Monday, December 22, 2008

Happy Mother's Day


One day, little baby in heaven have a discussion with God…

Little baby : "They tell me you are sending me to earth tomorrow, but how
am I going to live there being so small and helpless?"

God : “Your angel will be waiting for you and will take care of you."

Little baby : "How am I going to be able to understand when people talk to
me if I don't know the language?"

God : "Your angel will tell you the most beautiful and sweet words
you will ever hear, and with much patience and care, your
angel will teach you how to speak."

Little baby : "And what am I going to do when I want to talk to you?"

God : "Your angel will place your hands together and will teach you
how to pray."

Little baby : "Who will protect me?"

God : "Your angel will defend you even if it means risking its life."

At that moment there was much peace in Heaven, but voices from Earth could be heard and the child hurriedly asked, "God, if I am to leave now, please tell me my angel's name..."

"You will simply call her, Mom."

(Unknown)

Mika: 11 Bulan...

Mika is getting older and he is also getting smarter. Mulai pinter 'merambat'. Kalo kita bilang "Mobil", Mika langsung berkomat-kamit bilang, "Be.. bemmm..." Bahkan, kalo bangun tidur, kata pertamanya adalah "Be...bemm.." Emang, setiap bangun tidur, kalo udah 'sadar', Mika digendong, ngeliat mobil lalu-lalang dari jendela kamar.

Satu lagi yang udah dikenalnya adalah boneka dombanya. Kalo udah liat boneka dombanya, Mika langsung bilang, "Mbek...". Kalo dibilang, "Cicak" langsung ngeliat ke atas.

Mika juga suka "baca" buku. Kalo udah ada buku, serius banget, meskipun bukunya terbalik. Langsung lupa sama mainan yang lain (hehehehe.. like mother like son...)

Dan, kemarin.. waktu gue lagi kasih Mika makan, gue liat ada putih-putih di gusinya, gue bilang, "Ini nasi atau bakal gigi?" Gue raba gusinya, dan ternyata keras dan kasar... Duh.. gue seneng banget, dan langsung bilang, "Mika... bentar lagi ada giginya!"

Wednesday, December 17, 2008

[Song Lyrics] Lirih by Chrisye

kini tlah ku sadari
dirimu tlah jauh dari sisi
ku tahu tak mungkin kembali ku raih
semua hanya mimpi

ingin ku coba lagi
mengulang yang telah terjadi
tetapi semua sudah tak berarti
kau telah pergi

reff:

adakah kau mengerti kasih
rindu hati ini tanpa kau di sisi
mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini ingin memiliki lagi

ku sadari kembali
ternyata semua hanya lirih
kini ku tahu tak mungkin ada waktu
untuk mencintaimu lagi

repeat reff [2x]

Lirik lagu Chrisye - Lirih ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Chrisye - Lirih.

Wednesday, December 10, 2008

Mika Goes to Bandung

Hari Sabtu (06.12.2008), Mika ikutan acara outing kantor gue ke Bandung. Wah, ini perjalanan Mika yang paling jauh. Sempet khawatir, Mika bakalan rewel selama di bis. Untungnya, Mika pinter banget. Waktu di bis, kalo ngantuk, disusuin, gak lama terus tidur. Kalo lagi gak tidur, Mika duduk sambil liat-liat pemandangan lewat jendela atau main sama anak-anak kecil lainnya. Mika seneng banget karena ada yang ngajakin becanda. Meskipun perjalanan menuju Bandung lama banget, karena sempet terkena macet, Mika gak rewel.

Sampe di Bandung, disambut sama badut-badut. Ada badut yang tinggiii banget pake engrang, gue kasih Mika ke si badut. Dan, Mika gak nangis, hanya bengong-bengong ngeliat badutnya. Berhubung sampe udah siang banget, pas lagi acara games, Mika mulai ngantuk, dan tertidur di tengah keramaian orang lagi pada heboh teriak-teriak. Gue bawa ke kamar, dan gue pun kembali lagi ke arena kolam renang.

O ya, gue nginep di GH Universal Hotel. Hotel berwarna abu-abu, bergaya kastil. Begitu keluar lobby, langsung di sambut pemandangan ke arah kolam berenang. Beruntung kamar gue letaknya di lantai 1, dengan pemandangan menghadap ke kolam renang. Jadi, bisa duduk-duduk di terasnya sambil menghirup udara sejuk kota Bandung. Apalagi pas hujan, uuuhhh, makin dinginnnn....

Outing tahun ini, temanya 'Extravaganza'. Jadi, di acara gala dinner, kita 'wajib' pake kostum lagi. Gue sempet bingung mau pake kostum apa. Hasilnya, gue pake baju item (ini pun, baju pesta pas gue hamil hehehe...), ditambah wig (yang dibeli suami gue untuk outing tahun lalu), ditambah topeng bermanik-manik gradasi warna pink-ungu (nemunya gak sengaja... tadinya topeng ini adalah pembatas buku notes yang dijual di floral teen... berhubung harganya murah-meriah, jadilah gue beli tuh notesnya, dan dapat juga deh topengnya), plus.. ditambah lagi bulu-bulu warna ungu (belinya gue titip sama temen gue). tadinya sih, mau ditambah stocking warna ungu or hitam... tapi ternyata gak ada. Tapi untung deh, tanpa stocking, udah lumayan lah...

Mika sempet ikutan bentar di acara makan malem itu. Tapi, ya, karena jamnya Mika tidur, Mika keburu ngantuk dan kembali tertidur sambil gue gendong. Gue anter Mika ke kamar, dan gue pun balik lagi ke acara party-nya. Jam 11 malem, gue balik ke kamar (hehehe.. itu juga karena gue gak tega, ninggalin Mika yang tertidur).

Minggu-nya, tadinya gue mau ajak Mika berenang. Tapi, gara-gara kolam renang kecilnya ditutup buat acara kawinan, jadi batal deh acara berenangnya. Mika cukup puas main air di wastafel (berhubung gak ada bathub, jadilah Mika mandi di wastafel)

Lalu, kita sarapan di root top-nya.. Aduuhh.. bagus banget kalo ngeliat pemandangan dari atas. Mika pun tertidur pulas ditiup angin sepoi-sepoi. Sementara Mika tidur, gue berkeliling untuk ikutan berbagai kegiatan. Ada bikin baju 'celup', bikin bingkai pake kertas daur ulang, bikin keramik. Ada tempat baca kartu tarot and fortune teller. Ada juga tempat belajar sulap. Gue memutuskan untuk ikutan bikin baju 'celup' aja. Lumayan simple. Sempet ikutan belajar sulap. Dapet souvenir 'sendok patah' dan dadu.

