Friday, August 24, 2007

Big Baby



Beberapa orang bilang, bayi gue besar... Hmmm... I wonder why???

Pertama: dokter gue sendiri bilang bayinya agak besar

Kedua: kemarin one of my boss nanya, "Kapan lahirnya, Fer?" Gue jawab, "Januari 2008." Terus, dia bilang, "Lho.. masa' sih? Gede juga ya? Istri gue rencana lahiran bulan November, koq gak keliatan?!" Gue bilang, "Ya, istri bapak kan kecil. Saya...."

Ketiga: salah satu bule di kantor gue bertanya hal yang sama, dan dia bilang, "It's only four months, but it looks like six months."

Grrrrr... gue hanya bisa menggerutu dalam hati, "Maksud lohhhh...?"

Vina Panduwinata di PIM 2



Sisa-sisa Cerita Long Weekend

Menjelang long weekend kemarin, entah kenapa ‘jiwa kreatif’ gue tiba-tiba muncul. Berawal dari liat foto di sini, terus, gue browsing link yang ada, dan nemulah gue sebuah resep berjudul ‘Puding Oreo’. Pas gue baca, tiba-tiba gue berpikir, “Eh, gampang nih. Bahan-bahannya juga sedikit.” Terus, gue terpikir untuk memberi surprise untuk suami gue yang selalu berpikir gue males masak. Mumpung gue bakal disuruh jaga rumah, karena ortu dan adik gue pergi ke Bandung. Jadi gak bakal ada yang memberi komentar kalo gue melakukan sesuatu yang selama ini gak gue lakukan.

Gue pun belanja bahan-bahannya. Gue simpen di kamar. Suami gue pun gak terlalu ngeh sama belanjaan gue itu.

Hari Kamis pagi, jam 8an, suami gue masih ‘membayar hutang tidur’, rumah sepi banget. Gue pun mengendap-endap ke dapur. Lalu, mulai sibuk.

Dasar emang gak pernah masak, gue gak tau di mana mama nyimpen loyang pudding. Akhirnya, gue gak menemukan loyang besar, gue pake aja cetakan kecil-kecil yang ada bentuk daun, binatang dan lain-lain yang biasa dipake untuk bikin agar-agar buat keponakan gue. Mulailah gue menakar semua bahan-bahan.

Setelah semua beres, gue memasak susu, agar-agar dan air sampai mendidih. Dan, terjadilah sebuah insiden kecil yang memalukan (bahkan ketika gue hanya sendiri). Waktu adonan itu udah mendidih, entah kenapa, gue tinggal sebentar untuk cari serbet buat alas panci panas. Dan, waktu gue kembali melihat kompor, ternyata air sudah meluber keluar panci dan mengotori kompor. Cepet-cepet, gue matiin kompor dengan perasaan dongkol bin bt… air di panci jadi tinggal separuh.

Gue pun mulai menuang campuran susu, agar-agar dan air itu ke dalam cetakan-cetakan kecil. Setelah itu beres, gue mulai ‘berjuang’ membersihkan kompor.

Huh, benar-benar pengalaman masak pertama (hmmm… di luar mie instant dan telor ceplok) yang memalukan.

Setelah beberapa jam, setelah dingin, gue keluarin deh puding-puding kecil itu dari cetakannya dan gue taro di piring. Gue cicipin ke suami gue… katanya sih, kurang manis.. Pas gue, cicip… iya juga ya… emang menurut resep sih, takeran gue udah bener… tapi ternyata selera beda. Jadi lain kali mau bikin, harus ditambah susu dan gula biar lebih manis lagi.

(dan, hari minggunya, pas gue pergi, mama dengan pd-nya, mencicipkan puding itu ke keponakan gue, kakak dan adik gue… dan si emak keponakan gue pesen buat puasa.. hehehe…)

Lalu, lanjut lagi untuk makan malem ‘para penjaga rumah’… gue pengen delivery aja, tapi suami gue gak mau. Dia malah minta bikinin mie instant aja. Tiba-tiba… cling… terlintas ide, “Hmmm.. bikin nasi gila aja kali ya. Di kulkas ada telor, ada sosis.”

Jam 7 malem, gue mulai sibuk memotong-motong sosis, mengocok telur lalu mencemplungkan semua itu dalam kuali. Kurang kecap… tambah kecap…

Hasilnya… agak kurang memuaskan sih… sosisnya terlalu banyak dibanding telor yang sudah hancur terorak-arik. Kurang kecap… Tadinya sih, pengen gue foto, tapi gak boleh sama suami gue karena ‘gagal’. Huh…

Tapi, kata suami gue, lumayan juga ternyata gue bisa sedikit kreatif.

