Friday, January 26, 2007

More Cool Quiz

You Are Kermit

Hi, ho! Lovable and friendly, you get along well with everyone you know.
You're a big thinker, and sometimes you over think life's problems.
Don't worry - everyone know's it's not easy being green.
Just remember, time's fun when you're having flies!


You Are Cookie Monster

Misunderstood as a primal monster, you're a true hedonist with a huge sweet tooth.

You are usually feeling: Hungry. Cookies are preferred, but you'll eat anything if cookies aren't around.

You are famous for: Your slightly crazy eyes and usual way of speaking

How you life your life: In the moment. "Me want COOKIE!"


You Are Marge Simpson

You're a devoted family member who loves unconditionally.

Sometimes, though, you dream about living a wild secret life!

You will be remembered for: your good cooking and evading the police

Your life philosophy: "You should listen to your heart, and not the voices in your head."

Gak Ada Ide

Gue lagi gak ada ide mau nulis apa di blog. Akhirnya, gue isi quiz-quiz lucu aja buat dipajang di blog. Dan, gue jadi 'ketagihan' nih. Di blogthing.com, ada banyak quiz lucu, ntar kalo iseng dan 'mati gaya' di kantor, gue mau nyoba lagi ah, quiz-quiz-annya.

Which HP Kid Are You?


Which HP Kid Are You?

Thursday, January 25, 2007

What's my 1950s Name?

Your 1950s Name is:

Holly Vivian

'Hang'

Gue lagi hang banget kemarin... kerjaan yang banyak bikin gue stress... ditambah, a little private problem...

Dua kali gue numpahin air minum di ruangan gue. Yang hasilnya bikin karpet, kursi, meja dan kertas-kertas basah. Dan untungnya gak kena notebook yang lagi 'berbaring' di meja gue.

Pertama pagi-pagi.. botol air minum yang mau gue bawa ke pantry kesenggol sandaran kursi. Lepaslah dari tangan gue, tutupnya lepas, air yang masih setengah botol itu pun bertebaran di mana-mana.

Kedua sore-sore... gue lagi minum vitamin c, pas gue mau tutup botolnya, gak tau kenapa, kelepas dari tangan gue... lagi-lagi, gue membuat basah meja gue dan kertas-kertas yang ada. untungnya gak ada kertas yang penting-penting banget. Tapi, tetap aja, gue kesel banget... dan berpikir, "Hey.. what's wrong with me?"

Wednesday, January 17, 2007

People Come and Go

Gee... gue gak nyangka gue bakal merasa kehilangan banget ketika salah satu ekspat di kantor resign. She is an australian. She is nice... mmm... meskipun kadang she is a little bit pushy (mmm.. ngomongin bule harus pake bahasa inggris dikit.. hehehe).

Dia baik orangnya, enak diajak ngobrol, meskipun kadang apa yang mau gue sampein suka gak matching sama yang keluar dari mulut gue. Waktu gue married, dia datang...

Satu lagi, waktu boss gue resign, gue merasa kaya' orang linglung. Selama ini, kalo ada sesuatu yang gak bisa gue kerjain, gue tinggal tanya ke beliau, and he handled the rest. Sekarang, gue harus bisa nyelesain masalah sendiri dan harus bisa nunjukin kalo gue bisa ngerjain, kalo gue juga mampu ngerjain sesuatu yang susah.

Banyak orang yang udah datang dan pergi dalam kehidupan gue. Sahabat yang dulu rasanya jadi satu-satunya orang yang tahu kehidupan pribadi gue, ketika pisah, jadi kaya' orang asing.

Hmmm.. life oh, life…
(ending yang gak jelas…)

Monday, January 15, 2007

Blog-Blog Baru

Di tengah-tengah kesibukan di kantor, gue masih sempet bikin blog baru, buat mengusir kebosanan, kejenuhan dan 'kekesalan' saat gue lagi suntuk kerja. Iseng-iseng gue browsing ke beberapa blog yang menawarkan free blog template. Dan, banyak yang lucu-lucu, tapi butuh waktu buat diaplikasikan ke blog gue. Ada beberapa yang tinggal copy - paste.

Salah satu template favorit gue, adalah template yang gue pake untuk blog yang isinya
cerita film yang udah gue tonton.

Satu blog lagi yang gue bikin, adalah
blog buku. Gue pake template yang hitam dengan sedikit warna cokelat.