Abis makan siang, sekitar jam 1an, kita berangkat untuk menuju jakarta lagi. Perjalanan lancar, Mika juga tertidur nyenyak sepanjang perjalanan. Jam 4an kita sampe di gedung BRI 2 lagi.

Seneng banget bisa ngajak Mika jalan-jalan ke luar kota. Dan, seneng banget Mika-nya sendiri gak rewel.

Tuesday, November 25, 2008

My Mika is 10 months now...


Fiuhhh.... how time goes by.... Mika udah 10 bulan... kadang gue gak tau, apakah gue harus seneng, bahagia... atau gue justru harus sedih karena Mika semakin besar. Rasa posesif dan egois suka membuat gue berpikir, gue pengen Mika begini terus - pengen Mika manja terus sama gue.... tapi, gue juga seneng, karena Mika udah makin pinter - udah mulai berdiri-berdiri pegangan di baby gym-nya, ngoceh-nya makin rame...

Duh... semuanya membuat gue makin sayang sama Mika...

Wednesday, July 23, 2008

Mika: 6 Bulan

Rasanya baru aja gue posting foto-foto Mika waktu ulang bulan ke-5.. koq tau-tau, Mika udah ulang bulan ke-6 aja. Akhirnya Mika bisa makan, minum selain ASI.

Curhat dikit ah...

Waktu di bulan pertama, gue sempet bertekad untuk kasih ASI Exclusive, tapi, gue koq ya gue berpikir, "Ah, paling setelah gue masuk kerja, gak akan bisa kasih ASI lagi." Ternyata, itu pikiran yang sangatttt salah. Ternyata, gue menikmati saat-saat gue harus ke Nursery Room. Gue selalu memberi semangat pada diri gue sendiri ketika ASI gue hanya menetes aja.

Gue sempet sedih karena gue gak bisa kasih full ASI untuk Mika. Gue sempet membiarkan Mika dicampur susu formula waktu di awal-awal, dan gue menyesal banget kenapa gue gak 'menabung' ASI dari awal biar Mika gak perlu 'nyambung' susu formula setiap kali gue kerja. Tapi, untungnya... (hehehe.. harus ambil positifnya kan...), ASI-nya masih tetap lebih banyak daripada susu formula-nya. Bahkan di minggu-minggu terakhir ini, Mika full ASI, dan Alhamdulillah, produksi ASI gue lumayan banyak dan lancar.

Gue masih tetap gak percaya kalo ngeliat Mika udah sebesar ini. Gue masih selalu takjub setiap kali mendekap Mika saat menyusui. Megang tangan mungilnya, ciumin pipi gembulnya, ngeliatin mata 'nakal'nya yang kalo gue godain. Senyum yang lebar.. bahkan rengekannya di tengah malam tetap membuat gue tersenyum dan makin sayang sama Mika.

I love you so much, Mika... gak ada kata lain yang bisa gue buat untuk ngungkapin rasa sayang gue yang besar untuk Mika.

Terima kasih, Allah... untuk Mika yang hadir dalam kehidupanku.

Timun yang Aneh...


Timun berbentuk aneh ini adalah hasil dari papa berkebun.

Wednesday, July 9, 2008

Mika Sakit

Huhuhuhu... sedih banget Mika sakit. Ini salah gue sih... gue sedih dan menyesal banget. Awalnya, gue pilek, dan otomatis, Mika jadi ketularan. Tadinya, cuma bersin-bersin... lanjut jadi pilek beneran... terus batuk. Selang beberapa hari, kaya'nya Mika udah lebih baik. Batuknya udah mulai ilang... eh... pas hari jum'at, gue pulang kantor, gue denger batuk Mika koq malah jadi batuk berdahak? Kasian banget ngeliat Mika setiap kali batuk. Gue tau, gak enak banget... gue tau, mungkin sakit setiap kali harus batuk... Karena gue ngeliat Mika meringis kalo batuk. Tidurnya masih lumayan nyenyak sih, kalo pun batuk, gak kebangun. Tapi, ngeliatnya itu... menderita banget...

Hari Sabtu, masih gue ajak jalan-jalan ke PIM. Soalnya gue sempet ngukur suhu badannya, ternyata masih normal. Tapi, jam 3 pagi, gue kebangun karena Mika nangis... gue ukur lagi... wah... koq udah sampe 38,8 derajat Celcius!! Langung, gue telp kamar bayi RSPI, setelah dapet petunjuk, langsung dikasih Tempra. Abis itu, Mika tidur lumayan nyenyak.

Paginya, hari Minggu, suhu badan mulai normal, tapi masih batuk. Tapi, meskipun batuk, Mika masih pengen 'ngoceh' dengan suara seraknya. Lucu, sih... tapi, kasian... Gue sedikit memaksa Mika untuk menyusui terus, karena menurut 'buku pinter' yang gue baca, obat yang paling ampuh hanya ASI. Tapi, kalo batuk, kadang-kadang ASInya dimuntahin lagi. Meskipun itu, artinya Mika juga lagi berusaha ngeluarin lendir-lendir yang bikin tenggorokannya gak enak.

Menjelang siang... sore.. terus malem... suhu badannya naik-turun. Gue mulai khawatir lagi. Apalagi hari minggu begini, gak ada dokter, selain dokter jaga, seandainya harus bawa Mika ke dokter.

Bener aja, tengah malem, gue kebangun karena Mika nangis kenceng. Ternyata, lagi dikasih Tempra sama suami gue. Abis itu langsung gue susuin, sampe Mika tidur. Gue mikir, apa gue gak masuk kantor aja...

Tapi, pas paginya, suami gue bilang, gue ke kantor aja, dan gue berniat pulang cepet. Apalagi, pas bangun pagi, Mika lemes banget, gue nyaris gak ke kantor, kalo gak inget ada kerjaan. Gue bilang sama Mika, "Mika istirahat ya, sayang... nanti mama pulang cepet. terus, kita ke dokter, ya..." Mika cuma ngeliatin gue dengan tatapan lemes... Aduhhhh... sedihnya hati gue...

Di kantor pun, gue gak tenang. Setelah makan siang, gue langsung pulang. Sampe di rumah, gue liat Mika lagi mau minum susu. Tapi, hehehe.. Mika pinter... kalo ngeliat gue udah di rumah, Mika gak mau minum ASI dari botol... Good Boy, Mika...

