Monday, February 28, 2011

My Weekend

via We Heart It

Berhubung sudah waktunya belanja bulanan, jadinya gue ngajak Mika ke toko buah dan ke supermarket untuk belanja keperluannya Mika.

Di toko buah TOP, kebetulan ada 'patung' semangkanya, dan tiba-tiba Mika bilang, "Mika mau semangka." Gue tanya, "Bener?" soalnya, gue tau selama ini, setiap dikasih semangka, Mika gak mau. Terus, Mika bilang, "Iya, bener."

Di rumah, bolak-balik, Mika bilang (bahkan waktu bangun tidur siang), "Hmmmm.. semangka enak ya. Dingin... segar..."

Hari Minggu, kumpul-kumpul di rumah Om Glen, sekalian mau ngebotakin si Queency. Tentunya, heboh makan... dan makan terus... mulai dari cemilan keripik-keripik, Chicken Tikka Masala, ada macaroni schottel, Huzaren sla, ada juga black pepper salad. Campur aduk, tapi enak dan kenyang. Ditambah siomay untuk makan sore.

Mika heboh main bareng Fayyaz, Nasywan, Darrell plus Kenzi (anaknya Kiky). Sampe rumah, teler, gak bangun-bangun sampe pagi.

Satu keisengan Mika yang baru: telapak kaki ditaro ke pipi, terus dia bilang, "Assalamualaikum, Mama. Mama lagi ngapain?"

Friday, February 25, 2011

Welcoming weekend....

via We Heart It


Sh-Boom (Life Could be a Dream)
by The Crew Cuts

Hey nonny ding dong, alang alang alang
Boom ba-doh, ba-doo ba-doodle-ay

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If I could take you up in paradise up above (sh-boom)
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart
(Hello, hello again, sh-boom and hopin' we'll meet again)

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If only all my precious plans would come true (sh-boom)
If you would let me spend my whole life lovin' you
Life could be a dream, sweetheart

Now every time I look at you
Something is on my mind (dat-dat-dat-dat-dat-duh)
If you do what I want you to
Baby, we'd be so fine!

Oh, life could be a dream (sh-boom)
If I could take you up in paradise up above (sh-boom)
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart

Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da, sh-boom!

Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da
Sh-boom sh-boom Ya-da-da Da-da-da Da-da-da Da, sh-boom!

Every time I look at you
Somethin' is on my mind
If you do what I want you to
Baby, we'd be so fine!

Life could be a dream
If I could take you up in paradise up above
If you would tell me I'm the only one that you love
Life could be a dream, sweetheart
(Hello hello again, sh-boom and hopin' we'll meet again) boom sh-boom

Hey nonny ding dong, alang alang alang (sh-boom)
Ba-doh, ba-doo ba-doodle-ay
Life could be a dream
Life could be a dream, sweetheart!

Life could be a dream
If only all my precious plans would come true
If you would let me spend my whole life loving you
Life could be a dream, sweetheart

(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
(dee-oody-ooh, sh-boom, sh-boom)
Sweetheart!!

Thursday, February 24, 2011

Storytelling

via We Heart It

Baca buku sebelum tidur jadi salah satu rutinitas Mika sebelum tidur. Biasanya, Mika pilih sendiri bukunya. Gak cuma satu, tapi bisa 5 buku sekaligus. Mika bilang, "Mau banyak-banyak."

Kalo pertama kali baca, biasanya Mika bilang, "Tolong bacain, Mama." Oke, gue baca halaman pertama. Bacanya sih, bukan kalimat per kalimat. Biasanya gue ceritain aja berdasarkan gambar dan modifikasi dari kalimat yang ada di buku. Masuk ke halaman ke dua, mulai Mika yang ngoceh, misalnya kalo baca seri Cars, "Wuih, mobilnya gede banget!", atau, "Guido-nya kecapean, jadi diderek sama Mater."

Atau buku lain lagi - Piglet 1,2,3..., misalnya ketemu angka 2, Mika akan hitung ada berapa burung, terus dia bilang sambil tunjuk gambar angka, "Berarti ini angka 2!"

Dan, acara baca-membaca buku itu jadi rame banget dengan suara Mika yang ngoceh terus gak berhenti-berhenti. Kalo satu buku habis, Mika bilang, "Habis. Sekarang yang ini." - sambil ambil buku lain lagi.

It's such a fun activities for both of us. End up-nya, buka gue yang cerita untuk Mika, tapi Mika yang 'cerita' untuk gue.


Wednesday, February 23, 2011

Just Smile...

via We Heart It

Smile
by Connie Talbot

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just...

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile...

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile



Tuesday, February 22, 2011

[Movie] Mater's Tall Tales


Hari sabtu, sebelum pergi ke acara HBT Care, gue sempet nemenin Mika nonton ‘Mater’s Tall Tales’. Mika kan penggemar karakter Cars, Madagascar sama Happy Feet.

