Thursday, November 22, 2007

Sedikit Catatan...

Harusnya sih, ini ditulis pas tanggal 19 kemarin, pas satu tahun pernikahan gue dan suami gue, tapi, karena gak sempet, ya sudahlah, ditulis sekarang aja.

Hmmm... gue lagi mengingat-ingat apa aja ya, yang 'serba pertama' selama hubungan gue sama suami gue, sejak kita pacaran, sampai sekarang. Atau, apa yang gue temui setelah gue menikah...

Pertama nge-date, nonton Shrek 1 di PIM 1

Pertama makan siang bareng, di Wendy's Pasar Festival, terus, gue dikasih kaset Padi yang ada lagu 'Sesuatu yang Indah', yang jadi theme song setiap kita jalan-jalan. Dan, lagu 'Kasih Tak Sampai' jadi theme song setiap kita lagi berantem.

Gue pernah dikasih dua boneka kecil, beruang dan kelinci warna putih. Entah kenapa kita kasih nama yang 'berat' - si beruang jadi Mahadewa dan si kelinci jadi Mahadewi. Mungkin karena kita berdua lagi suka sama lagu Mahadewi-nya Padi (hehehe.. kita berdua emang penggemar Padi). Si Mahadewi udah ikutan jalan mulai dari Tanjung Lesung, Puncak, Bandung, Bali and sampe ke Singapore dan Malaysia.

Gue sepertinya rada bermasalah dengan 'mata' di cincin. Waktu masih pacaran, gue pernah dikasih cincin perak yang ada matanya. Entah karena sering kepentok dengan keras, matanya pun lepas. Bahkan, cincin pernikahan gue pun yang ada tiga 'mata', sekarang udah ilang semua matanya. Satu ilang beberapa hari sebelum hari pernikahan gue, yang sempet bikin gue rada ketar-ketir, "Ada pertanda apa nih?" Dan dua lainnya ilang entah kapan. Sementara, cincin suami gue, tiga matanya masih utuh. Sekarang, gue suka sebel ngeliat cincin gue yang 'botak' ini.

Pertama jalan keluar kota berdua, ya pas honeymoon ke Yogya - hmmm.. naik bis ke Parangtritis, keliling Yogya naik becak, mulai dari Kraton, tempat jual bakpia, tempat gudeg and borong di Malioboro.

Fakta-fakta yang gue temui setelah menikah:
Suami gue makannya gak ribet, tapi juga termasuk yang 'malas' mencoba makanan baru. Yang paling dia suka itu ayam bakar, makanya sering banget ngajak ke Ayam Bakar Ganthari di Bulungan, Blok M. Terus, kalo ke foodcourt maunya yang simple, jadi paling-paling dia makan Kentucky, dan akhir-akhir ini lagi doyan banget sama Banana Split-nya D'Crepes.

Gue dan suami sama-sama 'pembeli buku' tapi sering berakhir dengan manis di rak buku. Tapi, suami gue lebih milih buku komputer, terus yang berbau-bau politik sama biografi tokoh-tokoh terkenal. Sementara gue, tetap dengan jalur 'fiksi'.

Suami gue lebih teliti, lebih rapi dan lebih detail daripada gue. Kalo sebelum pergi, kamar harus rapi dulu. Semua dicek - apakah kabel-kabel udah pada dicabut, jangan sampai ada listrik yang masih nyala, semua harus tersusun rapi, lurus, jangan ada yang miring-miring. Terus, apakah mug di kamar udah ada sendoknya? udah ada tutup dan tatakan gelasnya? Belum lagi kalo mau turun mobil, lamaaaaa banget keluarnya, mulai dari ngerapiin uang kertas yang harus disusun searah, atau ngerapiin uang untuk tol - sesuai berapa yang harus kita bayar. Lalu, ngerapiin semua kertas-kertas. Yang kalo gue pikir, "Ihhh.. ini kan bisa dikerjain nanti di rumah?" Awalnya, gue amat sangat tidak sabar dengan semua kebiasaan ini, lama banget gitu... Biasanya, kalo turun mobil, ya tinggal turun, keluar kamar, ya, keluar aja. Urusan rapi-rapi, ntar aja kalo udah pulang ke rumah. Tapi, lama-lama gue, sadar, at least ini menunjukkan, kalo suami gue orang yang bertanggung jawab.