Setelah bersih-bersih, gue langsung bobo' siang sama Mika. Meskipun sakit, Mika masih pengen main dan ngoceh. Suaranya udah gak serak lagi... tapi, batuknya tetap 'parah'.

Sorenya kita ke dokter. Sambil nunggu dokter, Mika ceria banget. Mulutnya ngoceh terus... bahkan waktu mau gue susuin, Mika malah ngajak becanda.

Dokter bilang, kalo gue gak perlu khawatir, meskipun batuknya heboh kaya' begitu. Kasih jangka waktu dua minggu, kalo gak sembuh baru ke dokter lagi. Yang perlu dikhawatirin, justru kalo Mika gak bisa batuk, baru perlu curiga. Dan, dokter pun gak kasih obat apa-apa.

Gue pun pulang... tapi, tetap bingung, dengan batuknya Mika. Sampe rumah, Mika rewel karena ngantuk dan cape'. Dan, langsung tertidur pulas setelah menyusui...

Dua hari ini, setiap gue mau berangkat kantor, Mika udah bangun... tapi Mika lemes banget... gak ada senyum setiap kali diajak becanda...

Sedihnya gue.. ini gara-gara gue.. gue yang bandel gak mau pake masker.

Mika... cepet sembuh ya, sayang... biar bisa main lagi... Mama pengen liat senyum Mika lagi....

Thursday, June 26, 2008

Sunday, June 22, 2008

The Three of Us

My Little Family...


On June 22, 2008...

My Husband: 36 years old
Mika: 5 months old
Me: 5 months being a mother

Friday, June 20, 2008

Mika di nenenshop.com

Hari sabtu (13.06.2008), Mika jalan-jalan sama nenek and tante-tantenya. Kebetulan kakak gue yang lagi hamil 7 bulan mulai cari perlengkapan bayi. Dan, mampirlah ke nenen shop, toko perlengkapan bayi di daerah Senopati.

Tokonya kecil mungil, tapi nyaman. Ada sofa kecil, buat nunggu kalo lagi cape'. Baju-bajunya lucu-lucu, gak pasaran, dan cukup terjangkaulah. Mainan juga banyak. Toko ini jadi mirip 'lemari baju' anak-anak..

Terus, sama mbak yang jaga (mungkin pemiliknya)tanya sama gue, "Ini baru pertama kali ya ke sini?" Gue bilang, "Iya." Terus, dia tanya nama anak gue, gue bilang, "Mika." And dia bilang, "Mika, Tante foto dulu ya. Setiap yang pertama dateng, difoto dulu."

Dan inilah
hasilnya... Mika udah susah kalo difoto, maunya gerak-gerak terus, atau bengong ngeliatin kamera. Tapi... hehehe.. lumayan buat dokumentasi Mika.

Thursday, May 22, 2008

Mika: 4 Bulan

Mika Sayang...

Hari ini Mika ulang bulan yang ke 4. Alhamdulillah... Gak berasa... Mama kadang suka lupa, kalo 4 bulan yang lalu, Mika masih bayi mungil. Tapi, sekarang... duh.. coba liat deh.. Mika udah ndut, udah pinter tengkurep sendiri (meskipun kalo mau balik lagi, masih harus dibantuin), udah pinter 'ngoceh', jerit-jerit seneng - bangunin Mama kalo subuh. Kalo Mika ketawa, bikin orang yang ngeliat jadi seneng.

Udah sebulan juga nih, Mama kerja, ninggalin Mika dari pagi sampe malem. Sedih sih, karena gak bisa main sama Mika, gak bisa bobo' siang sama Mika. Kalo Mama pulang, Mika udah bobo' nyenyak banget, udah 'pingsan'. Tapi, Mama seneng, kalo pagi-pagi Mama mau berangkat ke kantor, Mika udah bangun. Sempet main dulu sebentar sama Mama, sempet Mama gendong dulu. Dan, kalo Mama kangen waktu Mama di kantor, Mama tinggal liat foto Mika yang banyak di meja kerja Mama.Terus, kalo malem, meskipun mata Mika masih merem, tapi, kalo Mika bangun, terus merengek, terus, Mama nyusuin Mika, sambil pegang tangan Mika dan cerita sama Mika. Gpp, deh, biar Mika belom ngerti atau bahkan tetap tidur, Mama tetap mau cerita sama Mika.

Mika Sayang,
Mama dan Papa doa'in, biar Mika makin pinter dan makin sehat.
Mama dan Papa sayannnnnnggggg banget sama Mika.
We love you, Mika...

Monday, May 19, 2008

Addicted...

Setelah heboh nyari telor paskah dan 'gagal' di LOL(Art) Contest, satu lagi yang bikin 'magabut' di kantor... Spring Re-decorating Gift Contest. Semoga gue bisa dapetin habitat yang lucu atau bahkan pesawat yang keren... atau golden reeno.

Friday, May 2, 2008

Mika will be always my baby boy...

Ada percakapan yang bikin gue sedihhhhhh banget:

(1)
Salah satu orang di rumah (lagi becanda sama Mika): "Sebentar lagi ditinggal Mama, lho... Mama mau kerja, Mika ditinggal sendiri."

(2)
Temen gue: "Kalo kerja, Mika sama siapa?"
Gue: "Sama mbak-nya atau sama neneknya."
Temen gue: "Wah... jadi 'anak mbak', dong..."

(3)
Temen gue: "Kalo kamu pulang, Mika lagi ngapain, Fer?"
Gue: "Biasanya sih, lagi tidur. Paling jam 10 malem baru bangun, terus disusuin, deh. Kalo pagi-pagi, bangun jam 1/2 6 kalo, aku mau berangkat kantor, terus main-main sebentar."
Temen gue: "Hehehe.. bentar lagi kamu dipanggil 'Tante Ferina', lho.."

Duh... sedih banget dengernya. Kalo mengingat ada yang nyeletuk seperti itu, gue langsung down, sedih, kecewa... takut juga... Tega banget ngomong kaya' gitu, meskipun hanya becanda. Gue gak ninggalin Mika... Mika akan selalu jadi anak gue, dan gue gak akan pernah membiarkan Mika lebih deket ke Mbak-nya secara emosional (kalo secara fisik, ya, gue mau bilang apa.. karena gue hanya hampir seharian sama Mika kalo Sabtu, Minggu or hari libur).

Tapi, untung, seorang temen di KutuBukuGila, memberi semangat, kalo dulu ibunya juga bekerja, tapi, toh, gak membuat si anak jadi jauh sama ibunya. Seorang temen di milis yang sama juga memberi semangat, "Yang penting kualitas, bukan kuantitas."

