Saturday, December 31, 2011

Catatan Akhir Tahun 2011



Hari terakhir di tahun 2011, sudah waktunya kembali mendata buku-buku apa aja yang berhasil gue baca di tahun 2011. Total ada 87 buku – yay, gue berhasil memenuhi target di reading challenge-nya Goodreads. Yang masih ‘jalan di tempat’ ada 6 buku! Ooopss…

Tahun ini bisa dibilang gue termasuk jarang beli buku. Beberapa buku adalah hasil ‘buntelan’, hasil menang kuis, hasil pinjam-meminjam, hasil swap, ada juga baca via e-book. O ya, ada juga buku-buku yang udah bertahun-tahun ada di lemari buku gue, tapi akhirnya berhasil dibaca di tahun ini.

Di 2011 ini gue ‘tercebur’ di dalam sebuah ‘perkumpulan’. Namanya BBI alias Blogger Buku Indonesia. Dan, wah… gue sangat beruntung diajak ikutan, gue menemukan teman-teman baru (yang ups… hanya satu yang udah pernah ketemu), seru-seruan ngobrolin buku, bahkan cela-celaan. Setiap bulan, gue usahain untuk selalu bisa ikutan ‘posting bareng’. Satu proyek yang paling seru, adalah proyek tuker-tukeran buku di akhir tahun, yang akhirnya punya kode tak resmi bernama #ProjectSanta atau #SecretStanta. Selain seru ngintip wishlist-nya anak-anak BBI, seru juga nungguin siapa yang jadi Santa gue… penasaran bakalan dapet buku apa.

Buat 2012, selain target utama, nyelesain buku-buku pinjeman, kedua, kembali membongkar lemari buku, nyari buku lama yang belum sempat terbaca, bikin daftar for sale or swap yang baru, dan pengen baca semua buku dari beberapa penulis.

O ya, ini daftar buku yang gue baca:

