Thursday, October 6, 2011
Now Reading: Putri Ong Tien
Putri Ong Tien: Kisah Perjalanan Putri China Menjadi Istri Ulama Besar Tanah JawaWinny Gunarti
GPU - September 2010
216 hal.
Untaian fakta dan fiksi dalam buku ini mengangkat dengan sangat indah suka duka sang putri sebagai putri kaisar, saat-saat perjumpaannya dengan Sunan Gunung Jati, serta perjuangannya meleburkan diri dengan kebudayaan di Cirebon.
Putri Ong Tien memang hanya salah satu putri Tiongkok yang pernah bermukim dan menikah di Tanah Jawa. Namun, yang membedakan dari putri-putri China lainnya, dia menorehkan sejarah sebagai perempuan asing yang berhasil masuk ke lingkaran keluarga Kesultanan Cirebon dan ikut dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keramat Sunan Gunung Jati. Banyak barang kerajinan China peninggalannya yang menjadi warisan budaya bernilai tinggi.
Buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan faksi dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Bacaan yang mampu mengajak siapa saja lebih memahami sekaligus menghargai warisan sejarah dan budaya bangsa.
Tuesday, October 4, 2011
my fiksimini: DANSA
via We Heart It- Tiang gantung menjadi tempat dansa terakhirnya.
- Berputar dan terus berputar.. tak peduli ia menari, tanpa selembar benang pun menutupi tubuhnya.
- Tepuk tangan membahana. Tarian terakhirnya begitu memukau. Tak ada yang tahu, darah itu sungguhan. Sekarat ia tergeletak di panggung, tubuhnya dihujani bunga
- Yah, ini tarian terakhirku di bumi. Besok aku akan segera melayang ke surga, menari bersama malaikat kecilku.
- Laki-laki itu melambaikan tangan, mengajakku menari bersama. Tak kuhiraukan jeritan orang-orang yang melihat tubuhku menghantam mobil itu.
- Kumelayang.. menari-nari… Tubuhku bergerak bebas mengikuti irama musik pengantar ke alam baka.
*melihat topik di @fiksimini hari ini, jadi iseng pengen nulis. Udah lama pengen nyoba, tapi hanya di dalam pikiran aja, belum pernah ditulis. Tapi kenapa ya… setiap mencoba menulis, koq yang muncul selalu kalimat ‘mengerikan’? Gue sampe merinding sendiri bacanya. Mungkin terpengaruh juga dari fiksimini yang ada di twitter. Selalu kalimatnya pada tragis-tragis.
Tulisan ini buat di blog aja, ah… belum pe-de di posting di twitter :)
Tumpukan Buku
via Born to be BraveIni nih daftarnya, semoga satu per satu bisa gue coret:
1. Selimut Debu - Agustinus Wibowo
2. The Conch Bearer (Keong Ajaib) - Chitra Banarjee Divakaruni
3. Smile (Senyum) - Raina Telgemeier
4. The Alchemist and The Angel - Joanne Owen
5. If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini) - Gayle Forman
6. Cinderella (as if you didn't already know the story) - Barbara Ensor
7. The Mysterious Benedict Society 2 - Trenton Lee Stewart
8. A Garland for Girls - Louisa May Alcott
9. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) - Chitra Banarjee Divakaruni
10. Therese Raquin - Emile Zola
11. Letters to Sam - Daniel Gotlieb
12. Around the World in 80 Dinners - Cherryl & Bill Jamison
13. Kedai 1001 Mimpi - Valiant Budi
14. On the Other Hand - Chris Cleave
15. The Mistress of Spices - Chitra Banerjee Divarukni (ini pengen baca ulang)
16. Anne of Rainbow Valley - Lucy M. Montgomer
17. Putri Ong Tien - Winny Gunarti
18. Sea Change - Aimee Friedman
19. The Truth about Forever - Sarah Dessen
20. Things Your Mother Never Told You - Olivia Lichtenstein
21. Sweet Misfortunate – Kevin Alan Milne
22. Tweets for Life – Desi Anwar
23. One Day – David Nicholls
24. Rumah Tangga yang Bahagia – Leo Tolstoy
25. Maya and Filippo Play Chef at Sea – Alinka Rutkowska
26. The Translator (Sang Penerjemah) – Leila Aboulela
27. Di Serambi Makkah – Tasaro
28. When God was a Rabbit – Sarah Winman
29. 9 Summers 10 Autumn – Iwan Setyawan
Mari kita baca satu per satu...
Monday, October 3, 2011
Now Reading: Anne of Rainbow Valley
Anne of Rainbow ValleyLucy M. Montgomery
Maria M. Lubis (Terj.)
Qanita - Cet. I, Juni 2011
428 hal.
“… Anne sayang, dari sinar matamu, aku merasa bahwa kedewasaanmu kau kenakan bagaikan pakaian, dan kau ingin sekali melakukan sesuatu yang liar dan berjiwa muda lagi .…”
Anne tak menyangka bahwa akhirnya dia bisa mencintai Ingleside sebesar cintanya pada rumah impian. Dia tersadar, bahwa rumah ada di hati, bukan hanya secara fisik. Ingleside adalah tempat Anne dan Gilbert membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan cinta. Anak-anak yang mewarisi sifat ibunya; Jem yang berjiwa petualang, Nan dan Di yang ceria, dan Walter yang penuh mimpi.
Anne tak peduli meskipun kebanyakan penduduk Glen mengkritik Anne yang membiarkan Walter menulis puisi, Jem yang ingin jadi tentara, dan Nan serta Di yang tomboi. Dia membiarkan anak-anaknya menjelajahi Lembah Pelangi, tempat semua keajaiban terjadi. Setiap hari, anak-anak pulang dengan cerita seru dan baru, suka dan duka. Anne hanya tersenyum setiap kali Miss Cornelia tergopoh-gopoh mengadukan kenakalan anak-anaknya. Menari di pemakaman Methodis, berteman dengan anak-anak nelayan kumuh, Walter yang berkelahi karena diejek banci, atau balapan naik babi yang menghebohkan seluruh St. Glen Mary.
Setiap hari, Anne mendengarkan kisah-kisah seru anak-anak, tertawa bersama mereka dan menghibur mereka kala sedih. Karena Anne tahu, tugasnya sebagai seorang ibu adalah mengantarkan anak-anaknya ke gerbang masa depan.
'mampet'
Pernah pengen mulai lagi. Baru satu-dua kalimat.. yah, mentok... mau disambungin apa ya?? Paling-paling sekarang, urusan tulis-menulis hanya sebatas bikin 'review' buku. Suka iri liat temen-temen lain bikin review yang panjang dan lengkap. Canggih banget...
Pengen ikutan @fiksimini, cuma suka gak pe-de... malu... Gini nih.. pengen 'eksis', tapi suka malu :)
Nah kan.. isi posting-an ini aja gak jelas... :D





