never have before.

Ape House is gripping, emotionally exhilarating and, by a large margin, the best novel I’ve read in the past 12 months. Or perhaps 24.

A twisting pacy plot…vivid page-turner…mining the same literary vein as Jodi Picoult and T C Boyle who strong, conflicted characters and ethically charged plots deliver brilliant but challenging fiction.’ The Independent

‘Don’t miss your bus top reading this week’s talking point book…it’s a funny, provocative lampoon of pop culture.’ Grazia

‘Sara Gruen has the double gift of writing colourful page-turners and researching off-beat subjects with broad appeal…She is driven by a vision of humanity seen through the lens of what we do to animals.’ Financial Times

‘Propulsive… Gruen writes with the commercial breathlessness of a cozier Dan Brown.’ Entertainment Weekly

‘The biggest accomplishment of Ape House is that it brings bonobos to life. The writing is effortless, as though Gruen sat down and wrote the book in one breezy afternoon.’ Vanessa Woods, New Scientist

‘If you love animals like I do – it’s a must read.’ Ellen de Generes

Monday, May 2, 2011

Now Reading: Scones and Sensibility

Scones and Sensibility
Lindsay Eland @ 2010
Penerbit Atria - Maret 2011
302 Hal.

Polly Madassa mungkin gadis dua belas tahun paling romantis di dunia. Dia lebih suka lilin daripada lampu, memilih mesin tik daripada komputer, dan berbicara seperti tokoh-tokoh dalam buku klasik. Terlebih lagi, setelah berulang-ulang membaca Pride and Prejudice karya Jane Austen, Polly merasa dirinya paling paham urusan asmara dan bertekad untuk menjodohkan orang-orang di sekelilingnya.

Ada kakaknya sendiri, Clementine, yang menurut Polly menyia-nyiakan waktu dengan seorang pacar menyebalkan. Ada Mr. Nightquist yang kesepian setelah kematian istrinya. Ada Miss Wiskerton, perawan tua yang tak pernah mengenal cinta. Juga Mr. Fisk, ayah sahabatnya Fran, yang telah tiga tahun sendirian. Polly hendak mencarikan cinta sejati untuk mereka, karena yakin bahwa itu adalah takdirnya.

Maka, musim panas kali ini dihabiskan Polly dengan merencanakan perjodohan paling romantis tanpa menyadari bahwa terkadang cinta punya cara sendiri untuk bersemi ...

My Weekend

Tujuan utama ke mall, adalah ke Gramedia, gue udah pengen cari bacaan baru (baca: buku baru), soalnya akhir-akhir ini gue lebih banyak baca buku yang udah lama banget ada di lemari buku gue tapi belum gue baca. Lagipula gue janji sama Mika mau cari buku National Geographic Kids: Truck.

Di Gramedia PIM, sembari gue keliling nyari buku, Mika duduk di bagian buku anak-anak, ditemenin sama mbak-nya. Gue kasih buku yang bikin Mika betah duduk. Liat-liat, dari rak ke rak. Koq, gak ada yang bener-bener bikin gue ‘tergerak’. Akhirnya, gue ambil ‘Coming Home’- Sefryana Khairil, sama ‘Scones and Sensibility’ – Lindsay Eland. Gak ketemu National Geographic Kids: Truck, tapi malah ada yang Train – katanya ini yang paling baru.

Abis dari Gramedia, mampir ke Periplus, gak ada juga si buku Truck, tapi ketemu yang Penguin. Ini juga yang sering disebut-sebut Mika. Di sini gue juga beli Ape House – Sara Gruen.

Sebenernya gue pengen banget beli In a Strange Room – Damon Golgut. Biar mbar Riana bilang buku ini terlalu ‘gelap’ buat gue, gue sih pengen liat dulu ‘wujud’nya, Hehehe… biasanya kalo gue udah pengen, gue malah jadi penasaran banget kalo gak dapet. Yah, weekend ini, santai-santai dulu dengan dua buku ringan.