Mater’s Tall Tales ini terdiri dari beberapa kartun pendek. Inti ceritanya adalah Mater yang pengen ‘tampil’, jadi superhero dan terkenal seperti temennya si Lightning McQueen. Ada yang Mater jadi dokter, pemadam kebakaran, penyanyi rock, matador bahkan detektif. Alur ceritanya nyaris sama semua, ada dua mobil ‘perempuan’ genit – Mia dan Tia – yang jadi penggemar setia Mater, menjelang akhir cerita, muncul McQueen yang jadi ‘pelengkap penderita’, terus, McQueen akan bertanya dengan nada gak percaya, sampai akhirnya muncul satu tokoh yang seolah ‘mengkonfirmasi’ kebenaran cerita Mater.

Untuk orang dewasa, tentunya setelah nonton 2 episode, bakal ketebak episode selanjutnya. Tapi, untuk anak-anak, film animasi satu ini tetap lucu. Mater bener-bener jadi mobil 'narsis'. Sukses membuat Mika dan gue cekikikan.


Monday, February 21, 2011

My Weekend

via We Heart It

Well, I must say that I had a great weekend. Simple, but fun

Hari Sabtu, gue ikutan acara ‘HBT Care’. Acara CSR-nya kantor gue. Kita berkunjung ke panti asuhan yang ada di daerah Cibubur.

Di luar segala kegiatan agama yang diadakan di sana (karena panti asuhan ini non-muslim), gue ternyata menikmati aktivitas yang kita lakukan di sana. Mendengar mereka bernyanyi, ketawa. Belum lagi pas games. Ada yang mewarnai untuk anak-anak TK. Terus, ada lomba puzzle untuk anak-anak SD. Dan tebak lagu untuk anak yang lebih gede lagi.

Kebetulan gue ikut ngebantuin di lomba puzzle. Ada tiga kelompok, yang masing-masing ada 5 orang. Sebelumnya puzzle ‘diberantakin’ dulu. Dan begitu dimulai, semua langsung heboh. Kebingungan di awal karena gak nemuin yang cocok, ada yang nangis karena gak kebagian puzzle atau gak diajak sama temennya. Ada yang ‘mendominasi’ puzzle dan ngomel kalo temennya salah. Ada yang ‘sirik’, karena mengira kelompok sebelah dibantuin. Dan, gue pun ikut gregetan pengen bantuin. Yang paling seru, begitu puzzle udah terpasang semua, yang menang langsung bersorak, dan dengan kompaknya, satu ruangan itu langsung tepuk tangan.

Abis itu, kita makan bareng-bareng. Hehehe, makan siangnya kan dari O’Ben – Japanese Catering, menunya beef teriyaki plus nasi. Dan dari si catering, gak disediain sendok, hanya sumpet. Jadinya banyak yang nyari sendok (gak hanya anak-anak sih, ada juga yang dewasa yang ternyata gak bisa pake sumpit). Temen gue ada yang bilang, “Koq loe kebagian banyak banget dagingnya?” Mmm.. how do I know? Tapi, gue liat dari mangkok-mangkok yang lain, beef teriyaki-nya cukup berlimpah dan rasanya ok. Bisa jadi alternatif untuk catering (selain nasi padang, dan jenis nasi kotak lainnya)

Setelah makan, bagi-bagi goody bag, kita pulang. Wuiiihhh… cuaca panas bangetttt… sampe rumah, gue merasa ‘meleleh’ dan langsung mandi biar seger.

Hari Minggu, udah janji mau berenang sama Mika. Dan, Mika meskipun pas baru nyebur, menggigil kedinginan, tapi langsung seneng banget ketemu ‘air’. Soalnya emang udah lama sih, gak berenang. Mika langsung nyoba ‘gaya’ baru. Biasanya, Mika ‘hanya’ seperti lari-lari di air, kemarin kakinya mulai gerak-gerak ke belakang. Bahkan, tiba-tiba dia bilang, “Berenang gaya bobo’” alias gaya punggung. Gue pegang lah, pelampungnya di punggung sambil Mika tiduran, kakinya juga bergerak-gerak sendiri. Pelan-pelang gue lepasin pegangan gue, lumayan bertahan beberapa detik Mika ‘tiduran’ sendiri. Sambil dia berenang tiduran, Mika bilang, “Wuih, Mika liat awan, Mika liat langit. Ehhh.. ada patung giraffe.”

Abis berenang, mandi terus pulang. Di mobil, Mika diem aja. Ternyata, Mika cape’ dan ngantuk. Tapi, sampe rumah, begitu ngeliat ada mainan pesawat dari Nang-nya, langsung heboh lagi. Pesawatnya dibawa tidur dan dibawa ke mana-mana.