Gue punya satu keinginan yang sederhana. Gue pengen, Insya Allah, sampai kita tua nanti, setiap kita jalan atau di mana pun, suami gue akan selalu menggandeng tangan gue, merangkul gue, atau, mencium kening gue. Always saying 'I love you so much', setiap kita mau 'berpisah' sebentar, kaya' kalo lagi ngantor, setiap mau tutup telepon atau sebelum tidur.

Duh, koq jadi mellow begini? Jadi pengen telp suami gue nih, pengen bilang, "I love you so much, sayangku..."

Tuesday, November 13, 2007

Now Reading: New Moon

"Shoot," I muttered when the paper sliced my finger; I pulled it out to examine the damage. A single drop of blood oozed from the tiny cut.

It all happened very quickly then.

Edward threw himself at me, flinging me back across the table...

I tumbled down to the floor by the piano, with my arms thrown out instinctively to catch my fall, into the jagged shards of glass. I felt the searing, stinging pain that ran from my wrist to the crease inside my elbow.

Dazed and disoriented, I looked up from the bright red blood pulsing out of my arm—into the fevered eyes of the six suddenly ravenous vampires.

(Reading 'New Moon' - page 266 of 563)



Monday, November 12, 2007

Senam Hamil

Hari sabtu kemarin (10.11.2007), gue mulai ikut senam hamil. Tempatnya di Panglima Polim, di klinik Dr. Waluyo, tempat biasa gue periksa. Jam 1/2 9, gue udah sampe sana. Lalu, mulailah berdatangan beberapa ibu-ibu hamil lainnya. Sembari nunggu senamnya dimulai, mulailah para ibu hamil saling berbagi pengalaman, cerita dan tanya-tanya soal kehamilan. Hehehe.. gue berasa jadi ibu-ibu bener.

Jam 9, senam pun dimulai. Diawali dengan curhatan suster yang jadi pembimbing kita yang baru aja kehilangan dompet. Jadi, dengan mata sembab dan suara masih bindeng, dia memulai kelas senam pra-natal ini.

Senamnya lebih banyak sambil tiduran. Kita diajarin cara bernapas yang bener, terus gerakan-gerakan biar punggung gak cepet cape', kaki gak kram, lalu biar posisi bayi juga selalu berada di tengah. Ada lagi diajarin cara mengejan, yang ini juga terdiri dari beberapa gerak. Ada satu posisi yang hanya boleh diikutin sama yang usia kehamilannya udah di atas 34 minggu. Jadi, berhubung gue baru masuk 30 minggu, gue hanya sebagai pemerhati aja.

Lalu, ada sesi 'curhat' atau sharring. Ada beberapa, termasuk gue, yang sedang hamil ada pertama, tapi, ada juga yang lagi hamil anak kedua, bahkan ada yang udah punya anak kembar. Dikasih tau tanda-tanda udah mau persalinan,terus apa aja yang harus dibawa ke rumah sakit, gimana kalo ternyata udah lewat due date tapi belum juga mau melahirkan. Duh... lega karena dapet pengetahuan baru, tapi jadi makin deg-degan.

Bali (Day 3) – 04 November 2007

Pagi ini agak santai. Malah bingung mau ngapian. Jam ½ 6, temen gue telpon, ngajakin ngeliat sunrise di pantai. Ya.. daripada bengong di kamar, akhirnya gue dan suami siap-siap menuju pantai.

Ternyata, gak ada sunrise, karena mendung. Ya udah main-main sebentar di pantai. Dingin banget, ombak juga masih lumayan gede.