Lain lagi cerita hari sabtu siang… masih berhubungan dengan makanan, gue bilang sama suami gue kalo gue pengen makan es krim karena siang itu emang panas banget. Tapi, terpaksa gue tahan keinginan gue itu, karena gak ada persediaan es krim di rumah. Terus, gue nonton film apa gitu gue lupa, tapi ada adegan makan es krim-nya. Eh… malemnya gue mimpi soal es krim…

Dan, gue tuntaskanlah di hari minggunya pas jalan-jalan… kebetulan abis nonton Rattatouille yang penuh dengan animasi makanan yang yummy-yummy… choco mint ice cream… hmmm…

Thursday, August 23, 2007

Gue masih kepikiran soal hasil lab kemarin. Soal resiko down syndrome itu. Kemarin malem, sampai rumah, gue langsung buka-buka buku kehamilan yang selama ini gue beli, tapi gak semuanya tuntas gue baca. Dan... mengertilah gue... taulah gue apa penyebabnya.

Selama hamil (hmmm... dari sebelum hamil juga sih), gue males banget makan sayur. Gue lebih suka makan buah-buah yang banyak, mau itu buah utuh atau di-juice. Sementara sayur hijau malah selalu gak habis gue makan. Gue baca di buku-buku itu, untuk perkembangan otak janin gue dibutuhkan asam folat yang banyak, yang salah satu sumbernya adalah sayuran hijau.

Gak tau kenapa, malah semenjak hamil, gue gak napsu liat makanan. Karena gue selalu mikir, menu sehat apa hari ini?

Semoga gak belom terlambat kalo gue mulai nambah porsi makan sayur gue.

Dua Versi


Tadi pas makan siang, muncullah celetukan berikut:
Temen gue: "Berat gue udah turun 3 kilo minggu ini!"
Dan gue menyahut: "Berat gue udah naik 3 kilo bulan ini!"


Wednesday, August 22, 2007

18 Minggu 1 Hari

Ke dokter kali ini benar-benar membuat jantung gue sedikit ‘berolahraga’. Dari pas berangkat emang gue udah rada senewen, pertama… emang sih, setiap ke dokter bawaan gue deg-deg-an terus, kedua, kali ini ditambah dokter bakal ngebacain hasil lab dua minggu yang lalu.

Pas dateng ke dokter, setelah nimbang berat badan (hmmm… koq nambahnya 2,5 kg ya??), terus diukur tekanan darah (agak lebih tinggi juga), si suster bacain hasil lab-nya. “normal… normal… normal… antibody untuk tokso belum ada, tapi virusnya gak ada, antibodi rubella ada…” Ok.. gue masih tenang, pas di lembar terakhir, susternya bilang, “Ini ada kadar … (gue lupa), ada resiko down syndrome. Biar nanti dokter yang jelasin.” Duh.. jantung gue langsung berdebar gak karuan… suami gue bilang, muka gue panik dan pucet… Ya… iya lah… gimana gue gak jadi khawatir…

Dan waktu di ruang dokter, dokter bacain lagi hasil lab-nya. Beliau juga bilang soal resiko down syndrome itu. Tapi, kata-kata beliau cukup membangkitkan mood gue. Beliau bilang, “ini kan baru resiko, belum tentu kejadian. Sekarang kita liat di usg. Kita liat tengkuknya.”

Terus, gue di usg. Kata dokter, kalo tengkuk bayinya menonjol, itu artinya kemungkinan besar terkena down syndrome. Dan, ternyata, Alhamdulillah, tengkuk bayi gue normal. Gue mulai tenang. Terus, dilihat lagi lingkar kepala, jari-jarinya, terus, tulang belakang, lalu, gue ngeliat jantungnya berdenyut. Panjang bayinya sekarang 13 cm. Gue mulai tersenyum tenang. Bahkan suami gue liat, bayi kita bergerak-gerak.

Dokter bilang, bayinya agak besar, tapi, pahanya koq pendek… tapi katanya jangan khawatir, karena kan masih terus tumbuh. Terus, tadi pas usg, mau dilihat jenis kelaminnya, tapi, agak terhalang, karena bayinya lagi tidur dengan posisi terlentang.

Hmmm.. dengan umur kehamilan yang makin bertambah, makin banyak yang perlu diperhatikan, makin harus hati-hati. Gue bilang sama dokter kalo pagi tangan gue selalu kesemutan. Katanya sih kurang protein.

Duh.. lega rasanya.. begitu keluar dokter, gue bisa tersenyum lagi. Semoga bayi gue ini bisa lahir dengan selamat, sehat dan gak kekurangan suatu apa pun.

Friday, August 10, 2007

Postingan Gak Jelas

Lama banget blog ini gak diisi... lagi 'mati gaya'... gak ada ide.. ya udah... diisi aja dengan hal-hal gak penting kaya' begini:

Your Love Element Is Water

In love, you connect deeply and commit totally.
For you, love is all about taking risks and moving into unknown territory.

You attract others with courage and confidence.
Your flirting style is defined by your flexibility and ability to adapt.

Nurturing and shared learning are the cornerstones of your love life.
And while you may jump in to love too quickly, you always come out the wiser for it.

You connect best with: Metal

Avoid: Earth

You And another Water element: will pull each other down into a dark place


Your Preppy Name Is...

Lathrop Coleridge Newcomb the Second
But most people know you as Miffy


You are a 1950s Diva

High heels, pretty dresses, classic makeup...
You're a feminine beauty who knows how to play up her assets!