Setelah gue pikir-pikir, sebenernya, emang gue lebih suka template yang warna gelap atau tua, seperti hitam, cokelat atau kombinas gelap dan terang. Gue lagi nyari-nyari template yang cocok buat blog utama gue, tapi koq ya, belom ada yang pas di hati.

Bahkan, saking isengnya, gue bikin blog buat menampung
resep dengan template gambar dapur!!! Gak gue banget, deh!!

Wednesday, January 10, 2007

I am Supergirl!!

Your results:
You are Supergirl


Lean, muscular and feminine.

Honest and a defender of the innocent.

Supergirl --- 85%
Green Lantern --- 85%
Wonder Woman --- 80%
Robin --- 75%
Superman --- 70%
Spider-Man --- 55%
The Flash --- 50%
Batman --- 30%
Iron Man --- 30%
Hulk --- 15%
Catwoman --- 15%

Click here to take the "Which Superhero are you?" quiz...

Tuesday, January 9, 2007

[Book Review] THE NAMESAKE

The Namesake (Makna Sebuah Nama)
Jhumpa Lahiri
Gita Yuliani K (Terj.)
GPU, Jakarta 2006
336 Hal.

Ungakapan “Apalah arti sebuah nama?” yang begitu popular tampaknya tidak berlaku dalam novel yang pernah masuk jajaran novel terlaris pada tahun 2003 ini. Namalah yang menjadi benang merah dalam cerita ini. Makna sebuah nama-lah yang menjadi ‘nyawa’ dari novel yang ditulis oleh Jhumpa Lahiri, pemenang Pulitzer untuk buku kumpulan cerpennya yang berjudul, The Interpreter of Maladies.

Ashoke dan Ashima Ganguli, pasangang suami istri asal India, datang ke Amerika. Berusaha menggapai mimpi dan harapan tanpa melupakan leluhur dan adat istiadat mereka. Demi rasa hormat mereka pada leluhur merekelah, ketika anak pertama mereka lahir, mereka rela menunda untuk memberi nama pada anak itu. Pemberian nama tertunda karena mereka berdua menunggu surat dari nenek sang Ibu, buyut bayi itu. Surat tak kunjung datang, sementara si bayi tidak bias dibawa pulang tanpa sebuah nama di akte kelahiran.

Lalu, tercetus nama Gogol di benak sang ayah. Nama yang aneh, tidak berbau India, apalagi Amerika. Sebuah nama yang berasal dari nama penulis favorit Ashoke. Tapi ada apa sebenarnya di balik nama itu? Apakah hanya sekedar berdasarkan rasa kagum pada si penulis?

Nama Gogol seolah menjadi beban bagi si penyandang nama. Ketika masih kecil, justru Gogol enggan menyebut dirinya dengan nama ‘resmi’ yang diberikan orang tuanya. Menurut kebiasaan di India, seseorang akan menyandang dua nama, satu nama panggilan di keluarga yang akan melekat seumur hidup pada diri orang itu, satu lagi, nama resmi, nama yang diberikan nenek atau buyut mereka.

Tapi, makin lama, nama Gogol semakin mengganggu. Puncaknya Gogol meminta sendiri namanya untuk diganti menjadi Nikhil Ganguli, nama yang dulu sempat ditolaknya. Gogol tidak tahu betapa berartinya nama 'Gogol' bagi ayahnya, bahwa nama itulah yang menyelamatkan ayahnya dari sebuah kecelakaan kereta api.

Gogol tumbuh dengan pengaruh budaya Amerika yang lebih kuat melekat daripada budaya India. Gogol mulai merasa segan dan malas setiap kali pergi berlibur ke Calcutta bersama keluarganya. Sedapat mungkin ia berusaha menjauh dari kebiasaan kedua orang tuanya. Ia memilih kuliah yang jauh dari rumah orang tuanya, jarang pulang ke rumah, jarang menelepon orang tuanya, pergi ke pesta dengan teman-teman Amerikanya, lebih menyukia musik barat, bahkan beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis Amerika yang kurang disetujui oleh orang tuanya.

Tapi, Gogol tidak bisa menolak ‘perjodohan’ yang diatur Ashima. Gogol akhirnya menikah dengan gadis India, Moushumi.