Setelah puas main di pantai, gue dan suami gue langsung ke tempat sarapan. Kali ini, kita berhati-hati pas mau makan sosis. Hari ini lebih aneh. Pertama ditulis ‘sausage pork’, tapi gak lama kemudian diganti jadi ‘sausage beef’. Tapi, koq ‘wujudnya’ masih sama. Hehehe.. gak ada yang mau mengulang ‘sausage gate’ hari pertama.

Terus, dikasih pengumuman, siapa yang mau ikutan jalan-jalan, kumpul jam 9 di lobby. Ya, udah, daripada gak ada kerjaan, gue dan suami memutuskan untuk ikut jalan-jalan. Kali-kali bisa beli sesuatu buat oleh-oleh.

Kita kumpul di lobby dan langsung bawa koper. Sekalian check out. Ternyata yang ikutan acara jalan-jalan gak banyak. Bisnya hanya terisi setengah. Gue sih berharap kita bakal diajak ke sukowati atau tempat belanja yang murah-meriah. Tapi, melihat perjalanannya yang jauh banget, gue curiga, akan dibawa ke Galuh, tempat souvenir yang harganya tergolong mahal meskipun dengan iming-iming discount 50%. Tahun lalu, kita juga diajak ke sana, tempatnya di sebelah tempat kita nonton tari Barong. Dan, tahun lalu pun, gue gak belanja apa-apa di sana, karena memang gak menarik.

Dan, kecurigaan gue terbukti. Kita diajak ke tempat yang sama. Udah il-feel mau belanja apa. Temen gue ngusahain biar kita diajak ke Sukowati aja, tapi, si tour guide-nya beralasan, sukoawati jauh, takut gak keburu untuk ngejar makan siang. Ya udah, dengan terpaksa, gue belanja di sana. Soalnya papa titip celana pendek, jadi ya udah deh, dibeli di sini aja.

Dari Galuh, kita diajak ke tempat jual kacang Rahayu. Belilah beberapa buat oleh-oleh. Kata temen gue, kita diajak ke tempat jual kacang yang mahal. Iiihhhh, nyebelin.

Dari sana, kita langsung menuju Warung Made, di Seminyak. Sampai di sana, nyebelin lagi, karena rombongan lain belum datang, kita jadi gak boleh masuk .Akhirnya jalan-jalan bentar di sekitar Warung Made. Cuaca panas banget. Di daerah Seminyak, sepi banget. Kebanyakan butik-butik kecil. Gue sempet masuk ke salah satu toko, namanya ‘Budha’s Wear’, dapetlah satu t-shirt warna pink dengan harga yang cukup murah.

Terus, gue dan suami balik lagi ke Warung Made. Di sana udah pada ngumpul. Langsung makan siang dengan menu yang menurut gue taste-nya biasa aja. Tapi, ya, mungkin cocok buat bule-bule. Di dalam Warung Made, ada beberapa toko, salah satunya ada Periplus. Di sana, akhirnya gue beli buku ‘New Moon’, lanjutannya ‘Twilight’-Stephenie Meyer. Emang sih, gak di-discount 20% kaya’ kalo beli di Jakarta, tapi jauhhhh lebih murah dibanding di Kinokuniya.

Mau jalan-jalan lagi, tapi panas banget. Malah kita beli es krim di Circle K deket Warung Made. Terus, jam 1, segera berangkat menuju airport Ngurah Rai. Sampe sana juga udah mendekati waktu boarding. Setelah dibagiin boarding pass, langsung menuju ruang tunggu. Ternyata, udah waktunya boarding. Tepat waktu… padahal, hehehe, gue pengennya di-delay, biar lebih lama lagi pulangnya. Sebelum masuk pesawat, ngisi-ngisi surat pernyaataan hamil dulu. Dan, setelah itu, masuk ke pesawat. Seperti tahun lalu, pesawat dari Bali-Jakarta, kebagian pesawat yang besar, jadi lebih enak dibanding waktu dari Jakarta-Bail.