Wednesday, April 30, 2008

Breastfeeding is fashionable...

Dokter-nya Mika bilang, "Jadikan menyusui sesuatu yang fashionable."

Dan, gue bener-bener enjoy setiap kali waktu 'nabung' ASI di kantor, meskipun sekarang Mika dengan terpaksa harus campur susu formula, karena tabungan ASI-nya gak bisa 'mengejar' kebutuhan Mika minum. Gue bangga lho, menenteng tas untuk nyimpen botol ASI.

Setiap pulang kantor, gue 'laporan' sama Mika, berapa botol susu yang gue bawa buat oleh-oleh Mika.

Gue jadi kangen, saat-saat menyusui Mika sepanjang gue cuti hamil kemarin. Saat-saat itu gue ngerasa, jadi orang paling bahagia ketika Mika deket banget sama gue. Makanya sekarang, setiap pulang kantor, dan sambil menyusui, gue pegang tangan Mika, sambil gue liatin matanya, meskipun Mika lagi tidur, gue cerita deh, gue ngapain aja di kantor, di jalan gimana dan gue gendong Mika yang lama.

Insya Allah, Mika tetap sehat dan pinter, meskipun harus campur. "Semoga, tabungan ASI Mama bisa cukup ya, buat Mika, biar gak usah campur lagi..."

Tuesday, April 22, 2008

Mika: 3 Bulan

Senengnya tadi pagi berangkat ke kantor, Mika udah bangun dan sempet liat Mika senyum... Hari ini, Mika ulang bulan ke 3. Sebelum berangkat ke kantor, pas Mika masih tidur, gue bilang, "Selamat ulang bulan ke 3, Sayang. Semoga Mika makin pinter, sehat dan jadi anak soleh." Terus, gue cium deh, pipi gembulnya itu. Dan, senengnya lagi, masih dengan mata terpejam, Mika senyum (atau khayalan gue aja ya... hehehe).

Sekarang, Mika udah semakin rame kalo ngoceh dengan bahasa bayinya. Senyum dan ketawanya makin lebar. Tapi, kalo nangis juga makin kenceng! Tidurnya udah mulai teratur. Gue udah mulai ngajak Mika baca buku cerita 'Peek a Boo!' dan sepertinya Mika seneng banget ngeliat gambar-gambar yang berwarna-warni itu.

Hahaha... jadi sekarang, kalo mampir ke toko buku, ada alasan beli buku buat Mika (dan terseliplah satu or dua buku buat mamanya). Gue janji, setiap hari, mau bacain satu cerita buat Mika.

Kemarin, hari pertama gue masuk kerja lagi. Duh.. duh.. duh.. berat banget. Hampir tiap jam, gue telp ke rumah, nanya Mika lagi ngapain, nangis gak, minum susunya banyak gak, main gak, tidurnya gimana. Kangennnnn banget sama Mika. Di meja kantor gue, udah berderet foto-foto Mika dalam berbagai macam ekspresi. Dan pas pulang, jalanan macet, bikin gue gak sabaran. Sampe rumah, ngeliat Mika lagi tidur, gue bilang, "Halo, Sayang, mama udah pulang." Dan, sambil menyusui, gue cerita ke Mika, apa aja yang gue kerjakan hari dan apa yang gue rasain. Biar Mika belum ngerti, gue pengen belajar sharing sama Mika, semoga Mika nantinya juga mau sharing sama gue...

Buku Selama Cuti

Iseng-iseng, gue mendata buku yang gue baca selama cuti hamil. Hmmm.. lumayan juga. Ini dia daftarnya:
1. My Sister Keeper (yang mulai gue baca pas hari pertama Mika lahir)
2. A Thousand Splendid Suns (buntelan dari Mizz Antie)
3. The Food of Love (buku yang yummy...)
4. Ayat-Ayat Cinta (hehehe.. buku ini gue beli (lagi) gara-gara gak mau ketinggalan sama heboh filmnya)
5. The Spellman Files (buntelan dari Tante Ida @ Serambi)
6. Kick Andy
7. The Inheritance of Loss a.k.a Senja di Himalaya (gue gak bisa 'menangkap' keindahan yang dibilang banyak orang... buku ini terlalu membosankan buat gue)
8. Dragon Keeper
9. Tintin di Tanah Sovyet
10. Tintin di Congo
11. Beauty for Killing (buku yang bertaburan berbagai macam merk)
12. Children of the Lamp: The Akhenaten Adventure (gue suka sama Anak-Anak Lampu ini)
13. Tintin di Amerika
14. Tintin: Cerutu Sang Firaun
15. The Penderwicks (mengingatkan gue sama cerita-cerita Astrid Lindgren and Enid Blyton)
16. Catatan Hati Seorang Istri (wahai para suami.... baca juga dong, buku ini...)
17. Blue Jasmine

Belum termasuk, bacain buku buat Mika, seperti Seri Kisah di Hutan (Hutan, Raksasa, Liliput, Peri.. ehmm.. tinggal dua seri lagi, nih), terus, Disney's Bedtime Stories and buku-buku Peek A Boo.

Tadinya, selama cuti hamil, gue berniat mau membaca buku-buku yang masih terbungkus rapi dan belum terbaca... ehhh... ternyata gagal... karena, gue tetap memilih membaca buku-buku yang baru... yang lama.. ditinggal lagi deh...

Monday, April 21, 2008

Mika's Wall of Fame... ;)

Suami gue itu seneng banget bikin foto-foto. Apa juga difotoin... Entah iklan di jalan, mobil-mobil... Nah, sekarang nih, sejak ada Mika, suami gue 'terobsesi' bikin segala foto Mika... mulai berbagai gaya Mika tidur, Mika mandi, Mika lagi di dokter, bahkan foto sama dokter kandungan gue pun ada.

Dan, kalo lagi jalan-jalan, tiba-tiba ngeliat ada seleb, duh.. dengan pd-nya, suami gue bakal mendekati si seleb itu. Setelah dengan Ahmad Dhani, kali ini Mika pun 'berfoto' dengan Arie K. Untung dan David 'Naif'.


Foto sama Arie K. Untung diambil di Suzanna Baby Shop - Pondok Indah. Niat gue ke toko ini mau cari botol dot, tapi, dot yang dicari ternyata gak ada, gue malah nyari yang lain. Judulnya, nyaris kalap di toko ini. Banyak baju lucu-lucu, buku-buku buat bayi dan macem-macem deh. Lagi asyik-asyik nyari baju, tiba-tiba babysitter gue udah megang kamera dan siap mengabadikan suami gue, Mika dan si Arie. Lalu, suami gue dan Arie sibuk ber-akrab ria dengan saling tanya identitas anak masing-masing.