1. Petals from the Sky – Mingmei Yip
2. Angel’s Cake - Gaile Parkin
3. He Loves Me Not... He Loves Me (Dia Benci... Atau Cinta?) – Claudia Caroll
4. Forget about It – Caprice Crane
5. Room - Emma Donoghue
6. The Memory Keeper’s Daughter – Kim Edwards
7. Habibie & Ainun – Bacharuddin Jusuf Habibie
8. 1 Perempuan 14 Laki-laki – Djenar Maesa Ayu
9. Of Bees and Mist – Erick Setiawan
10. Suite Française - Irène Némirovsky
11. Five Quarters of Orange – Joanne Harris
12. Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau - Indra Herlambang
13. Mini Shopaholic – Sophie Kinsella
14. Kaitlyn – Kevin Lewis
15. The Pilot’s Wife – Anita Shreve
16. Looking for Ward - Laurel Osterkamp
17. Éclair - Prisca Primasari
18. Sisters Red (Dua Saudari Bertudung Merah) - Jackson Pearce
19. The Virgin Blue – Tracy Chevalier
20. Coming Home – Sefryana Khairil
21. Scones and Sensibility - Lindsay Eland
22. Ape House – Sara Gruen
23. Bonsai: Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng - Pralampita Lembahmata
24. In A Strange Room – Damon Galgut
25. Untuk Indonesia yang Kuat – Ligwina Hananto
26. The Guernsey Literary & Potato Peel Pie Society – Mary Ann Shaffer
27. Gelang Giok Naga – Leny Helena
28. Prophecy of the Sisters – Michelle Zink
29. Ranah 3 Warna – A. Fuadi
30. Pesan dari Sambu – Tasmi P.S
31. The Boy who Ate Stars (Anak Lelaki yang Menelan Bintang-Bintang) – Kochka
32. Morality for Beautiful Girls – Alexander McCall Smith
33. Dear John – Nicholas Sparks
34. The Count of Monte Cristo – Alexander Dumas
35. Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) – Yoshichi Shimada
36. The HERetic’s Daughter – Kathleen Kent
37. Sendratari Mahakarya Borobudur – Timbul Haryono, Sutarno Haryono, Maryono & Soegeng Toekio
38. Theodore Boone: Kid Lawyer (Theodore Boone: Pengacara Cilik) – John Grisham
39. Theodore Boone: The Abduction (Theodore Boone: Penculikan) – John Grisham
40. Weedflower (Bunga Liar) – Cynthia Kadohata
41. The Day of the Jackal - Frederick Forsyth
42. Kafka on Shore – Haruki Murakami
43. One Amazing Thing – Chitra Banerjee Divakaruni
44. The Thief (Sang Pencuri dari Eddis) – Megan Whalen Turner
45. Cocktail for Three (Klub Koktail) – Madeleine Wickham (aka. Sophie Kinsella)
46. Madre – Dee (Dewi Lestari)
47. Sebelas Patriot – Andrea Hirata
48. Kuantar ke Gerbang – Ramadhan K.H.
49. 2 – Donny Dhirgantoro
50. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK
51. Presiden Prawiranegara – Akmal Nasery Basral
52. Hold Me Closer, Necromance – Lish McBride
53. Anak-Anak Langit
54. Perfect Chemistry – Simone Elkeles
55. Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan: 25 Cerpen Kahitna - Kahitna dan Kawan-kawan
56. Detektif Imai dan Misteri Brownies yang Terluka (Detektif Imai #2) – Dyah P. Rinni
57. Antalogi Rasa – Ika Natassa
58. The Candy Makers – Wendy Mass
59. The Song Reader (Sang Pembaca Lagu) – Lisa Tucker
60. Celebrity Wedding – aliaZalea
61. Around the World in 80 Dinners – Cheryl & Bill Jamison
62. Kedai 1001 Mimpi – Valiant Budi
63. Senyum - Raina Telgemeier
64. Anne of Rainbow Valley - Lucy M. Montgomery
65. Cinderella (as if you didn't already know the story) - Barbara Ensor
66. Putri Ong Tien - Winny Gunarti
67. If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini) - Gayle Forman
68. Selimut Debu - Agustinus Wibowo
69. Therese Raquin - Emile Zola
70. Sweet Misfortune – Kevin Alan Milne
71. The Mysterious Benedict Society #2 – Trenton Lee Stewart
72. Tweets for Life – Desi Anwar
73. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) – Chirtra Banerjee Divakaruni
74. Maya & Fillipo Play Chef at Sea – Alinka Rutkowska
75. Rumah Tangga yang Bahagia – Leo Tolstoy
76. Things Your Mother Never Told You - Olivia Lichtenstein
77. When God was a Rabbit – Sarah Winman
78. 9 Summers 10 Autumns – Iwan Setyawan
79. The Translator (Sang Penerjemah) – Leila Aboulela
80. Birthday Stories: Selected and Introduced by Haruki Murakami
81. Sarah’s Key – Tatiana de Rosnay
82. Nineteen Minutes – Jodie Picoult
83. Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura – Benny Rachmadi
84. Holiday on Ice – David Sedaris
85. Mooshka: A Quilt Story – Julie Paschkis
86. The Emerald Atlas: Books of Beginning – John Stephens
87. Life Traveler – Windy Ariestanty

Dan, dari 87 buku, inilah yang jadi favorit gue:
1. Angel’s Cake - Gaile Parkin
2. Room - Emma Donoghue
3. Suite Française - Irène Némirovsky
4. Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau - Indra Herlambang
5. Ape House – Sara Gruen
6. Bonsai: Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng - Pralampita Lembahmata
7. Untuk Indonesia yang Kuat – Ligwina Hananto
8. The Guernsey Literary & Potato Peel Pie Society – Mary Ann Shaffer
9. Ranah 3 Warna – A. Fuadi
10. Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) – Yoshichi Shimada
11. One Amazing Thing – Chitra Banerjee Divakaruni
12. Kuantar ke Gerbang – Ramadhan K.H.
13. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK
14. Kedai 1001 Mimpi – Valiant Budi
15. Senyum - Raina Telgemeier
16. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) – Chirtra Banerjee Divakaruni
17. When God was a Rabbit – Sarah Winman
18. Sarah’s Key – Tatiana de Rosnay
19. Life Traveler – Windy Ariestanty


Selamat Tahun Baru 2012!!

Wednesday, December 28, 2011

After Bali...


Setelah berkunjung ke Bali untuk yang pertama kali, di rumah, Mika sering banget nyebut-nyebut Bali. Sepertinya, dia belum puas main di pantainya. Yah.. Mama-nya juga belum puas sih. (Bahkan, di sekolah, Mika juga cerita-cerita sama gurunya.. hehehe)

Beberapa kali, Mika menyelipkan 'Bali' dalam setiap ocehannya.

Ocehan #1:
sambil main mobil dan pesawat yang diparkir berbaris deket kasur.
Mika (pegang pesawat): Pesawatnya terbang... mendarat di rumah Mika, terus terbang lagi ke Bali.

Ocehan #2:
Mika punya dua celengan,dan dia bilang: "Celengan yang satu untuk beli scooter, celengan yang satu lagi untuk ke Bali."