Sampai Jakarta dengan selamat. Nunggu bagasi, lalu ke kantor dulu, baru dari kantor menuju rumah. Jam ½ 7 sampai rumah dengan keadaan cape’, gak sanggup buat beres-beres dan langsung tidur…

Liburan pun berakhir…

Bali (Day 1) – 02 November 2007




Akhirnya, sempet juga bikin cerita tentang liburan ke bali, abis seminggu kemarin, gue sibuk banget. Hehehe.. maunya sih, liburan terus di Bali… begitu sampe Jakarta… berasa langsung disergap macet yang bikin bt.

Jadi, di hari pertama itu, gue dan suami berangkat dari rumah jam 5 pagi. Sebenernya sih, ngumpul jam 6, tapi, maklum aja.. rumah jauh… kalo berangkat telat dikit bisa kena macet. Makanya jam ½ 6, udah sampe kantor. Untung ada juga yang berpikiran sama untuk berangkat dari rumah lebih cepet. Tapi, emang nungguin yang lain jadi lama banget.

Harusnya jam 7, kita udah start dari kantor, tapi karena lama banget nungguin orang travel-nya, jam 8 kita baru berangkat. Udah gitu, perjalanan menuju airport sama sekali gak mulus, bikin stress karena takut gak bisa berangkat. Macet banget di tol, tapi setelah pintu keluar Tol Tomang, lancarrrrrr….

Begitu sampe airport, dibagiin boarding pass sambil lari-larian, karena emang udah waktunya boarding. Koq, travel-nya rada kacau balau begini sih? Gak kaya’ tahun lalu.

Menjelang take-off, rada deg-degan juga. Takut baby gue kenapa-napa. Untung take-off dan landing berjalan mulus. Pesawat take-off tepat waktu.

Sampai di Bali, disergap udara panas. Langsung diangkut pake bis ke resto Angsa Putih buat makan siang. Mmmm… resto-nya biasa aja. Menunya ada sate bali, bebek goreng, udang goreng. Rasa gak terlalu istimewa.

Gak berlama-lama di Angsa Putih, langsung menuju hotel lagi. Perjalanan agak jauh, sekitar 30 menit, menuju Nikko Hotel & Spa di daerah Nusa Dua. Ternyata, Nikko Hotel letaknya paling jauh di antara hotel-hotel lain di Nusa Dua. Tempatnya jauh dari keramaian, langsung mikir bakal susah kalo mau ke mana-mana. Soalnya harus pake taksi atau sewa mobil.

Setelah istrirahat dulu di lobby hotel, minum welcome drink yang bikin seger, kita langsung dibagiin kunci kamar. Huaaaa… hotelnya gede banget. Langsung pengen cepet-cepet main di pantai.

Di kamar, beres-beres koper dulu. Ganti kostum, lalu segera menuju pantai. Duh, untuk menuju pantai aja, kita harus menuju sisi lain dari hotel. Lalu, turun pake lift dulu, baru deh, sampe di area kolam renang. Ngeliat pemandangan dari atas juga udah bagus banget. Angin rada kencang, malah cenderung mendung (apa karena udah sore, ya???). Kolam renang ada beberapa buah. Kolam anak yang dipakein pasir, seolah lagi main di pantai, lalu ada private pool.

Gue dan suami gue langsung menuju pantai… Ahhhhh… seger banget main-main di pantai. Pasirnya lembut banget dan bersih. Ombak lumayan juga. Foto-foto sesi pertama di Bali pun dimulai. Duh, seneng banget main di pantai. I always love beach.

Lalu, kita balik lagi ke kamar. Bersiap-siap untuk makan malem di Jimbaran.

Jam ½ 7. berangkat menuju Jimbaran, tepatnya di Teba Café. Di sana kita makan di pinggir pantai. Udah disiapin satu porsi seafood untuk satu orang, yang terdiri dari ikan bakar, udang bakar, cumi bakar dan beberapa butir kerang. Mmmm… ternyata mengenyangkan juga, sampe ikannya gue gak habis.