Dan, rasanya setiap hari, gue ngeliat ada aja, ‘gaya’ barunya Mika. Semalem, dia bergaya seolah lagi ‘meluncur’. Kakinya di atas tempat tidur dan badannya di kasur bawah. Gue tanya, “Ceritanya Mika lagi ngapain sih?” Mika bilang, “Kaya’ Mumble waktu udah besar.” Oooo… kali ini gayanya ‘terinspirasi’ dari Happy Feet, gaya penguin-penguin lagi meluncur di es.


Hello, Monday...!



Friday, February 18, 2011

Chocolate buat sore-sore



Now Reading: The Memory Keeper's Daughter

The Memory Keeper's Daughter
Kim Edwards @ 2005
Penguin Books
513 pages

Award-winning writer Kim Edwards's The Memory Keeper's Daughter is a brilliantly crafted family drama that explores every mother's silent fear: what would happen if you lost your child and she grew up without you?

On a winter night in 1964, Dr. David Henry is forced by a blizzard to deliver his own twins. His son, born first, is perfectly healthy. Yet when his daughter is born, he sees immediately that she has Down's syndrome. Rationalizing it as a need to protect Norah, his wife, he makes a split second decision that will alter all of their lives forever. He asks his nurse to take the baby away to an institution and never to reveal the secret. But Caroline, the nurse, cannot leave the infant. Instead, she disappears into another city to raise the child herself. So begins this beautifully told story that unfolds over a quarter of a century in which these two families, ignorant of each other, are yet bound by David Henry's fateful decision that long-ago winter night.

A rich and deeply moving page-turner, The Memory Keeper's Daughter captures the way life takes unexpected turns and how the mysterious ties that hold a family together help us survive the heartache that occurs when long-buried secrets burst into the open. It is an astonishing tale of redemptive love.


Ow, sudah mau weekend lagi

via Sunday in bed

waktu berjalan cepet banget (aih, bahasa gue). tau-tau, udah hari jum'at lagi. tau-tau, udah mau weekend lagi. berpikir mau ngapain weekend ini. berpikir apa aja yang udah dikerjain minggu ini. waduh, masih banyak yang pending. deadline makin deket. bikin makin pusing, ribet dan stres.

jalanan makin hari makin macet. perjalanan gue melewati proyek jalan layang di p.antasari. belum lagi macet di jalan tol. tadi pagi, mau keluar pintu tol cibubur, macet. masuk tol jorr macet ada kecelekaan. di antasari, macet lagi gara-gara proyek. biasanya berangkat jam 6.15, bisa sampe kantor jam 1/2 8, sekarang hampir jam 1/2 9.

hihihi.. tumben banget gue curhat begini di blog. mode ngomel-ngomel lagi on kali ya. tinggal waktunya santai-santai di rumah, nemenin Mika main dan ketawa-ketiwi ngeliat tingkahnya yang kadang unpredictable.


Thursday, February 17, 2011

Displaying Kid's Art

via exPress:o

Tulisan di exPress:o ini benar-benar menginspirasi gue. Sebentar lagi Mika akan pindah kamar. Rencananya Mika akan pindah ke kamar yang sekarang jadi kamar bermainnya. Pengennya, sih, gue bisa memajang hasil art & craft Mika waktu di Baby Jumper Gym dulu. Selama ini kan, hanya gue 'pajang' di blog. Nah, nantinya gue pengen ada satu dinding yang isinya hasil prakarya Mika. Semoga aja bisa jadi 'dekorasi' yang menarik di kamar Mika nantinya.

Monday, February 14, 2011

My Weekend

via it's marry ruffle

Weekend kali ini berlalu tanpa banyak aktivitas. Hari sabtu, ngajak Mika ke toko buah. Mika seneng banget kalo udah jalan ke toko buah. Dia akan duduk di dalam trolley, dan selalu pengen masukin buah ke dalam trolley-nya. Terus, kalo udah di kasir, Mika yang akan kasih barang-barang ke kasirnya.

Malemnya, nemenin Mika main, sambil gue menyortir majalah-majalah lama bareng adek gue. Nyisihin bagian resep-resep dan membundel sisanya.

Sampe mau tidur, Mika masih sibuk 'ngoceh'. Ya baca buku lah atau ngoceh apa aja.

Pas pagi-pagi, hari Minggu, Mika juga bangun duluan. Langsung minta cariin buku 'ayam'. Terus, ngoceh lagi, cerita apa yang dia liat di buku. Gue pegang kepalanya, koq rada anget. Tapi, Mika masih lumayan ceria.

