Thursday, November 24, 2011

Need a Break


Akhir-akhirnya ini kaya'nya sibuk aja bawaannya. Di kantor koq kerjaan makin bertumpuk dan bikin stress. Buntutnya gue jadi gampang emosi, ngomel-ngomel dan bt aja. Apalagi dikritik dikit di kantor, wuih, rasanya kepala langsung berasap.

Kemarin seharian, kepala gue berasa pusing, punggung pegel-pegel. Ehhh..dalam perjalanan pulang ke rumah, semuanya berangsur ilang dan hilang sama sekali waktu sampai rumah.

Kesibukan pas weekend, juga bikin gue gak sempat untuk bersantai. Kegiatan weekend, seperti biasa nemenin Mika main, baca atau kalo sempet nonton tv.

Bener-bener butuh refreshing. Untung aja, minggu depan, ada family gathering ke Bali. Semoga aja bisa me-recharge semangat, energi dan pikiran-pikiran positif lainnya.

my fiksimini: RUSAK


- DICARI: Tukang reparasi hati


- Saat kamu, menjadi dia. Saat kita, menjadi aku dan dia

- Ia menutup telinga, pusing mendengar suara yang keluar dari mulut rusak itu

- Jari-jemari patah. Badan biru lebam. Mata sembap

- Penari balet itu tak bisa lagi menari. Putaran di punggungnya patah

Thursday, November 3, 2011

Wishlist


Daftar buku yang harus dibaca semakin panjang, eh... tapi ada juga yang udah dicoret sih. Tapi, wishlist juga semakin panjang. Tiap hari ada buku baru, browsing sana-sini, ngeliat buku keren.

  1. My Name is Memory (Ann Brashares)
  2. Sebelas Patriot (Andrea Hirata)
  3. Madre (Dee)
  4. One Amazing Thing (Chitra Banerjee Divakaruni)
  5. The Nine Lessons (Kevin A. Milne)
  6. Jahanara (Indu Sundaresan)
  7. Selimut Debu (Agustinus Wibowo)
  8. Garis Batas (Agustinus Wibowo)
  9. Judul Buku ini Rahasia (Pseudonymous Bosch)
  10. Wuthering Heights (Emily Bronte)
  11. Hari-Hari Bahagia (L.M. Montgomery)
  12. A Little Princess (Frances Hodgson Burnett)
  13. Anak-Anak Kereta Api (Edith Nesbit)
  14. Gadis Pendongeng (L.M. Montgomery)
  15. Taman Rahasia (Frances Hodgson Burnett)
  16. The Mysterious Benedict Society 2: The Perilous Journey (Trenton Lee Stewart)
  17. The Mysterious Benedict Society 3: The Prisoner’s Dilemma (Trenton Lee Stewart)
  18. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #2: Magician (Michael Scott)
  19. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #3: The Sorceress (Michael Scott)
  20. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #4: The Necromancer (Michael Scott)
  21. Sarah’s Key (Tatiana de Rosnay)
  22. Book Thief (Markus Zusak)
  23. I am Messanger (Markus Zusak)
  24. One Day – David Nicholls
  25. Please Look After Mom (Ibu Tercinta) - Kyung-Sook Shin
  26. When God was a Rabbit – Sarah Winman
  27. Mockingjay – Suzanne Collins
  28. Before I Fall – Lauren Oliver
  29. Muhammad 2: Para Pengeja Hujan – Tasaro GK
  30. Never Let Me Go – Kazuo Ishiguro
  31. Heart Shaped Box - Kotak Berbentuk Hati
  32. The Night Circus - Erin Morgenstern
  33. After (Setelah Malam Itu) – Amy Efaw
  34. 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa - Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
  35. Where She Went – Gayle Forman
  36. Hex Hall – Rachel Hawkins
  37. Hotel on the Corner of Bitter and Sweet – Jamie Ford

Friday, October 28, 2011

Now Reading: Things Your Mother Never Told You

Things Your Mother Never Told You
Olivia Lichtenstein @ 2009
Orion Books - 2009
321 pages


'I hate you. When I'm a mother, I'm never going to be like you...'



