Tuesday, March 30, 2010

Now Reading: Wicked #1: Witch

Wicked #1: Witch
Nancy Holder & Debbie Viguié @ 2002
Meithya Rose Prasetya (Terj.)
Penerbit Matahati - 2010
376 Hal.

Dunia Holly Cathers hancur saat kedua orangtuanya tewas dalam kecelakaan mengerikan. Dia terpaksa meninggalkan rumahnya di San Francisco dan dikirim ke Seattle untuk tinggal dengan sepupu kembarnya, Amanda dan Nicole.

Di rumah barunya, perasaan dukanya berubah menjadi kebingungan karena berbagai peristiwa aneh. Setiap permohonan yang dia ucapkan pada kucingnya selalu terkabul, dan dia tak berdaya menolak daya tarik seorang cowok yang hampir tidak dikenalnya.

Holly, Amanda, dan Nicole akan memasuki dunia sihir kuno yang berbahaya, dengan kerasukan dan reinkarnasi yang kerap terjadi. Mereka akan terlibat dalam perselisihan antargenerasi yang melampaui imajinasi terliar mereka.

Monday, March 29, 2010

Loookkk... It's a Bird... It's a Plane...

Nooooo... it's a hot air balloooooonnn...

Yup, yesterday, we went to 1st Indonesian Hot Air Balloon Adventure at Sentul City.

Persiapannya heboh banget, mulai dari nyiapin perbekalan untuk ke sana - bikin sandiwch, pake mau bawa limun (hehehe...inget cerita-ceritanya Enid Blyton), nyiapin baju ganti untuk anak-anak kecil. Hehehe... kita semua sempet ngebayangin bakal bisa berpiknik di padang rumput, sambil ngeliat balon udara yang berterbangan di langit.

Berangkat dari rumah hampir jam 1/2 7. Rencananya malah mau jam 6. untung babies gak pada susah dibangunin dan gak rewel gara-gara disuruh mandi pagi-pagi. Di jalan tol menjelang sentul, kita udah bisa ngeliat balon udara yang udah terbang 'mengangkut' penumpan untuk keliling Sentul selama 1 jam (bayar tentunya... 1 juta per orang!!)

Sampai di Sentul City, ternyata udah rame banget. Untuk menuju tempat balon-balon itu, disediain shuttle bus, tapi kita lebih milih jalan kaki. Biar bisa foto-foto dan liat-liat balonnya. Gak terlalu jauh koq, paling-paling 1/2 km. Mika juga seneng bisa jalan-jalan sambil liat-liat "Baw-onn be-saaarrr". Balon-balonnya, selain yang 'bentuk' biasa, ada yang bentuk celana jeans, bentuk gajah warna shockin pink, ada yang pake kacamata (Kata Mika "kaya' mama")



Foto sementara diambil dari msn indonesia

Begitu sampai di arena yang sebenarnya, duh, lho.. koq gini ya? Gak ada padang rumput, yang ada batu-batu kerikil. Balon-balonnya juga koq gak terlalu banyak ya. Mungkin kita terlalu 'berlebihan' ngebayangin dan berharap. Kita ngebayangin bakal ngeliat banyak balon yang 'bersliweran', tempat yang lumayan 'nyaman'. Tapi, begitu ngeliat, agak 'mati gaya'.

Di sana, kita jadi 'hanya' ngeliat balon-balon yang terbang 'statis'. Bayarnya 100ribu, antriannya panjang banget. Kita berdiri di lapangan yang dibatesin pake pager. Ngeliat balon itu naik-turun. Gue pikir naiknya bakal tinggi, paling nggak same 100 meteran gitu... ehh... taunya 'pendek' aja, paling sekitar 20 meter dan hanya sebentar.

Setelah 'puas' ngeliat balon yang turun-naik itu, kita akhirnbya meninggalkan arena festival itu. Untuk pertama kali, gue pikir sih oke. Ada suatu pengalaman baru. Kenapa gue excited? Pertama karena gue yakin Mika bakal seneng banget ngeliatin balon udara yang selama ini hanya diliat di gambar aja, kedua, gue membayangkan balon udara di Around the World in 80 Days... hahaha.. tetap, gak bisa jauh-jauh dari buku!