Turun ke bawah, sarapan, Mika minta nasi plus telur plok-plok-plok. Makan lumayan lahap. Tapi, mulai agak lemes. Minta dipangku dan sandaran terus sama gue. Abis makan, Mika mandi. Nah, mulai deh, Mika makin lemes. Mainnya sambil tidur-tiduran aja dan mulai makin rewel. Makan siang hanya beberapa sendok, minum susunya juga sedikit.

Sore-sore juga masih lemes, panasnya turun naik, sempet keringetan. Sesekali ngoceh, tapi gak terlalu semangat. Bolak-balik minta gosokin minyak telon di perutnya. Malem-malem pas ganti baju, Mika sempet bilang, "Eh, ternyata Mika belum sholat. Ternyata Mika belum ngaji."

Mau tidur, bacain cerita sebentar. Terus tidur. Pas tidur, beberapa kali ngigau. Tapi, rada keringetan.

Pagi-pagi bangun, panasnya udah turun. Nangis ngeliat gue mau berangkat ke kantor. Dan, Alhamdulillah, hari ini Mika udah kembali ceria. Kata Mama, udah mulai cerewet lagi.

Ahhh.. kemarin bener-bener gue kehilangan senyum dan suara Mika yang ramai itu...

Love is in the Air...

Happy Valentine's Day!


Monday, February 7, 2011

from Mika's Birthday

The Cake





Wooow

Little Einstein

The Rock Star

The Boys


My Weekend

via tinywhitedaisies

Praying time:

Gue: Mika, ayo sholat
Mika: Nanti dulu, mobilnya mau parkir dulu. Mobilnya mau ikut sholat

... mobil-mobil pun berjejer di samping sajadah.
... Mika pake kupluk and kainnya sendiri

Gue: Udah?
Mika: udah

Mika: Mama yang kecil aja
Gue: ???

... gue pun pindah ke sajadah kecil Mika
... mulai sholat

Mika: Mama majuan sedikit. Di atas sajadah dong..

... gue harus berdiri di atas sajadah yang imut-imut itu

... abis sholat

Mika: Ayo kita ngaji!

... my sweet little boy...


Friday, February 4, 2011

What my little boy said...

via it's mary ruffle

"Mika mau kasih sesuatu untuk Mama."

Denger Mama cerita begitu, bikin gue terharu.

Hari Kamisnya, kita ajak Mika ke Cibubur Junction, buat cari sesuatu. Ehhh, ternyata, Mika malah sibuk cari sesuatu untuk dia sendiri.

Gue: "Katanya mau cari sesuatu buat Mama."
Mika: "Bukan... sesuatu buat Mika."
Gue: "Lho? Sesuatu apa?"
Mika: "Sesuatu mobil yang kecil-kecil banyak."

Thursday, February 3, 2011

34

via We Heart It

Happy Birthday to Me...


Let's Sing... !

Celebrating Imlek... mari kita bernyanyi sambil 'mengenang' Meteor Garden... :)



Qing Fei De Yi (Harlem Yu)

*nanyi wangji chuci jian ni
yi shuang miren de yanjing
zai wo naohai li ni de shenying huisan bu qu

wo ni de shuangshou ganjue ni de wenrou
zhen de youdian tobuguo qi
ni de tianzhen wo xiang zhenxi
kandao ni shuo weiqu wo hui shangxin o...

reff :
zhipa woziji hui aishang ni
bu gan rang ziji kao de tai jin
pa wo mei shenme nenggou gei ni
ai ni ye xuyao hen da de yongqi

zhipa woziji hui aishang ni
yexu you tian hui qingbuzijin
xiangnian zhi rang ziji ku le ziji
aishang ni shi wo qing fei de yi

repeat *
repeat reff

[music]

shenme yuanyin ye...
wo jingran you hui yujian ni
wo zhen de zhen de bu yuanyi
jiu zheyang xianru ai de xianjing oh...

repeat reff

aishang ni shi wo qing fei de yi



Wednesday, February 2, 2011

Now Reading: Room

Room
Emma Donoghue @ 2010
Back Bay Books, 2011
321 pages

To five-year-old-Jack, Room is the world....

It's where he was born, it's where he and his Ma eat and sleep and play and learn. There are endless wonders that let loose Jack's imagination-the snake under Bed that he constructs out of eggshells, the imaginary world projected through the TV, the coziness of Wardrobe beneath Ma's clothes, where she tucks him in safely at night, in case Old Nick comes.

Room is home to Jack, but to Ma, it's the prison where she's been held since she was nineteen-for seven long years. Through her fierce love for her son, she has created a life for him in that eleven-by-eleven-foot space. But Jack's curiosity is building alongside her own desperation—and she knows that Room cannot contain either indefinitely....

Told in the inventive, funny, and poignant voice of Jack, Room is a celebration of resilience-and a powerful story of a mother and son whose love lets them survive the impossible.