Cerita dalam novel ini mengalir dengan tenang, tanpa banyak gejolak. Gogol sebagai tokoh utama, tapi tidak mengesampingkan tokoh-tokoh penting lainnya yang berperan dalam kehidupan Gogol, seperti Ashoka, Ashima dan Moushumi yang cukup banyak mendapat porsi dalam novel ini. Mungkin novel ini, seperti bercerita tentang riwayat hidup seorang pemuda bernama Gogol. Mulai dari proses kelahirannya, proses pemberian nama Gogol, sampai akhirnya ia tumbuh dewasa, menjalani proses pendewasaan dalam dirinya yang membuat ia memandang orang tuanya bukan sebagai orang tua yang kolot, tapi sebagai orang tua yang sederhana yang menjalani semua ritual yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anaknya.


Tenang, tapi tidak akan membuat kita merasa bosan. Penggambaran karakter cukup detail. Keadaan di sekitar juga tergambar dengan detail, membuat kita bisa ikut membayangkan apa yang ada di sekeliling para tokoh. Misalnya ketika Gogol dan Ashoke berjalan-jalan di pantai melewati batu-batu karang, “Tubuh mereka hari itu menimbulkan bayangan sangat panjang dan ramping, berdempetan, matahari siang bersinar di belakang mereka. Mereka berhenti untuk memerhatikan pelampung kayu retak bercat biru-putih, berbentuk seperti payung kuno. Permukaanya terlilit untaian tipis rumput laut cokelat dan tertutup kerak remis.” (hal. 213)

Sebuah kisah yang indah, tidak membuat kita ‘terlonjak’, tapi kita akan terhanyut dalam cerita ini.

07.01.08
(gue bener-bener menikmati baca buku ini… meskipun lama juga sih, selesainya. Tapi, surprise… surprise… tumben gue gak berasa bosen baca buku yang ‘irit’ percakapan…)

Friday, January 5, 2007

Sibuk Berat

Setelah libur tahun baru selesai, gak ada acara santai, yang ada kerja keras dan lembur tiap hari. Maklum buat accounting, saatnya tutup buku, saatnya pontang-panting.

Gue yang biasanya pulang on time jam 1/2 6 atau paling telat jam 6, seminggu ini pulang di atas jam 9. Dan itu rekor buat gue. Temen-temen sekantor gue pada berseru, "Wah... tumben masih ada di kantor."

Hasilnya buat gue, tiap bangun pagi, rasanya males banget. Di kantor, mata ini rasanya berat banget. Ngantuks berats!

Dan ini masih belom berakhir. Setelah laporan tahunan selesai, waktunya bikin budget, lalu setelah budget, waktunya untuk laporan pajak.

Cihuuyyy...

(tapi... koq masih sempet browsing terus ya? hehehe...)

Tuesday, January 2, 2007

[Movie Review] Eragon

Cast:
Eragon (Ed Speelers)
Brom (Jeremy Irons)
Arya (Sienna Guilorry)
Galbatorix (John Malkovich)
Shade/Durza (Robert Carlyle)
Voice of Saphira (Rachel Weisz)

Akhirnya, bisa juga nonton Eragon. Gak ada kerjaan di hari pertama tahun 2007, akhirnya gue dan suami gue jalan-jalan ke PIM dengan tujuan nonton.

DI PIM bejubel abg, kaya’nya kebanyakan nonton film Pocong 2, deh.. tapi, please… gue gak akan mau nonton film horror itu. Ngeliat patung Poc ong yang dipajang di sebelah posternya aja gue udah merinding.

Tadinya, kita mau nonton filmnya Ben Stiller, Night at the Museum, tapi ternyata tiket jam 16-nya abis, baru ada lagi jam 6 sore. Akhirnya, kita nonton Eragon.

Eragon dibuat berdasarkan novel yang ditulis Christopher Paolini, anak cowok kelahiran tahun 1983 yang doyan sama cerita fantasi. Ceritanya tentang Eragon yang lagi berburu di Hutan Spine nemu batu berwarna biru. Dia gak tau kalo baru biru itu adalah telur naga yang dicari-cari sama Raja Galbatorix yang jahat.

Tibalah saat si naga itu menetas. Gara-gara naga itu – Saphira – Eragon harus kehilangan pamannya yang dibunuh pasukan Galbatorix.

Jadi menurut legenda Alagaeisa, jaman dulu itu, ada penunggang naga yang ketika masa jaya-nya malah berebut kekusasaan. Nah, kekisruhan ini dimanfaatin sama Galbatorix untuk mengambil alih kekuasaan. Jadi dibunuhlah semua naga dan para penunggangnya. Tapi, satu telur berhasil diselamatkan Arya, telur ini lah yang ditemukan Eragon.