Ternyata, baru jam 8. Kita sarapan dulu di mobil. Kakak gue ngajak ke Taman Mini, ngeliat Taman Burung-nya. Ya oke lah... masih pagi juga. Di mobil, gue udah terkantuk-kantuk, tapi suara Mika yang ngocek bikin gue tetap melek.

Taman Mini, yang dulu gue 'kenal', kaya'nya cukup menarik buat gue. Gue inget waktu kecil, tiap ke Taman Mini, gue seneng ngeliat rumah-rumah daerahnya. Sekarang Taman Mini, menurut gue agak 'kusam'. Cat-cat anjungan-anjungan dan museum banyak yang udah pudar. Yang masih keliatan bagus, paling anjungan-anjungan dari propinsi baru.

Kita langsung menuju Taman Burung. Harga tiket Rp. 10,000/orang. Hmmm... kondisi Taman Burung-nya juga 'menyedihkan'. Kotor dan kurang terawat. Mika sih seneng-seneng aja bisa lari-lari di dalam Taman Burung, ngeliatin burung kakaktua yang warna-warni, ngedengerin suaranya yang rame. Kadang-kadang ngejer burung yang gak di dalam sangkar. Udara di dalam Kubah-nya, pengap, bikin gue makin gerah.


Foto sementara dari web Taman Mini Indonesia Indah

Di dalam Taman Burung, yang menarik - menurut gue, burung meraknya, ada black swan, dan gue sempet foto sambil pegang burung kakaktua (or beo?), pokoknya yang warna-warni itu deh... Lupa namanya apa.

Keluar dari Taman Burung, kita menuju skylift. Gue pikir Mika bakal pegangan kuat-kuat sama gue, ternyata selama ngeliat pemandangan Taman Mini dari atas, Mika cukup anteng. Katanya, "Mika naik kereta api gantung." Untuk naik skylift, tiketnya Rp. 25,000/orang.

Dari Taman Mini, kita menuju Depok, nganterin adek kakak ipar gue ke kost-nya. Terus, kita end up di Margo City. Hehehe.. tetap nyari mall. Makan di Red Bean. Ternyata, di Margo City lagi ada Origami Festival. Dan hari itu lagi ada Harajuku Sytle Festival. Jadi banyak banget abg-abg yang berdandan aneh-aneh a la komik Jepang. Ada yang emang keren misalnya jadi robot, ada yang sekedar bawa samurai dari kayu. Banyak juga dijual pernak-pernik Jepang, atau foto pake kimono.

Sampe rumah, jam 1/2 2 siang. Wow... badan gue rasanya cape' banget. Bener-bener deh, 'petualangan' hari ini... seru, cape'!

Thursday, March 25, 2010

Now Reading: Recipes for a Perfect Marriage

Recipes for a Perfect Marriage
(Resep Perkawinan Sempurna)

Kate Kerrigan @ 2005
Tanti Lesmana (Terj.)
GPU - Maret 2010
408 Hal.

Kata orang, tidak ada yang namanya perkawinan sempurna.
Yang sebenarnya tidak ada, adalah perkawinan yang mudah.
Tressa Nolan, penulis kuliner top di New York, pulang berbulan madu dengan perasaan telah menikahi laki-laki yang salah. Suaminya, Dan, yang luar biasa tampan itu, dinikahinya lebih karena panik, bukan cinta.

Pada tahun 1930 di Irlandia, nenek Tressa, Bernadine, menikah dengan James Nolan, guru sekolah yang pendiam dan biasa saja, setelah keluarga Bernadine tidak sanggup membayar maskawin untuk menikahkannya dengan cinta sejatinya, Michael.