These words come back to Ros, years later. Her marriage of twenty years is over; her sons are moving out and her dear mother, Lilian, seems to have taken up residence in her head, reminding her of things she once said. As Ros adapts to sharing custody of the family dog and life without her husband and boys around, she embarks on a new regime: yoga, herbal remedies and internet dating.

But when a parcel arrive containing a portion of her mother’s memoir, Ros discovers a barely recognizable woman within its pages. As long-buried secrets are revealed, Ros finds the journey into her mother’s past could change her own future…

A sharp, funny and touching novel about the secrets mothers and daughters keep from each other.

Smurf - The Movie


There is a place.
A place that knows no sadness, when even feeling blue is a happy thing.
A place inhabited by little blue beings three apples high.

La la la la la la... sing a happy song
La la la la la la ....smurf the whole day long


Waduh..waduh… my favorite cartoon character.. ada film-nya. Kenapa setelah sekian lama baru ada yang bikin filmnya? Dibanding karakter kartun lain, rasanya emang Smurf kurang begitu populer. Si makhluk biru setinggi 3 buah apel ini sudah berhasil mencuri hati gue sejak gue SD.

Film ini masih berkisah tentang Gargamel (Hank Azaria) yang pengen banget menculik para smurf untuk mendapatkan esens kebahagiaan. Smurf-smurf ini emang happy selalu, mereka bahkan punya Happy Song yang dinyanyiin setiap lagi kerja.


Alkisah si Clumsy – si Smurf Ceroboh gak sengaja ‘membawa’ Gargamel dan kucingnya masuk ke desa Smurf. Hancurlah desa Smurf. Semua Smurf berlarian ke hutan untuk menyelamatkan diri. Dasar Clumsy, malah nyasar lewat jalan yang salah. Papa Smurf, Smurfette, Brainy, Gutsy, dan Grouchy mengejar Smurf menuju air terjun. Saat itu, tibalah saat Blue Moon, sebuah pusaran menarik para Smurf ke dunia lain – dunia manusia.

Mereka pun terdampar di New York, dan masuk ikut terbawa ke rumah pasangan Winslow (Neil Patrick Harris & Jayma Mays)

Terjadilah kejar-kejaran antara smurf dan Gargamel.

Wah, nonton ini serasa nostalgia. Love them as always. Mika pun cukup terhibur ngeliat Smurf yang kecil dan imut-imut itu. Bahkan Mika bisa bersenandung Happy Song-nya Smurf.

*mbak Riana, pinjem opening-nya :)

Tuesday, October 18, 2011

Now Reading: The Mysterious Benedict Society#2: Perjalanan Maut

The Mysterious Benedict Society & The Perilous Journey
(Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut)
Trenton Lee Stewart
Maria M. Lubis (Terj.)
Penerbit Matahati - Januari 2010
546 Hal.

Para anggota Persekutuan Misterius Benedict berkumpul lagi, kali ini untuk merayakan satu tahun pertemuan mereka.

Sayangnya, Mr. Benedict dan Nomor Dua menghilang. Anak-anak hanya memiliki petunjuk dari Mr. Benedict yang harus mereka pecahkan—yang akan membawa mereka ke tempat dirinya berada, di suatu tempat terpencil yang tidak ada dalam peta dunia mana pun.

Dan bukan suatu kejutan, mereka kembali berhadapan dengan musuh lama—Mr. Curtain yang jahat, beserta orang-orang bayarannya, para Manusia Sepuluh yang sangat berbahaya!

Thursday, October 13, 2011

Now Reading: Selimut Debu

Selimut Debu
Agustinus Wibowo
GPU - Januari 2010
480 hal.

Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis---catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling "negeri mimpi"---yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum---sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan "Tanah Bangsa Afghan" dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan---sampai akhirnya ditemukan kembali.

"As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided."
---The Jakarta Post

"Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat."
---Kompas