Ditemani Brom, Eragon dan Saphira pergi ke Pegunungan Beor, untuk bertemu dengan para pemberontak, Kaum Varden. Di tengah jalan, mereka dicegat sama Ra’Zac, pasukan yang serem dan menggelikan, yang menghalangi jalan mereka.

Seperti biasa, happy ending, meskipun petualangan belum selesai. Eragon dan Saphira berhasil membunuh Shade, penyihir gelap suruhan Galbatorix. Wilayah Varden berhasil diselamatkan.

Emang sih, kalo ngeliat bukunya tebal banget, yang isinya sarat dengan petualangan, ketegangan dan lumayan membuat 'lelah', film ini bisa dibilang 'singkat', hanya 2 jam. Bandingkan dengan Harry Potter dan LOTR yang durasinya bisa sampai 3 jam. Film ini bisa dibilang kurang seru, pertempurannya hanya sedikit. Bagian yang paling menguras emosi, adalah ketika Brom meninggal. Tapi, kalo mau nyari gambar yang indah, seperti film fantasi lainnya, film ini memanjakan mata kita dengan pemandangan yang indah banget.
Dan, gue suka banget liat ekspresi Eragon ketika ngeliat telur naga itu menetas, atau, gimana pas dia pertama kali naik ke punggung naga. Saphira sendiri, naga berwarna biru dan ‘cantik’. Eragon yang tadinya hanya anak remaja yang suka iseng, gemar berburu dan main perang-perangan sama sepupunya, Ron, berubah jadi anak yang begitu dewasa dalam waktu singkat.

Gambar-gambar Eragon lebih ‘berwarna’ dibanding Lord of The Ring. Meskipun beberapa kali ada bagian-bagian yang gelap dan suram, tapi tetap aja lebih membuat yang nonton nyaman, gak merasa muram.

Dan karena pas baca bukunya gue rada susah membayangkan cerita Eragon ini, pas nonton gue hanya bisa comment, “Bagussss banget… gak sabar nunggu film keduanya”.

Tahun Baru... Blog Baru...

Sengaja tahun baru ini, udah niat mau bikin blog baru. Bukan berarti meninggalkan yang lama. Cuma pengen aja, biar ketauan apa yang udah gue lewatin tahun-tahun kemarin. Biar lebih segar, manis dan ehem.. romantis... makanya gue pilih warna pink. Meskipun kalo bosen bisa gue ganti lagi.

Hmm... bicara tentang tahun lalu, gue jadi berpikir, apa ya, yang udah terjadi selama tahun 2006? apa yang udah gue capai, apa yang udah gue perbaiki.

Yang pasti, tahun 2006, tahun yang berarti banget buat gue, karena... tentu aja karena gue menikah. Hal yang gak terpikir sama sekali akan terjadi di tahun 2006. Hal yang kaya'nya bukan jadi priority gue. Tadinya pernikahan itu bakal terjadi di tahun 2007, tapi, Alhamdulillah, karena malah terlaksana lebih cepat.

Hal lain adalah, di pekerjaan gue. Kebetulan salah satu atasan gue mengundurkan diri. Dan, gue 'ketimpaan' kerjaan beliau. Hmm.. okelah, dari segi salary ada peningkatan. Dan berarti juga ada peningkatan di segi pekerjaan dan tanggung jawab.

Terus, di tahun 2006 juga... gue dan suami gue bisa beli mobil meskipun nyicil. Tapi, udah bikin kita berdua bangga dan terkagum-kagum sendiri karena ada sesuatu yang bisa kita 'hasilkan' dalam sebulan menikah.

Lalu, apa ya 'resolusi' gue tahun 2007 ini...

Again... giatkan menabung... rem belanja pake kartu kredit. Terus, yang pasti 'membenahi' rumah tangga gue. Pengennya mulai nyari-nyari rumah. Program anak... kita terus usaha, semoga kita siap aja untuk punya anak. Terus, soal kerjaan, gue harus lebih sadar, kalo tanggung jawab gue semakin besar. Boss-boss akan semakin menuntut gue untuk kerja lebih cepat. Gak boleh males kalo lagi gak mood.

Terus… hehehe… ayo… harus bisa melawan napsu untuk ngemil dan ‘laper mata’. Harus inget baju-baju yang mulai sempit!

Terus... apa lagi ya... o ya.. selesain buku-buku yang dibeli tapi belom sempet terbaca. Mulai coba-coba nulis lagi... ini susah juga kalo lagi gak mood dan gak ada ide.

Pokoknya semoga 2007 lebih asyik, lebih membuat hidup gue lebih berwarna dan berarti...

Happy New Year 2007