Lalu yang kedua, sama David 'Naif' di depan StarStudio di PIM. Gue lagi nunggu foto Mika selesai dicetak. Gue sih udah liat si David ini sama keluarganya. Gue ngelirik suami gue yang ternyata lagi sibuk main sama Mika jadi gak ngeh. Tapi, begitu gue selesai, ehhh.. suami gue udah siap berpose... Hehehe...

Ya, gpp, lah.. buat koleksinya Mika...

Sunday, March 23, 2008

Mika: 2 Bulan


Alhamdulillah...kemarin Mika ulang bulan ke dua. Mika makin gembul... Udah bisa ketawa-ketawa kalo diajak becanda, mulai mengeluarkan suara-suara bayinya yang lucu banget, mulai nendang-nendang dengan heboh...

Emang sih masih suka rada rewel. Masih sering nangis sambil nahan napas panjang kalo lagi rewel banget.

Kalo kebangun jam 3 pagi, malah sering banget ngajak main, sementara mama and papanya masih terkantuk-kantuk...

Tuesday, March 4, 2008

Mika with Ahmad Dhani


Kemarin jalan-jalan ke Pondok Indah Mall sama Mika and Papa Mika. Mampir ke Metro, nyari baju buat Mika. Terus, pas mau keluar Metro dengan terburu-buru karena Mika rewel gara-gara 'pup' and pengen nyusuin, Papa Mika masih sempet-sempetnya bilang, "Eh, sebelum ganti, foto dulu sama Ahmad Dhani!" Hah? Ternyata si Ahmad Dhani lagi antri di kasir. Dan dengan pd-nya Papa Mika bilang, "Halo, Om Dhani, namaku Mika... Boleh foto, gak?"

Hehehe... ini sih, sebenernya... Papa-nya Mika yang pengen foto bareng. Gue pasrah hanya sebagai fotografer...

Friday, February 22, 2008

Mika: 1 Bulan

Gak berasa... ternyata Mika 'udah' satu bulan... Hampir lupa gimana rasanya 'mules' waktu mau melahirkan Mika...

Tapi, yang gak gue lupa, adalah pertama kali ngeliat Mika... lalu pertama kali gue harus ngasih ASI ke Mika di rumah sakit.... hihihi.. terharu banget... dan gak percaya kalo gue udah punya anak. Sempet bingung waktu suster ngasih Mika ke gue... gue mikir, "Aduh, gimana caranya?" karena gue gak pernah berani gendong bayi baru lahir. waktu keponakan gue lahir pun, baru pas umur 3 bulan gue berani gendong... Terus, gue sempet gak pd karena ASI gue blom lancar. Gue parno dong ngeliat ibu-ibu lain dengan canggih ngasih ASI ke bayinya. Sementara gue, gendong bayi aja masih kaku. Tapi, gue takjub banget waktu gendong Mika pertama kali... mungil banget... bahkan gue sempet takut-takut waktu mau cium Mika...

Tapi, sekarang... Mika udah 'berubah'... rasanya udah gak 'seringkih' waktu baru lahir... pipinya makin tembem... dan, gue seneng banget ngeliat berbagai macam ekspresi or mimik wajahnya. Ngeliat matanya kalo lagi melotot... terus, tiba-tiba senyum...

Sampai detik ini, kadang gue masih gak percaya... I have Mika....

Postpartum Blues

Di minggu pertama gue balik ke rumah setelah dari rumah sakit, gue sempat 'terserang' yang namanya 'postpartum blues'. Belum terbiasa dengan rutinitas baru, ditambah lagi gue praktis hanya di rumah aja, bahkan sebagian besar waktu gue di kamar, membuat gue merasa bosan dan bt berat.

Gue juga bingung gimana awalnya, yang pasti tiba-tiba aja gue sering berpikir yang aneh-aneh tentang suami gue, misalnya: gimana kalo tiba-tiba dia 'kecantol' perempuan lain, kalo dia macem-macem dan ninggalin gue sama Mika. Terus, gue bt berat waktu ngeliat suami gue tertidur dengan pulas di tengah malam sementara gue terkantuk-kantuk sambil nyusuin Mika. Padahal sih, gue tau, dia juga cape', siang kerja, terus, sementara gue tidur malem, dia nungguin Mika dan dengan rajin gantiin popok kalo Mika pipis or pup.

Terus, kalo suami gue lagi kerja dan telpon gue, terus dia tanya lagi ngapain, gue bilang, "Masih dalam posisi yang sama dari waktu kamu pergi." Artinya, pas suami gue pergi, gue lagi nyusuin mika, pas dia telp, gue juga sedang nyusuin Mika.

Gue juga jadi gampang banget nangis dan melow banget. Kalo suami gue berangkat kerja, setelah gue cuma berdua Mika, terus, gue bilang ke Mika, "Mama & Papa sayang Mika." Tiba-tiba gue nangis...

Ditambah lagi nih.... pas tanggal 3 Februari... semua orang di rumah, termasuk suami gue, gak sadar kalo gue ulang tahun!! Biasanya, sejak pacaran, tiap tengah malam, suami gue udah ngucapin selamat ulang tahun, entah telepon atau via sms. Dan tahun ini, padahal kita berdua sedang terbangun tengah malam buat ngurusin Mika, suami gue tenang-tenang aja... bikin perasaan gue semakin 'hancur lebur'!!

Tapi, setelah acara Aqiqah di rumah, gue ketemu banyak orang (selain orang rumah), ketawa-tawa... gue merasa lebih rileks, lebih tenang dan gak melow lagi, meskipun gue blom bisa pergi ke mana-mana selain ke rumah sakit.

Intinya, sekarang gue sudah bisa menikmati rutinitas baru gue. Gue malah bingung, gimana kalo nanti gue kerja. Gimana Mika? Ada rasa gak rela kalo babysitter ada di saat di mana gue seharusnya sama Mika. Hmmm... mulai terpikir 'pensiun dini'.

Friday, February 15, 2008

My Favorite Photo (1)


Gue suka banget liat foto Mika yang satu ini. Waktu berjemur, hari kedua Mika di rumah. Kaya'nya, posisinya enak banget, dan liat Mika lucu dan ngegemesin banget.

