Monday, May 31, 2010

'Reality Show' vs 'Ghost Story'



Lihat Bungaku...

So... inilah hasil 'karya' Mika. Tema pelajaran minggu ini adalah 'Di Kebun'. Jadi Mika belajar tentang apa aja yang ada di kebun - binatang, pohon, bunga dan berbagai jenis kupu-kupu.

Kalo untuk bagian Art & Craft-nya ini, Mika bagian mewarnai, dan gue bagian menempelnya. Dan setelah jadi, Mika seneng banget. Bunga ini terbuat dari cupcake warna putih - yang diwarnain sama Mika, terus di atasnya dikasih cupcake yang lebih kecil warna kuning (makanya di gambar ini, bagian warna putih yang udah diwarnain Mika gak keliatan), terus batangnya dari ice cream stick dan daunnya dari kertas warna hijau. 'Bunga'nya ini dipegang terus, dikasih liat ke Nang-nya di rumah, "Bunga matahaliiii... " Begitu ditanya yang buat siapa, Mika jawab,"Mama!"

Gue mau narsis dikit ah... entah karena emang Mika udah terbiasa dengan kegiatan sekolahnya, atau.. ya... as a Mom, udah 'naluri'nya menganggap anaknya yang paling oke.. hehehehe.. tapi, gue merasa, sekarang kalo di sekolah, Mika lebih enjoy di kelas. Biarpun lagi main, kalo diajak masuk kelas, Mika gak nangis lagi. Terus, di kelas, kalo gurunya - Miss Aver, kasih liat gambar, Mika maju ke depan, sambil tunjuk-tunjuk gambarnya. Terus, kalo pas gilirannya untuk ngeliat gambar, Mika duduk dengan anteng, kadang-kadang sih, kepalanya harus gue pegang sedikit, biar fokus ngeliat gambarnya. Tapi, kalo pun, lagi giliran anak lagi, sementara yang lain ada yang tiduran sambil minum susu, main mobil-mobilan, Mika paling 'sibuk' sendiri. Lompat-lompatlah... tapi gak rewel.

Terus, kalo bagian nyanyi-nyanyi sama main alat musik, Mika juga heboh sendiri dengan gayanya, kaya' kalo lagi main di rumah. Hehehe... Giliran ngambil meja sama kursi, Mika juga semangat banget bantuin gurunya angkat meja.

Mika sekarang udah lebih cerewet. Kadang-kadang udah bisa nyanyi, meskipun nadanya belum bener, tapi Mika hafal kata-kata lagu, misalnya, lagu "Kupu-kupu yang Lucu."

Been There, Done That: If You Could See Me Now

If You Could See Me Now
Cecelia Ahern @ 2005
Harper Collins - 2006
410 hal.

What if love was right there in front of you - you just couldn't see it?

Elizabeth Egan is too busy for friends. As a reluctant mother to her sister Saoirse's young son Luke and with her own business to run, every precious moment is made to count.

But with Saoirse crashing in and out of their lives, leaving them both reeling, Luke and Elizabeth are desperately in need of some magic.

Enter Ivan. Wild, spontaneous and always looking for adventure, Ivan changes Elizabeth in ways she could never have imagined. With her newly open eyes and heart, Elizabeth sees what she's been missing all along.

As for Ivan, he thought he was there to help Luke, not Elizabeth - or himself...

Thursday, May 27, 2010

A-Haaa...

Again, via this one, I got new 'toy'. convert pics into Polaroid :)

So, I made one sample, random picks, and I picked this photo, taken on 1 November 2008. Wooww.. Mika was almost 11 months. Uuuhhh.. look at his pipi gembul...

And, I think I'm gonna try with nother pics using this.


Si Tini

Wow... gue serasa kembali ke masa kecil gue. Gue menemukan foto-foto ilustrasi buku si Tini dari blog ini.

Si Tini, salah satu buku favorit gue waktu SD. Koleksi gue lumayan lengkap. Rasanya gak mau ketinggalan satu nomer pun. Bahkan waktu gue liburan ke Palembang, buku Si Tini ini terbit seri terbaru, gue dan tante gue langsung nyari buku ini di toko buku.


Yang gue suka, ceritanya simple, ilustrasinya bagus-bagus. Liat dong outfit-nya Tini yang so sixties itu. Celana bell-bottom-nya. Cerita favorit gue (kalo gak salah) judulnya Tini ke Pesta Bunga (or something like that), di mana Tini berdandan pake kimono a la gadis Jepang.



Buku-bukunya sendiri sekarang udah gak ada satupun yang masih tersisa. Entah ilang, entah dipinjem dan gak balik atau gue hibahkan ke sodara-sodara gue yang lain.