Pada hari pernikahannya, Tressa diberi buku harian neneknya, dan di dalam lembar-lembar isinya, tanpa terduga dia menemukan banyak hal---di antaranya resep-resep untuk selai, roti soda, dan tar rhubarb. Dalam kisah tentang kakek-neneknya, ibunya, dan akhirnya tentang dirinya sendiri, Tressa pun menyadari bahwa dia telah menemukan resep berharga untuk mewujudkan perkawinan sempurna.

Saturday, March 20, 2010

Mika's 1st Day

Hari ini adalah hari pertama Mika 'resmi' masuk sekolah di Baby Jumper Gym. Kemarin udah sempet ikut trial class sekali. Udah pake seragam (hiks.. gue terharu banget ngeliat Mika pake seragam.) My Baby udah jadi A Little Boy... :)

Selesai dipakein baju seragam, Mika langsung 'ngacir' keluar kamar, lari-lari bawa tas ranselnya.



Sampai sekolahnya, sambil nunggu kelasnya dimulai, Mika sibuk main 'masak-masakan', heboh sendiri udah kaya' di rumah.

Gue sempet takut kalo Mika 'ngadat' lagi pas di kelas. Soalnya pas trial class, Mika sempet nangis. Taunya, Mika enjoy banget. Pas dikenali sama dua temennya yang lain, Mika senyum malu-malu gitu. Hehehe...

Terus, pas gurunya - Ms. Kiky - nunjukkin gambar-gambar, Mika maju ke depan. Pas bagian Mika disuruh nebak, dan bener, Mika langsung bilang "Hore...". Padahal yang lain, cool aja.

Terus, pas pelajaran menempel, disuruh bikin bintang, terus menggambar. Tapi.. masih gue bantuin (hmmm lain kali biar Mika sendiri deh yang coret-coret). Pas disuruh ngitung bintangnya, sebenernya cuma ada dua bintang, tapi Mika 'bablas' ngitung sampe 10 (dan gak lupa "Hore..." pas udah sampe 10).

Duh... gue senenggg banget liatnya. Mudah-mudahan, Mika jadi tambah pinter dan punya banyak temen... :)

Friday, March 19, 2010

Now Reading: The White Tiger

The White Tiger
Aravind Adiga @ 2008
Rosemary Kesauly (Terj.)
Penerbit Andi - 2010
360 Hal.

Fakta yang aneh: bunuhlah seorang pria dan kau akan merasa bertanggung jawab atas hidupnya---bahkan posesif. Kau jauh lebih mengenalnya daripada ayah-ibunya; mereka mengenal janinnya, tapi kau mengenal mayatnya. Kaulah yang membuat kisah hidupnya komplit; hanya kau yang tahu kenapa tubuhnya harus dikirim ke api sebelum waktunya, dan kenapa jari-jari kakinya berkerut dan berjuang untuk memperoleh satu jam lagi di bumi.

***

Balram, supir pribadi Ashok yang polos, sabar, patuh, dan memuja tuannya setengah mati. Siapa yang menyangka ia akan tega menggorok leher sang majikan yang sudah dianggapnya serupa dewa itu? Bagaimana bisa seorang bodoh berubah menjadi kriminal berdarah dingin? Apakah hanya karena fakta aneh di atas? Cerita Balram akan membuka mata Anda lebar-lebar tentang India yang sama sekali belum merdeka, kebohongan Sungai Ganga sebagai simbol emansipasi, kebobrokan politik demokrasi, dan mengapa ia sampai dijuluki sebagai si Harimau Putih. Keadaan yang tidak jauh berbeda dengan negara kita ini berhasil dituliskan Aravind Adiga, peraih The Man Book Prize 2008, ini dengan apik. Kisah luar biasa yang akan menyadarkan Anda dari kebohongan dunia.

Been There, Done That: Waktu Aku Sama Mika

Waktu Aku Sama Mika
Indi @ 2009
Homerian Pustaka - Cet. II, Agustus 2009
145 Hal.