Setelah makan, kita dibagiin nama kelompok untuk games besoknya. Semua nama kelompok adalah nama-nama setan. Gue dan suami kebagian nama ‘Jenglot’. Hah?? Apaan tuh? Katanya, sih Jenglot itu, adalah orang tua berbadan kecil banget. Tapi, entahlah, gue baru denger. Setiap keluarga dapet sebuah karton, beberapa lembar kertas berwarna, spidol, gunting dan lem untuk dibikin jadi papan nama. Huuhhh, rencananya begitu sampe hotel mau langsung istirahat, jadi harus bikin prakarya dulu. Padahal, gue adalah manusia paling tidak kreatif!!!

Jam 9 udah sampe di hotel lagi. Ada kejadian yang bikin heboh di lobby hotel. Ya…. Itung-itung warming up menjelang Halloween Night. Jadi, di pinggir lorong menuju ke lift, tiba-tiba gue dipanggil temen gue, dan disuruh nengok ke samping kiri, dan, waaahhhhh… ada ‘pocong’ berdiri!! Dengan rambut panjang yang nutupin mukanya. Gue langsung kaget dan megang tangan suami gue, sementara temen-temen gue yang lain tertawa bahagia. Huh!!

Dan, kejadian heboh itu, gak hanya berhenti di situ. Begitu udah di kamar dan lagi asyik nyari ide buat bikin papan nama, tiba-tiba ada suara teriakan, “Huaaah… ada pocong!” yang berasal dari kamar sebelah. Kaget dong, gue… gue liat melalui lobang kecil di pintu, hiii… si pocong yang tadi lagi berkeliaran di depan kamar. Gue ogah keluar. Gue telpon temen gue di kamar sebelah dan katanya dia baru dikerjain. Hmmm.. ternyata si “pocong” bergerilya ngagetin orang di tiap kamar. Untung gue gak kena… takut kali ngagetin ibu hamil. Hehehe…

Lumayan lama gue bikin prakarya itu. Sampe jam 11an, gue baru tidur. Duh, padahal besok itu, udah harus kumpul di tempat breakfast jam 6.

Bali (Day 2) – 03 November 2007

Jam 5, alarm di HP gue berdering. Haaaa. Udah pagi… hari ini bakal jadi hari yang panjang. Karena acaranya adalah games di area pantai dan malemnya ada acara puncak Halloween Party. Dress code untuk acara games adalah black or red.

Buru-buru siap-siap, meskipun tau, sih, pasti pada ngaret. Gak mungkin banget, jam 6 pada on time di tempat sarapan. Bener aja, begitu sampai di Tao Li Café, tempat sarapan, baru beberapa ‘gelintir’ yang hadir di sana. Gue dan suami milih duduk di luar, sambil menikmati udara pagi dengan pemandangan pantai.

Terjadi ‘sausage gate’ di waktu sarapan ini. Jadi di meja buffet ada menu nasi goreng, mie goreng, dan lain-lain, yang di antaranya ada sosis. Di situ gak ada tulisan apakah itu ‘pork, ‘beef’ or ‘chicken’. Dan, lagi pula, bagian ‘pork’ ada di meja lain. Jadi, kita pikir aman toh, mengkonsumsi sosis itu. Kebetulan, gue gak ngambil, karena milh untuk makan yang lain. Suami gue ambil dua potong. Lagi asyik-asyik makan, tiba-tiba salah satu temen gue bilang, “Makan sosisnya gak? Katanya ‘pork’.” Lho tadi kan gak ada tulisannya. Jadilah pada saling pamer, “Gue makan tiga!”, yang lain bilang, “Gue makan empat!” Hehehe.. kalo gak tau kan, gpp, toh???

Setelah sarapan, kita menuju pantai. Ambil nomer undian, plus selembar kertas dengan tulisan ‘mangga’. Oooo.. ternyata, di lomba pasir, kelompok ‘Jenglot’ disuruh bikin bentuk pasir.