40 Minggu Kurang 1 Hari

Baru sekarang… setelah hampir 4 minggu, sempet nulis cerita tentang pengalaman melahirkan Mika. Maklum… sibuk… hehehe.. gak juga sih… tapi, emang selagi online, lagi main-main facebook, tiba-tiba aja Mika bangun… atau, kalo gak, kalo Mika tidur, gue juga ikutan tidur. Tapi, harus disempetin untuk posting di blog, biar gak lupa… biar bisa dibaca-baca lagi…

*Dari jam 7 pagi tanggal 21 Januari 2008 ke jam 7.39 pagi tanggal 22 Januari 2008*

Menjelang tanggal 23 Januari 2008, tanggal yang diprediksi dokter, pas 40 minggu kehamilan gue, gue makin deg-degan. Mulai selalu melihat, ngerasain, kalo ada tanda-tanda kalo persalinan udah deket. Sesekali gue mengelus perut gue, terutama pas jalan pagi, gue bilang sama calon baby gue, “Mika, kapan mau lahir?” (Karena udah tau mau dikasih nama siapa, setiap gue ‘bicara’ dengan calon baby gue, gue mulai memanggil dengan nama panggilannya). Dan, setiap melewati satu hari tanpa ada tanda-tanda berarti, gue berpikir, “Hari ini belom, apa besok ya?”

Dan, pas hari Minggu, tanggal 20 Januari 2008, gue rada gelisah, tapi, gue gak bilang sama suami gue. Karena beberapa kalo, gue berasa sesuatu, toh, ternyata semua baik-baik aja. Contoh, waktu gue merasa, koq baby gue gak bergerak, ternyata, gak berapa lama, baby gue mulai sibuk nendang-nendang dari dalam perut, atau, waktu gue berasa perut bawah gue nyeri, ternyata gak berapa lama, nyerinya ilang. Nah, pas malam, gue koq selalu berasa pengen pipis, gue takut, ternyata itu air ketuban.

Pas, hari Senin pagi, gue udah bangun dari jam 6, tapi, gue masih bermalas-malasan, meskipun berasa kebelet pengen pipis, soalnya gue masih ngantuk banget. Malemnya emang gue rada susah tidur, kata suami gue, gue tidur pun gelisah banget. Gue juga bolak-balik kebangun buat ke kamar mandi.

Akhirnya, jam 7, gue bangun. Siap-siap melakukan ritual pagi, salah satunya jalan pagi di halaman. Pas gue ke kamar mandi, gue kaget waktu ngeliat pakaian dalam gue basah dan ada darahnya. Gue langsung bilang ke suami gue, dan suami gue pun langsung bangun, siap-siap untuk segera ke rumah sakit. Kita berdua bersiap-siap dengan sangat tenang. Meskipun gak sempet mandi, kita masih sempet cuci muka, sikat gig, bahkan gue masih sempet ‘pup’

Kita pun berangkat menuju RS Pondok Indah. Gue telp mama yang lagi di jalan nganter adek gue. Gue juga sempet telp Bidan yang ngajar senam hamil, buat make sure aja kalo yang gue alami emang salah satu tanda-tanda persalinan.

Sampai RSPI, untung parkiran masih sepi. Lalu, kita langsung menuju lantai 3, tempat ruang bersalin. Gue langsung disambut para suster. Disuruh ke ruang observasi. Sementara suami gue ngurusin masalah administrasi.

Gue di-CTG, sambil ditanya awal mula ‘kejadiannya’, terus ditanya riwayat kesehatan gue. Dari hasil CTG, suster bilang, kontraksinya masih jarang dan lemah, detak jantung bayi bagus. Tapi tekanan darah gue rada tinggi. Secara gak sadar, ternyata gue tegang. Setelah itu, gue harus melewati ‘periksa dalam’, hal yang paling menyebalkan. Katanya sih baru pembukaan satu. Sementara pembukaan lengkap itu ada di pembukaan 10, yang jarak antar pembukaan adalah tiap satu jam!

Dokter datang, dan lagi-lagi gue harus diperiksa dalam. Suster bilang, “Rileks aja, Bu…” Mana bisa!!!

Dan, gue pun terus menunggu di ruang observasi. Sama suami gue, ngeliat-liat buku tentang tips-tips melahirkan. Kita berdua masih bisa ketawa-tawa, becanda, foto-foto sambil tersenyum. Setiap jam, detak jantung bayi dan tekanan darah gue diperiksa. Kontraksi juga diperiksa. Gue bolak-balik ditanya udah berasa mules belum. Dan, gue masih bilang belum, karena emang gue gak berasa apa-apa.

Gue dikasih obat perangsang kontraksi. Tapi, tetap gue belum berasa apa-apa.. Gue masih santai bolak-balik ke kamar mandi, masih bisa makan. Cape’ sih tiduran terus, meskipun dibawa tidur beneran pun gak bisa. Padahal, suster-suster bilang, “Coba tidur, Bu, nanti bakal perlu tenaga banyak.”

Setelah dikasih obat perangsang kontraksi kedua, barulah mulai ada tanda-tanda yang lebih ‘meningkat’. Sekitar setelah maghrib, gue mulai berasa pegel-pegel, mulai mules-mules, meskipun jaraknya masih gak terlalu dekat. Gue mulai cape’ dan cerewet. Gue minta suami gue buat mijitin punggung gue, sementara suami gue juga udah mulai cape’.

Semakin lama, gue merasa semakin ‘menderita’. Tiduran harus miring, katanya biar mempercepat kontraksi. Mau ke kamar mandi pun udah lemes, baru berdiri dari tempat tidur, tiba-tiba kontraksi datang, perut mules… bahkan sempet pas mau ganti posisi, gue sempet muntah.

Kira-kira hampir tengah malam, gue pindah ke kamar bersalin, karena tempatnya lebih lega dan ada sofa kalo suami gue mau tidur. Tapi… sofanya jauh dari tempat tidur. Suami gue milih tidur duduk di samping tempat tidur gue, meskipun gak nyaman. Tapi, baru tidur sebentar, suami gue kebangun, karena gue merintih kesakitan, dan minta dipijitin punggunggnya. Gue sempet muntah lagi, sampai akhirnya gue dipasang selang oksigen biar gue dapet udara yang lebih segar.

Sakit semakin menjadi-jadi. Ngeliat jam, baru jam 2 pagi, kata suster, udah pembukaan 4. Gue udah gak tahan banget. Gue mulai cerewet dan merengek-rengek minta obat pengurang rasa sakit atau suntik epidural aja sekalian biar sakitnya hilang. Susternya bilang, ada obat pengurang rasa sakit, tapi hanya berpengaruh sedikit sekali. Kalo disuntik epidural, pada saat persalinan, geu gak akan punya keinginan buat mengejan.