Uuuuh... I want these.. tapi kaya'nya gak bisa gue 'wariskan' ke Mika juga, sih.. hehehe.. jadi, gue bernostalgia dengan melihat gambar-gambar ini aja.

Tuesday, May 25, 2010

M-I-C-K-E-Y M-O-U-S-E


Ini nih, salah satu favorit Mika yang baru. Setiap naik mobil, entah mau ke sekolah atau jalan-jalan, Mika selalu minta pasangin CD Mickey Mouse Clubhouse. Salah satu lagu favoritnya Mickey's Number Roundup.

Kalo lagi begini, kadang-kadang, tangannya suka bergerak ke kiri-kanan.

Friday, May 21, 2010

The 'Kadal'



Inilah hasil prakarya Mika minggu lalu. Salah satu pelajaran minggu lalu, adalah binatang melata, makanya pas Art & Craft, diajarin cara bikin 'kadal' dari stick es krim, pake kawat yang dililit pita warna-warni.

Agak susah kaya'nya untuk anak-anak seumur Mika. Mana kawatnya tajam di ujung-ujungnya. Jadi Mika hanya gue suruh pegang stick es krim-nya dan gue yang melilit-lilit kawatnya.

Jadi.. lagi-lagi.. ini hasil karya mama-nya Mika...

Bye.. bye.. Casey James...


Thursday, May 20, 2010

Whooooo Hoooooo....

on September 2010:

Becky Brandon (nee Bloomwood) thought motherhood would be a breeze – but it’s trickier than she thought. Two-year-old Minnie is a little tearaway who has created havoc everywhere from Harrods to Harvey Nicks to her own christening. She hires taxis at random, her favourite word is ‘Mine’, and she already has a penchant for Balenciaga bags. Becky is at her wits’ end.

On top of this, she and Luke are still living with her Mum and Dad, there’s a big financial crisis so everyone’s having to Cut Back – including all her personal shopping clients – and her husband Luke is feeling low after the death of his beloved stepmother. To cheer Luke up, Becky decides to throw him a surprise birthday party – on a budget – and that’s when things become really complicated. As Becky tries to keep the arrangements secret, misunderstandings and excuses sprout everywhere, and soon she’s told so many fibs she can’t keep track of them. Will Becky pull off the surprise? Will Minnie give everything away? Will Minnie’s godparents ever stop arguing? Who will end up on the naughty step and who will get a gold star? And what will happen when Becky discovers Luke is keeping a big secret too?

--
Chick Lit Reviews --

Tuesday, May 18, 2010

Now Reading: The Help

The Help
Kathryn Stockett @ 2009
Berkley - May 2010
464 hal.

Three ordinary women are about to take one extraordinary step.

Twenty-two-year-old Skeeter has just returned home after graduating from Ole Miss. She may have a degree, but it is 1962, Mississippi, and her mother will not be happy till Skeeter has a ring on her finger. Skeeter would normally find solace with her beloved maid Constantine, the woman who raised her, but Constantine has disappeared and no one will tell Skeeter where she has gone.

Aibileen is a black maid, a wise, regal woman raising her seventeenth white child. Something has shifted inside her after the loss of her own son, who died while his bosses looked the other way. She is devoted to the little girl she looks after, though she knows both their hearts may be broken.

Minny, Aibileen's best friend, is short, fat, and perhaps the sassiest woman in Mississippi. She can cook like nobody's business, but she can't mind her tongue, so she's lost yet another job. Minny finally finds a position working for someone too new to town to know her reputation. But her new boss has secrets of her own.

Seemingly as different from one another as can be, these women will nonetheless come together for a clandestine project that will put them all at risk. And why? Because they are suffocating within the lines that define their town and their times. And sometimes lines are made to be crossed.

In pitch-perfect voices, Kathryn Stockett creates three extraordinary women whose determination to start a movement of their own forever changes a town, and the way women--mothers, daughters, caregivers, friends--view one another. A deeply moving novel filled with poignancy, humor, and hope, The Help is a timeless and universal story about the lines we abide by, and the ones we don't.

Copyright © 2010 Kathryn Stockett

Monday, May 17, 2010

Ocean Park - BSD

Akhirnya, jadi juga kita ke Ocean Park di BSD. Jadi ceritanya, gue punya 8 tiket gratis dari langganan majalah Femina Group. Lumayan banget kan, hehehe.. cukup untuk rombongan besar kita.

Jam 6.15, kita start dari rumah. Udah lengkap dengan segala 'perlengkapan perang' untuk berenang plus cemilan. Karena gak boleh bawa makan besar (hmmm.. sebenernya cemilan juga gak boleh sih...). Untung Mika juga gak rewel dibangunin pagi-pagi. mungkin karena ada Fayyaz & Nasywan, Mika juga jadi semangat bangun pagi.