Asyikkkk… kembali ke masa kecil, main pasir di pantai! Cuaca mendung, sempet gerimis, angin juga cukup dingin. Tapi,t oh, kita tetap heboh untuk bikin segala macem bentuk dari pasir. Untung, dapet bentuk ‘mangga’, rada gampang, dibanding ada yang bikin sepatu, buah nanas or mickey mouse. Jadilah, mangga pasir raksasa! Gue sih, karena gak bisa bergerak dengan ‘lincah’, hanya sebagai ‘penggembira’ sambil sesekali merapikan bentuk, suami gue yang ‘bekerja keras’ untuk bikin mangga jadi ‘sempurna’.

Setelah main pasir yang diperuntukkan untuk keluarga dan pasangan, ada permainan untuk team building, yang cukup seru dan bikin ketawa-tawa. Permainan sempet berhenti karena hujan. Permainannya beragam, ada permainan bikin tulisan, jadi ada empat ujung tali yang dipegang empat orang dan ada spidol di tengah-tengahnya, dan setiap kelompok diminta bikin tulisan yang sama. Bener-bener butuh koordinasi yang ok. Ini satu-satunya permainan team building yang bisa gue ikutin. Selebihnya, ada permainan pake hola-hop yang bikin harus nunduk-nunduk, gak bisa gue ikutin.

Makan siang masih di area permainan. Gue udah cape’ banget. Duduk udah mulai gak nyaman. Sementara, matahari mulai bersinar. Jadi abis makan siang, gue dan suami balik ke kamar. Teler banget. Temen gue ngajak jalan ke Kuta. Pengen ikut sih, tapi, suami gue bilang, gue harus istirahat. Ya.. udah, gue jadi tidur siang aja.

Sorenya siap-siap kostum untuk acara Halloween Party. Kostum gue adalah jubah hitam (toga bekas wisuda), topi kerucut a la nenek sihir, tongkat Harry Potter dan syal orange-kuning, ‘seragam’ gryfindor. Hmmmm.. Harry Potter or Hermione, ya?

Lalu, suami gue, ‘berkhayal’ jadi Slash, gitarisnya Guns ‘n’ Roses. Dengan kemeja hitam, jaket hitam, celana cokelat, lalu wig rambut kribo, topi pesulap plus gak ketinggalan kacamata hitam. Tadinya, mau pake rokok segala, tapi gak gue bolehin.

Jam ½ 7 siap-siap kumpul di Lobby lagi. Wah… ternyata, udah banyak yang ngumpul dengan berbagai macam kostum. Ada yang berjubah merah, berjubah hitam a la drakula, jadi gypsy girl, ada yang jadi ‘lebah’, ada yang berkostum a la ‘obelix’, gak ketinggalan tentunya yang serem-serem, bener-bener kaya’ setan di film-film. Untung gue gak jadi pake bando tanduk setan, karena ternyata banyak banget yang pake bando itu. Sementara anak-anak kecilnya banyak yang berkostum bidadari lengkap dengan sayap di belakangnya.

Lalu, setelah ngumpul semua, kita semua digiring melalui lorong gelap yang hanya diterangi sama lampu remang-remang ke sebuah aula yang juga gelap gulita. Gue menebak apa yang bakal menunggu kita di dalam. Ternyata sih, gak ada apa-apa. Di setiap meja ada lampu dari buah labu. Yup… biar semakin afdol acara Halloween-nya.

Ruangan masih gelap. Kita disuguhi potongan-potongan film ‘Jelangkung’, terus ‘Interview with the Vampire’ dan beberapa film horror lainnya. Gue nutup muka selama film-film itu diputar. Gak suka banget deh, nonton begituan. Lalu, tiba-tiba ada yang diusung pake tandu ke panggung. Hmmm.. pasti si mc, deh. Tapi, entahlah dia bakal bertingkah apa.

Lalu, film habis, dan bangunlah si mc dengan kostum drakula dan dia pun bernyanyi-nyanyi. Setelah acara sambutan, makan malem dulu, baru acara pembagian hadiah. Wahhh.. ternyata gue dan suami memenangkan tiga perlombaan, gue jadi bolak-balik naik panggung buat nerima hadiah.