Karena udah gak tahan banget, gue tetap minta obat pengurang rasa sakit. Yang ternyata emang gak ngaruh sama sekali. Malah gue sempet bilang, “Di-caesar aja deh…!” Suster bilang, “Masa udah sampai begini, mau di-caesar?”

Gue juga mulai kasihan sama suami gue. Setiap dia udah mau tidur, gue minta dipijtin. Gue semakin sering berteriak-teriak, karena selain mules, pegal-pegal, ditambah lagi berasa pengen ‘pup’ setiap lagi kontraksi.

Rasanya lama banget nunggu pagi datang. Katanya dokter Waluyo bakal dateng jam 6. Suster-suster udah kesekian kali ganti shift. Mereka terus kasih semangat biar gue kuat dan sabar.

Dokter datang jam ½ 7an, periksa dalam dan dokter bilang, “Wah, ini udah pembukaan lengkap!” Langsung dokter kasih instruksi buat menyiapkan segala perlengkapan untuk persalinan. Suster-suster pun dengan sigap langung siap-siap.

Gue diajarin cara mengejan. Hah, emang bener, pas lagi saatnya, lupa deh semua pelajaran saat senam. Dan, gue semakin gak sabar, tapi juga takut menunggu proses persalinan sebenarnya. Gue semakin ribut, berteriak kesakitan. Suster-suster tetap dengan sabar membimbing gue, meskipun tangannya gue pegang keras-keras.

Mungkin, karena dokter melihat gue gak bakal bisa melahirkan dengan normal ‘sempurna’, dokter pun bilang untuk nyiapin alat vacuum. Dan menunggu persiapan, lagi-lagi membuat gue gemes, karena gue udah berasa mules dan terus kontraksi tapi, gak boleh mengejan. Semakin banyak suster di ruang persalinan, semakin ramai yang memberi semangat.

Dokter Waluyo masih sempet-sempetnya becanda, waktu ada suster yang kasih aba-aba untuk mengejan, si suster bilang, “Ya Bu… tarik napas, tundukkan kepala, kecilkan perut… ya, ngejan ke bawah!” Dokternya bilang, “Kamu kaya’ pramugari aja… Ya… sebentar lagi, kita akan segera mendarat di lapangan udara Rumah Sakit Pondok Indah.” Suami gue masih sempat tertawa-tawa denger si dokter ngebanyol… sementara gue… merutuk dalam hati…

Dan, ketika bayi gue udah mau keluar, rasanya semua suster berteriak, “Ya… sedikit lagi, Bu… sedikit lagi…!!

Begitu, bayi gue keluar… rasanya… plong banget… lega….!! Dan semua suster memberi aba-aba terakhir dengan kompak, “Hah… hah… hah…!” Dokter ngeliat jam dan bilang, “07.39.” Gue sempat diminta mengejan sekali lagi untuk ngeluarin tali pusar.

Suami gue langsung bilang, “Alhamdulillah…” Gue denger bayi gue nangis… terus ditaro di depan gue, tapi, belom boleh gue pegang… Gue gak bisa inisiasi dini, mengingat kondisi gue yang udah kecapean. Abis itu, gue langsung dibaringin… dibius… dan gue pun ‘tewas’.

Gue kebangun kira-kira dua jam kemudian. Kamar bersalin udah sepi… hanya ada suami gue. Pas mama dan papa dateng, gak tau kenapa, gue nangis. Mungkin karena terharu dan lega… karena ‘perjalanan’ panjang selama 9 bulan dan ‘perjuangan’ gue selama 24 jam selesai juga… Entahlah…

Gue puan liat baby gue udah diletakkin di box dan udah bersih… Kata mama, rambutnya lebat, dan sebelum pindah ke kamar, gue sempet mencium baby gue… Ya Allah… sekarang gue… dan suami gue, udah punya anak…

Alhamdulillah… baby gue lahir dengan selamat… baby yang kita kasih nama “NAYAKA MAHARDIKA PRAWIRA” yang artinya: “Pemimpin yang Berbudi Pekerti Luhur dan Pemberani.”… Bayi yang kita panggil “MIKA”…

Thursday, January 17, 2008

My Days

Gue udah mulai cuti besar alias cuti hamil selama tiga bulan. It means bulan april nanti gue baru masuk ke kantor lagi. Hari-hari gue selama 4 hari terakhir ini diisi dengan baca buku... main komputer... tidur... nonton tv hanya sesekali, karena gue males banget naik ke atas.

Kemarin gue ke dokter. Berat gue turun 2 kg, tekanan darah normal. Dokter bilang, harus siap-siap, karena sewaktu-waktu bisa aja melahirkan. Udah masuk minggu ke 39... wow, it's getting closer. Suami gue juga udah siap dengan tas pakaiannya, siap-siap nginep di rumah sakit.

Perasaan gue mulai deg-degan... kadang gak sabar pengen liat baby gue...

Tuesday, January 8, 2008

I Wonder How....

Kemarin temen gue bilang, "Nanti pada saat loe udah melahirkan, loe pasti akan merindukan saat-saat loe hamil."

Gue pun berpikir... iya, ya.. selama gue hamil, gue merasa ada nemenin gue, ada yang gue jagain dan mungkin juga 'menjaga' gue. Kadang, kalo gue lagi sedih, gue bilang sama baby gue, "Nanti kamu jagain mama, ya... temenin mama..."

Yes... I think I will miss my pregnancy...

Monday, January 7, 2008

Sempet Takut...

Kemarin, hampir aja gue ke RS Pondok Indah. Gara-garanya, gue merasa koq bayi gue agak anteng, jarang bergerak, atau biasanya, sih ngulet-ngulet dikit. Gue ngerasa terakhir bayi gue bergerak itu jam 11 siang, dan gue jadi kepikiran, karena udah jam 2 siang nih, koq si baby diem aja (atau mungkin sebenernya gue aja yang nggak ngerasa kalo dia bergerak)

Suami gue mulai ikutan khawatir. Dia langsung masang musik klasik, eh, masih juga si baby diem. Gue telp ke RS Asih, kata suster di sana, "Langsung aja dibawa ke sini. Kita ctg. Terus, banyakin minum yang manis-manis."

Cari second opinion di RS Pondok Indah. Di sini suster yang jawab lebih bersahabat dan diplomatis, katanya, "Kalo udah masuk minggu ke 38, emang biasanya bayinya jarang bergerak, karena kan udah masuk jalan lahir. Tapi, paling nggak setiap jam harus ada pergerakan. Kalo emang ibu masih khawatir, silahkan aja datang ke sini, nanti kita periksa detak jantungnya."