Perjalanan lancar, lewat tol. Sampai sana, pas jam 7, baru buka dan masih sepi. Berhubung tinggi badan Mika pas 80 cm, jadinya Mika masih gratis, alias masih bebas tiket masuk :)

Areanya luas, karena ya, Ocean Park 'meng-klaim' sebagai area Water Adventure terluas di Asia Tenggara (kalo gak salah). Tempatnya bersih. Kolam-kolamnya juga banyak. Di bagian depan, ada kolam untuk anak usia 3-5 dan 5-7, banyak air terjun dan air mancurnya. Awalnya Mika rada takut ngeliat air terjun itu. Dia maunya digendong terus. Akhirnya, gue ajak ke kolam yang lebih luas, tempatnya kolam ombak. Di sini, Mika baru mau dilepas pelan-pelan. Pas ada ombak pun, Mika sempet takut dan maunya main di pinggir aja. Terus, pas permainan ombak kedua, gue gendong Mika agak ke tengah, dan setiap gue tanya, "Mau lagi?" Mika jawab,"Lagi..."

Ada juga kolam arus, di sini tempatnya lebih teduh, mungkin karena banyak air mancur di kiri-kanan kolam yang bikin tempatnya gak terlalu kena sinar matahari. Abis itu, main-main lagi di kolam ombak.. wuihh... matahari mulai tinggi. Panas banget. Tapi Mika masih mau berenang. Akhirnya, yang tadinya pengen selesai jam 10, malah selesai jam 12.

O ya, selain berenang-berenang, di sini juga ada perosotan yang panjanggggg banget, flying fox dan trampolin. Gue hanya main perosotan, blum punya nyali buat main flying fox.


Tapi, sayang, biasa deh.. area bilas dan kamar mandi kurang oke. Bersih, tapi agak 'bau'.

Abis tuh, makan deh di KFC Petronas. Cuaca mulai mendung, dan dalam perjalanan pulang hujan lebat.

Sayang, gara-gara sibuk berenang, kita jadi gak sempet foto-foto.

Tuesday, May 11, 2010

I wish...


If I may have a wish
I only have one simple wish
I just want to be happy
(well.. who doesn't?)


Monday, May 10, 2010

Please...


If I beg you to come home ...
Would you?


Pillow Talk

Hari Sabtu, Minggu (atau hari libur lain), adalah wakutnya Mika manja sama gue. Kalo lagi libur begitu, apa-apa Mika selalu bilang, "Mau sama Mama, aja." Bahkan untuk ganti baju, mandi.. bahkan mau pup, dia bilang, "Mau pup sama Mama..." Kalo udah begitu, gue selalu turutin maunya Mika. Tapi heran.. kecuali waktu makan, Mika gak pernah, atau jarang banget, minta mau makan sama gue. hehehe.. mungkin Mika tau, kalo gue suka gak sabar nungguin Mika makan.. Ups.. Ma'afin Mama, Mika..

Waktu bangun tidur atau mau tidur, adalah waktu 'pillow talk' gue sama Mika. Kalo hari libur, kita suka bangun agak siang. Kalo bangun Mika tuh, nyanyi lagu 'Bangun Tidur, atau suka langsung 'ngoceh' apa aja, misalnya:

"Udah terang. Matahari udah bangun. Nanti mau main sepeda, ya.", atau,
"Bulan udah bobo', gimana? Bintang bobo, gimana? Udah terang, gimana?", atau,

Gue: "Hari ini hari apa?"
Mika: "Hari Sabtu."
Gue: "Mika mau ngapain?"
Mika: "Mau sekolah."

Terus, Mika akan nyebutin apa yang dia liat sepanjang perjalanan menuju sekolahnya,
"Mau liat tower crane"
"Mau liat bola merah besar"
"Mau liat air mancur banyak"

Terus, kalo gue tanya, di sekolah belajar apa, Mika akan jawab sesuai pelajaran minggu sebelumnya, misalnya:
"Belajar fan" - abis belajar alat-alat rumah tangga
"Belajar planet" - abis belajar planet
"Belajar bintang laut" - abis belajar hewan laut.

Kalo malem, lain lagi, entah malem libur, atau pas pulang kantor Mika masih bangun, Mika akan selalu bilang, "Mau minum susu sambil denger lagu bobo'. Jadi Mika maunya tidur sambil denger lagu bobo di kamar bermain. Lampu harus dimatiin, kalo gak, dia liat mainannya, maunya main aja.