Bima bilang, aku pasti tolol kalau mau berpacaran dengan Mika.
Ia bilang, Mika itu aneh dan bukan orang yang pantas untuk dipacari.
Aku tidak mengerti.
Jadi aku tanyakan alasannya.
Bima bilang, itu karena Mika sakit AIDS.

Aku bertanya pada Mika,

“Apa AIDS membuatmu berhenti tertawa ketika kamu menonton film Mr. Bean?”
Mika jawab,
“Tidak”.

“Apa AIDS membuatmu berhenti merasa bahwa cokelat M&M’S adalah yang paling enak?”
Mika jawab,
“Tidak”.

“Apa AIDS membuatmu berhenti berpikir bahwa Tuhan itu ada?”
Mika jawab,
“Tidak”.

Lalu aku putuskan untuk berhenti bertanya.
Karena aku segera yakin bahwa Bima itu salah.
Tidak mungkin seseorang yang tertawa ketika menonton Mr. Bean, menyukai cokelat M&M’S dan percaya pada Tuhan itu tidak pantas untuk dipacari, kan?

Thursday, March 18, 2010

Si 'Rusuh' Pulang...

Wah, si 'Rusuh' ini ternyata 'pulang' duluan. Lacey Brown dapet julukan 'Rusuh' dari temen kantor gue gara-gara gayanya yang tomboy dan cuek. Gue pikir, dengan gayanya yang unik ini dia bisa bertahan cukup lama.. ternyata gak...

Belom ketauan nih, siapa 'jagoan' gue. Yang gue suka sih si negro yang baru jadi 'daddy' - Michael Lynche.

Go Green...

all from Esty

Wednesday, March 17, 2010

Delicious Ideas for March...

French Cooking:

Asparagus with Mustard Sauce - Chicken-Mushroom Supreme - Quiche Lorraine au Fromage - Dark Chocolate-Hazelnut Soufflé

or... eggs beyond breakfast:

Asparagus & Parmesan Tart - Dill & Caper Egg Salad - Parmesan Cheddar Soufflé - Herbed French Salad


Ssssttttt....

Liburan Nyepi kemarin ternyata lumayan 'sibuk'. Pagi-pagi berenang di Kota Wisata, abis itu mampir ke rumah kakak gue di Legenda Wisata. Mika main heboh di sana. Abis itu, karena udah janji, kita ke PIM. Janji mau ngajak Mika naik kereta api di PIM. Biasa deh, mampir ke Gramedia. Ternyata lagi banyak buku-buku baru yang bagus. Gue sempet ambil beberapa, sebelum akhirnya gue sortir lagi.

Ini nih daftar penghuni baru di lemari buku gue:
The White Tiger - Aravind Adiga (Penerbit Andi) --> udah lumayan lama mengincar buku ini. Udah punya versi e-book-nya, eh... taunya baru terbit yang versi bahasa Indonesianya. Another Indian writer.

Recipes for a Perfect Marriage (Resep Perkawinan Sempurna) - Kate Kerrigan (GPU) --> seperti biasa, gue 'suka' dengan buku-buku yang isinya 'yummy'.

Wicked (Book I): Witch - Nancy Holder & Debbie Viguié (Matahati) --> udah lama liat versi bahasa Inggrisnya, jadi begitu ada terjemahan, kaya'nya ok juga untuk dibaca.

Waktu Aku Sama Mika - Indi (Homerian Pustaka) --> kenapa gue beli buku ini? Tentu saja karena judulnya :)

Plus, satu buku menempel buat Mika - judulnya: Asyik Menempel - Pemadam Kebakaran. Tapi, sampe rumah baru 'ngeh', kaya'nya belum bisa deh dikasih ke Mika. Jadi disimpen dulu deh..

Monday, March 15, 2010

We are Moving...

Akhirnya... accounting kembali pindah ruangan. Ke sisi lain kantor kita, ke ruangan yang lebih besar. Pagi ini gue belom bisa kerja dengan bener, karena alat-alat tulis gue masih dalam kotak-kotak yang entah yang mana. Gue aja bingung nyarinya.