Gak lama setelah gue sibuk bertelepon-telepon ke rumah sakit, bayi gue mulai bergerak lagi, gue dan suami pun jadi lebih lega.

Abis dokter gue waktu itu bilang, gerakan harus dipantau setiap setengah jam. Jadinya kan gue kepikiran terus kalo bayi gue gak bergerak.

Temen gue juga memberi info tambahan, hampir sama dengan yang dikasih tau suster di RSPI, katanya kalo bayi udah 'tua' emang kebanyakan 'tidur' aja. Jadinya jarang begerak.

Mmm.. udah masuk minggu ke-38... Insya Allah, kalo gak ada halangan, kalo gak lebih cepet... dua minggu lagi... bayi gue akan lahir...

Excited... but sometimes a little bit worry...

Thursday, January 3, 2008

2008


Hmmm.. hampir aja kelupaan nulis tentang malem taun baruan. Nothing special, sih.. tapi, tetap toh, rasanya perlu untuk ditulis.

Tanggal 31 Desember, gue masih ke kantor. Hehehe.. emang garink banget sih, mana yang masuk juga gak terlalu banyak. Di Daily Absent Report, wuiihhh, isinya 'Annual Leave' semua. Tapi, tetap aja, kerjaan masih berdatangan, para partner masih semangat kasih kerjaan. Untung hari ini boleh masuk sampe jam 12 siang aja. Meskipun toh, gue juga pulangnya baru jam 1/2 3 sore.

Suami gue jemput, dan pertanyaan gue udah dari sebulan yang lalu, "Kita mau ke mana?" Selama ini, suami gue selalu bilang, pokoknya malem tahun baru gak di rumah, harus jalan. Dan, gue bilang, mengingat kondisi gue yang sedang hamil tua begini, gue gak mau diajak ke tempat di mana gue gak bisa comfort atau gak bisa istirahat, at least harus ada tempat duduk yang cukup memadai lah buat gue.

Suami gue sempat memberi usul, mau bermalam tahun baru di sekitar bunderan HI. Dia bilang, "Kita duduk-duduk aja di depan Plaza Indonesia." Gue dengan sewot sempet nyahut, "Gak inget kondisi gue gimana?" Terus, pas liat iklan Blitz Megaplex ada paket tahun baruan, kita sempet tertarik, meskipun filmnya gak terlalu bagus. Tapi, akhirnya dibatalkan, karena di radio denger kalo jalan menuju arah Thamrin ditutup.

Akhirnya, kita memutuskan bermalam tahun baru di PIM!!! Kita beli tiket nonton yang paling malem. Abis itu, kita bingung mau ngapain nunggu sampe jam 21.35? Soalnya sampe PIM aja baru sekitar jam 4 sore.

Seperti biasa, muter-muter sekitar Metro, Gramedia. terus, akhirnya, jam 1/2 7 malem, kita makan di American Grill. Makannya santai banget, selain karena menunya yang banyak, sambil kita menghabiskan waktu. Gue meratiin, koq gak banyak ibu-ibu hamil seperti biasanya. Suami gue bilang, jam segini ibu-ibu hamil udah pada istirahat. hahaha.. tinggal gue sendiri ibu-ibu hamil yang masih berkeliaran!

Karena jarang banget nonton malem, akhirnya kita berdua sempat terkantuk-kantuk. Dan lega banget begitu ada announcement, "Pintu theater 1 telah dibuka..." Dan, kita pun masuk, nonton 'National Treasure: Book of Secret'.

Film selesai pun baru jam 1/2 12. PIM udah sepi... (hehehe.. ya iya lah...). Dan kita pun pulang (padahal, pas pagi-pagi pamit mau pergi kantor, kita berdua bilang, "See you next year." Sok bergaya mau nginep..hehehe).

Keluar PIM, ternyata hujan... dan, kita pun merayakan tahun baru di mobil, di sepanjang jalan tol lingkar luar, sambil menikmati percikan kembang api. Sambil, sama-sama mengucap do'a dalam hati... harapan untuk tahun baru... harapan untuk menyambut datangnya anggota baru dalam keluarga kecil kita....

Minggu Ke - 37

Duh.. semakin dekat rasanya... 3 minggu lagi (itu pun, kalo gak lebih cepet dari perkiraan). Kemarin ke RS Asih buat di-ctg. Detak jantung bayi gue direkam selama 30 menit, sekaligus dipantau pergerakan bayinya. Hihihi, bunyi jantungnya kaya' lagi ada pacuan kuda. Gue sempet serem sendiri.

Terus, langsung ke dokter. Sempet deg-degan, jangan-jangan udah harus segera melahirkan. Tekanan darah udah back to normal, berat badan gue malah gak naik (dan, dokter nanya, "Koq gak naik?" Lho...). Katanya sih, gue kecapen. Suami gue langsung minta dukungan dokter supaya gue cepet-cepet cuti. Dokternya bilang, "Cuti itu kan peraturan perburuhan, tergantung istrinya, cape' apa nggak." Dan, waktu dokter ngeliat hasil ctg, katanya, bayi gue cukup reaktif, artinya, ari-arinya masih bagus, dan masih bisa nunggu sampai waktu yang pas buat melahirkan.

Lega rasanya...

Dan, tentang pergerakan bayi gue, kadang gue bisa senyum-senyum or cekikikan sendiri kalo tiba-tiba bayi gue 'nendang'. Gue punya berbagai istilah buat menggambarkan pergerakan bayi gue sama suami gue, kadang gue bilang lagi 'ngulet', lagi 'gelundungan', lagi 'berenang', atau bahkan 'nyelam'! Kadang juga bisa ngagetin gue dengan 'tendangan' yang tiba-tiba. Kalo siang, baby gue rada anteng, rada tenang, malah gue jadi menghitung... udah berapa lama dia gak bergerak? Tapi, giliran malem, menjelang tidur, wuih... lumayan aktif.. perut gue sampe bergerak-gerak sendiri!

Hihihi.. gue udah gak sabar buat 'ketemu' bayi gue... aih... anak gue... Meskipun, gue masih rada-rada takut menghadapi proses persalinan. Pokoknya, beberapa orang berpesan sama gue, gak boleh manja, gak boleh cengeng selama proses itu. Hmmm.. iya, sih.. gue masih takut... tapi, kalo gue pikir, semua perempuan banyak koq yang udah ngelewatin itu... gak usah jauh-jauh contohnya, mama gue punya empat anak, adek gue udah dua... semuanya lewat persalinan normal. Tapi.... gue masih tetap gak pd....!!!