Dan tibalah pemilihan kostum terbaik. Dipanggi beberapa nominasi, dan, ternyata, gue juga dipanggil! Hehehe… my Harry Potter costume… Si mc bilang, “Wah, yang muncul ternyata Hermione hamil!”

Beberapa yang masuk nominasi, ada yang berkostum ‘pocong’, wolverine, lalu, hhhmmm. Entahlah setan apa pokoknya serem banget, lalu si ‘obelix’ dan satu bule berjubah drakula, Padahal kostum si bule ini biasa aja, makanya kita bergosip, “Hmmm.. ini sih, penilaian ‘pribadi’ si mc, nih!”

Di atas panggung, kita dikerjain untuk bikin suara-suara yang ‘mengerikan’. Yang sebelum gue, semua pada mengikik atau ketawa a la setan, ber- Hiii… hiii.. hiiii. Hiiii… Gue bingung dong, masa Harry Potter bersuara mengerikan, untuk si mc memberi ide, dengan tongkat yang siap siaga, gue bilang “Expecto Patronum”

Yang menang, tentu saja yang berkostum dan berwajah paling mengerikan. Gue sih, tau, gak bakal menang juga. Tapi, hehehe.. seneng juga ternyata masuk nominasi kostum terbaik. Gak nyangka gitu, lho…

Acara puncak adalah acara pemilihan Raja dan Ratu Setan. Setelah itu, acara selesai. Wah.. ternyata, ‘gembolan’ gue balik ke kamar banyak juga. Boss gue nyeletuk, “Ferina hadiahnya banyak banget.”

Di kamar, beres-beres koper, biar besoknya gak buru-buru. Liburan hampir berakhir. Hiks…

Bali (Day 1) – 02 November 2007

Akhirnya, sempet juga bikin cerita tentang liburan ke bali, abis seminggu kemarin, gue sibuk banget. Hehehe.. maunya sih, liburan terus di Bali… begitu sampe Jakarta… berasa langsung disergap macet yang bikin bt.

Jadi, di hari pertama itu, gue dan suami berangkat dari rumah jam 5 pagi. Sebenernya sih, ngumpul jam 6, tapi, maklum aja.. rumah jauh… kalo berangkat telat dikit bisa kena macet. Makanya jam ½ 6, udah sampe kantor. Untung ada juga yang berpikiran sama untuk berangkat dari rumah lebih cepet. Tapi, emang nungguin yang lain jadi lama banget.

Harusnya jam 7, kita udah start dari kantor, tapi karena lama banget nungguin orang travel-nya, jam 8 kita baru berangkat. Udah gitu, perjalanan menuju airport sama sekali gak mulus, bikin stress karena takut gak bisa berangkat. Macet banget di tol, tapi setelah pintu keluar Tol Tomang, lancarrrrrr….

Begitu sampe airport, dibagiin boarding pass sambil lari-larian, karena emang udah waktunya boarding. Koq, travel-nya rada kacau balau begini sih? Gak kaya’ tahun lalu.

Menjelang take-off, rada deg-degan juga. Takut baby gue kenapa-napa. Untung take-off dan landing berjalan mulus. Pesawat take-off tepat waktu.

Sampai di Bali, disergap udara panas. Langsung diangkut pake bis ke resto Angsa Putih buat makan siang. Mmmm… resto-nya biasa aja. Menunya ada sate bali, bebek goreng, udang goreng. Rasa gak terlalu istimewa.

Gak berlama-lama di Angsa Putih, langsung menuju hotel lagi. Perjalanan agak jauh, sekitar 30 menit, menuju Nikko Hotel & Spa di daerah Nusa Dua. Ternyata, Nikko Hotel letaknya paling jauh di antara hotel-hotel lain di Nusa Dua. Tempatnya jauh dari keramaian, langsung mikir bakal susah kalo mau ke mana-mana. Soalnya harus pake taksi atau sewa mobil.