Sebelum, minum susu, Mika baca doa dulu, dan gini nih, kalo ibu bekerja, gue surprise banget denger Mika dengan lancar baca doa sebelum makan/minum. Terus, sambil tiduran berdua, gelap-gelapan, gue suka ngajak Mika ngobrol. Suka tanya, "Mika mau mama nyanyiin lagu apa?", terus Mika jawab,"Lagu Bintang Kecil." Terus, Mika juga suka ngoceh apa aja yang dia inget, misalnya "Helikopter ada baling-baling, muter-muter kaya' roda, bisa jalan."

Kalo Mika udah diem, tandanya dia udah ngantuk. Gue tepok-tepok pantatnya, atau Mika suka bilang, "Garuk, Mama.", artinya Mika pengen punggungnya digosok-gosok.

And, I will kiss his pipi gembul while he's sleeping...

Been There, Done That: Rindu

Rindu
Sefryana Khairil
Gagas Media - Maret 2010
244 hal.

Terkadang, kita melupakan hidup yang harus tetap kita jalani karena menyesali sesuatu yang telah pergi. Seperti Zahra yang merasa kebahagiaan telah berlalu saat Daffa, anak pertamanya, menghadap Sang Pencipta. Dunianya mendadak hening. Tak ada lagi tawa. Semua tak lagi baik-baik saja. Krisna pun merasakan yang sama. Saat Daffa pergi, ia tak hanya kehilangan satu, tetapi dua cahaya hidupnya. Zahra, istrinya itu, lebih sibuk menyesali diri sendiri dan tak pernah lagi mengindahkan kehadirannya.

Jarak diantara mereka semakin lebar. Perpisahan, mungkin jadi satu-satunya jalan agar tak ada lagi yang terluka lebih dalam. Tapi, benarkah pilihan itu sanggup mengembalikan semangat hidup mereka berdua?

Ah, cinta mungkin terlalu sederhana
Terkadang, kata-kata menjadi terlalu rumit untuk mengungkapkannya.

"Satu lagi novel dari Sefryana Khairil yang menggugah emosi, real, dan menyentuh. Sefry mampu melukiskan luka dan pahit manis setiap karakter dengan apik."
-WINNA EFENDI, penulis Kenangan Abu-Abu, Ai, Refrain, & Unbelievable.

'Ngadat...'

'program' membaca gue akhir-akhir ini agak 'terganggu'. Mungkin karena di rumah, lagi gak ada buku-buku yang pas untuk dibaca. Akhirnya, beberapa buku yang gue baca gak ada yang selesai dengan tuntas. Dan, gue mencoba menemukan 'semangat' baru waktu main-main ke Gramedia PIM.. uhhh, tapi, toko buku yang lagi rame banget itu, bikin gue males nyari-nyari buku.

Akhirnya, gue masuk ke Periplus, gue pun beli 'Eat, Pray and Love' - Elizabeth Gilbert (pengen banget baca ini, meskipun rada gak yakin bakal cepet selesai), sama 'The Help' - Kathryn Stockett'. Gue milih baca 'Eat, Pray and Love' dulu, karena, kalo gak duluan, pasti akan dibaca entah kapan (dan sampai saat ini belum selesai sih...)

Malem minggu kemarin, diajak kakak gue ke Grand Indonesia. Biasanya suka rada males ke Gramedia-nya, gara-gara jalannya rada jauh. Tapi, kakak ipar gue ngajak ke sana. Nah, di sini, karena tempatnya yang nyaman banget, terus, karena Mika juga bisa duduk dengan tenang sambil baca dan ngeliat air mancur, jadinya gue juga bisa milih buku dengan lebih konsentrasi. Padahal sih, isinya sama aja kaya' di Gramedia PIM. Beberapa buku yang jadi pilihan gue:
- Tempurung - Oka Rusmini
- Rindu - Sefryana Khairil
- Ayu Manda - I Made Iwan Darmawan

Yang justru udah selesai dibaca selama weekend kemarin - Rindu. Bikin hiks.. hiks.. hiks...

Friday, May 7, 2010

Love... Love... Love...


“A loving relationship is one in which the loved one is free to be himself, to laugh with me, but never at me; to cry with me, but never because of me; to love life, to love himself, to love being loved. Such a relationship is based upon freedom and can never grow in a jealous heart.”

Leo F. Buscaglia

Tuesday, May 4, 2010

Now Reading: Eat, Pray, Love

Eat, Pray, Love: One Woman's Search for Everything
Elizabeth Gilbert @ 2006
Bloomsbury, 2007
349 Hal.

Elizabeth is in her thirties, settled in a large house with a husband who wants to start a family. But she doesn't want any of it. A bitter divorce and a rebound fling later, Elizabeth emerges battered yet determined to find what she's been missing.

So begins her quest. In Rome, she indulges herself and gains nearly two stone. In India, she finds enlightenment, through scrubbing temple floors. Finally, in Bali, a toothless medicine man reveals a new path to peace, leaving her ready to love again