Mudah-mudahan sih, dengan pindah ruangan, gue bisa lebih semangat kerja. Kali-kali aja... hehehe...

Now Reading: The Lovely Bones

The Lovely Bones (Tulang-Tulang yang Cantik)
Alice Sebold
Gita Yuliani K. (Terj.)
GPU - April 2008
440 Hal.

Namaku Salmon, seperti nama ikan, dan nama depanku Susie. Umurku empat belas saat dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973.

Pertama kali kita bertemu Susie Salmon, dia sudah berada di alam baka. Minggu-minggu pertama setelah kematiannya, Susie mengamati kehidupan di Bumi terus berlanjut tanpa dirinya---teman-teman sekolahnya bergosip tentang dirinya yang hilang, keluarganya tak henti berharap dia akan ditemukan, pembunuhnya berusaha menutupi jejaknya. Ketika bulan demi bulan berlalu tanpa petunjuk, Susie melihat pernikahan orangtuanya dikoyak oleh rasa duka akibat kehilangan, adik perempuannya menguatkan perasaan agar bisa tetap tegar, dan adik lelakinya masih berusaha memahami arti kata "meninggal."

Pujian:
"Kisah yang tragis namun juga berkilau dan anggun... Penuh ketegangan dan ditulis dengan gemulai dan menghasilkan prosa yang kuat." Publishers Weekly


"Hanya sedikit novel yang cemerlang seperti novel ini. Novel yang indah... [Sebold] menantang kita membayangkan kembali akhir yang bahagia, ketika dia membawa novel ini pada kesimpulan yang menakjubkan..." Booklist


"Novel debut yang dahsyat.... Sangat direkomendasikan." Library Journal

Thursday, March 11, 2010

???


Bacaan gue bulan Maret ini agak-agak kacau. Tiba-tiba gue jadi bingung mau baca apa. Niatnya pengen baca buku Morality of Beautiful Girls... eh.. koq tiba-tiba gak menarik. Pindah baca Baby Proof - Emily Giffin... ini dulu udah pernah dibaca setengah, pengen diterusin... tapi masih setengah hati. Terus, gue 'menetapkan hati' baca Five Quarters of Orange - Joanne Harris. Meskipun agak lamban.. tapi, ya sudahlah.. gue coba baca dulu.

Mungkin sudah waktunya beli yang baru... hehehe.. kemarin-kemarin kan baca beberapa buku lama.

Wednesday, March 10, 2010

The Last Shogun dari Kantera

Asyikkkk... hadiah buku lagi. Dari ikutan kuis 'The Last Shogun'

The Last Shogun (Shogun Terakhir)
Ryotaro Shiba
Kantera, Januari, 2010
352 Hal.






Tuesday, March 9, 2010

E-book gratis lagi...

Congratulations. You've snagged an Early Reviewers copy of Booth's Sister by Jane Singer from the February 2010 batch. You should get your copy shortly (either by mail or email, depending on if it was a paper book or ebook). The publishers ships/emails the books directly--some are speedier than others, so please be patient (some really do take over 8 weeks to arrive)!

We hope you find the time to read the book and review it on LibraryThing. (Don't know where to put your review? Try the FAQ). You are free--indeed encouraged--to put your review on your blog, or wherever else you want, and to talk about it in the Early Reviewers group.

I want to repeat that, although writing a review will help your chances of getting more books, the actual content of your review will not.

We hope you like the book! Let me know if you have any questions.

Cheers,
Sonya


:: asyikkk... dapet e-book lagi dari
librarything.com... hehehe.. yang kemarin aja belom sempet gue baca. duh... "tanggung jawab moral" lagi nih... ::

Monday, March 8, 2010

And the Oscar Goes to....

Kata Mika...

Kata Mika: "Aka... aiat.. alon putiss.." "Alon putiss.. tutup.. ayar tol."

Yang artinya:
"Mika liat balon putih."
"Balon putih ketutupan bayar tol"... and bayar tol artinya adalah 'gerbang tol' :)