Setelah istrirahat dulu di lobby hotel, minum welcome drink yang bikin seger, kita langsung dibagiin kunci kamar. Huaaaa… hotelnya gede banget. Langsung pengen cepet-cepet main di pantai.

Di kamar, beres-beres koper dulu. Ganti kostum, lalu segera menuju pantai. Duh, untuk menuju pantai aja, kita harus menuju sisi lain dari hotel. Lalu, turun pake lift dulu, baru deh, sampe di area kolam renang. Ngeliat pemandangan dari atas juga udah bagus banget. Angin rada kencang, malah cenderung mendung (apa karena udah sore, ya???). Kolam renang ada beberapa buah. Kolam anak yang dipakein pasir, seolah lagi main di pantai, lalu ada private pool.

Gue dan suami gue langsung menuju pantai… Ahhhhh… seger banget main-main di pantai. Pasirnya lembut banget dan bersih. Ombak lumayan juga. Foto-foto sesi pertama di Bali pun dimulai. Duh, seneng banget main di pantai. I always love beach.

Lalu, kita balik lagi ke kamar. Bersiap-siap untuk makan malem di Jimbaran.

Jam ½ 7. berangkat menuju Jimbaran, tepatnya di Teba Café. Di sana kita makan di pinggir pantai. Udah disiapin satu porsi seafood untuk satu orang, yang terdiri dari ikan bakar, udang bakar, cumi bakar dan beberapa butir kerang. Mmmm… ternyata mengenyangkan juga, sampe ikannya gue gak habis.

Setelah makan, kita dibagiin nama kelompok untuk games besoknya. Semua nama kelompok adalah nama-nama setan. Gue dan suami kebagian nama ‘Jenglot’. Hah?? Apaan tuh? Katanya, sih Jenglot itu, adalah orang tua berbadan kecil banget. Tapi, entahlah, gue baru denger. Setiap keluarga dapet sebuah karton, beberapa lembar kertas berwarna, spidol, gunting dan lem untuk dibikin jadi papan nama. Huuhhh, rencananya begitu sampe hotel mau langsung istirahat, jadi harus bikin prakarya dulu. Padahal, gue adalah manusia paling tidak kreatif!!!

Jam 9 udah sampe di hotel lagi. Ada kejadian yang bikin heboh di lobby hotel. Ya…. Itung-itung warming up menjelang Halloween Night. Jadi, di pinggir lorong menuju ke lift, tiba-tiba gue dipanggil temen gue, dan disuruh nengok ke samping kiri, dan, waaahhhhh… ada ‘pocong’ berdiri!! Dengan rambut panjang yang nutupin mukanya. Gue langsung kaget dan megang tangan suami gue, sementara temen-temen gue yang lain tertawa bahagia. Huh!!

Dan, kejadian heboh itu, gak hanya berhenti di situ. Begitu udah di kamar dan lagi asyik nyari ide buat bikin papan nama, tiba-tiba ada suara teriakan, “Huaaah… ada pocong!” yang berasal dari kamar sebelah. Kaget dong, gue… gue liat melalui lobang kecil di pintu, hiii… si pocong yang tadi lagi berkeliaran di depan kamar. Gue ogah keluar. Gue telpon temen gue di kamar sebelah dan katanya dia baru dikerjain. Hmmm.. ternyata si “pocong” bergerilya ngagetin orang di tiap kamar. Untung gue gak kena… takut kali ngagetin ibu hamil. Hehehe…

Lumayan lama gue bikin prakarya itu. Sampe jam 11an, gue baru tidur. Duh, padahal besok itu, udah harus kumpul di tempat breakfast jam 6.

Monday, November 5, 2007

Kembali ke Jakarta


Balik lagi ke Jakarta
Kembali bekerja...
Mo posting cerita jalan-jalan
Tapi, kerjaan menumpuk
Email banyak banget yang harus dihapusin
Dan... koq ngantuk? Hoaaaheeemmmmm

Thursday, November 1, 2007

Weekend ke Bali


Yippieeee... we are going to Bali tomorrow and will stay at Nikko Hotel.