Ocehan #3:
Gue: "Mika mau ke pantai lagi?"
Mika: "Iya."
Gue: "Ke Ancol aja, mau gak?"
Mika: "Ancol gak asyik... Enakan di Bali."

Heh? Padahal, ke Ancol cuma sekali, dan waktu itu pun, umurnya Mika baru mau 2 tahun.

Ocehan #4:
Sambil liat buku tentang bola, dan kebetulan ada gambar peta di halaman terakhir.

Mika (sambil nunjuk gambar): "Ini di mana?"
Gue kasih tau, yang mana benua Afrika, Amerika, Australia, Asia dan Eropa

Terus, Mika tanya:"Bali di mana?"
Gue: "Ini Bali."

Kebetulan, gambar Pulau Bali itu kecil banget, nyaris gak keliatan.
Mika: "Bali kecil ya."

Duh..duh..duh.. Bang.. Bing.. Bung.. yok.. mari nabung... :)

Tuesday, December 27, 2011

Bali: Day 3 (5 December 2011)

Hari ini rada santai. Bangun agak siang. Makan juga agak siang. Malah bingung mau ngapain. Mika diajak ke pantai lagi udah gak mau, katanya cape'. Mau di kamar aja. Ya udah, gue ajak aja ke Khrisna buat beli oleh-oleh.

Ada kejadian yang membuat gue jadi rada sebel (yahh.. gue juga kali ya yang bodoh). Gue kan minta tolong panggilin taksi sama petugas hotel. Terus dia bilang, "Mau sewa mobil aja gak, 50ribu nanti dianterin sampe Khrisna, terus kalo ibu mau ke mana aja silahkan pakai." Wah, gue tertarik dong, meskipun gue juga gak tau mau ke mana lagi, mengingat waktu yang terbatas, tapi ya sudahlah, kasian Mika kalo harus nunggu-nunggu taksi. Ya udah, gue iyakan tawaran itu. Muncullah si mobil APV itu. Dan, pas gue udah masuk mobil, si mbaknya itu menghampiri gue lagi,"Ma'af, Bu. 50ribu tadi hanya sampai Khrisna. Selebihnya kalo ibu mau ke tempat lain, 50ribu lagi untuk satu jam, dan dikasih ke supirnya aja." Gue bete dong, gue bilang,"Tadi katanya 50ribu untuk keliling." Tapi, karena Mika udah masuk mobil (hmm.. plus gengsi juga sih), gue tetap pakai mobil itu untuk ke Khrisna, abis itu gue bilang silahkan tinggalin aja. Dan ternyata, Khrisna itu deket banget sama hotel (emang sih kalo jalan kaki lumayan juga).

Di Khrisna, kita milih cepet-cepet aja, yang penting semua orang di rumah dan para keponakan dapet. Mika juga hanya gue beliin mobil dari kayu. Terus, langsung minta di-pack biar gampang bawanya.

Abis itu, nunggu taksi deh di pinggir jalan. Untung di Bali udah ada Blue Bird, jadi gue gak perlu takut bakal dibo'ongin lagi. Dan ternyata, dari Khrisna ke hotel hanya 10ribu saja, yah, 15ribu lah plus tips. Sebal...

Sampai hotel, balik ke kamar dan beresin koper. Abis itu kita check out. Dan nunggu bis yang membawa kita ke airport.

Pesawat kita berangkat jam 13.50 WITA, jadi sempet nunggu sebentar di waiting room. Gue tanya Mika mau makan apa gak, dan dia bilang, "Mika mau makan di pesawat aja." Heh?

Dan, saat mau take off, lagi gue ngajak Mika ngobrol, meskipun Mika lebih tenang daripada waktu berangkat ke Bali. Gue pun pesenin Mika nasi. Tapi yang ada hanya Nasi Menado. Ya sudahlah, gue pesen itu. Pas gue bukan, wuiiihh.. sambelnya banyak banget. Gue pilihin yang gak terlalu 'merah'. Gue suapin dan gue tanya, "Gak pedes kan?" Lumayan lahap, sampe akhirnya Mika bilang kenyang, dan gue pun makan nasi itu. Dan ternyata, pedes bangetttt... untung Mika gak protes, gue berdoa aja semoga Mika gak sakit perut.

Pas mendarat, gue dan Mika termasuk yang paling belakang turun. Pas mau keluar, kebetulan lewat kokpit dan pintunya kebuka. Gue bilang,"Mika, tuh liat kokpitnya seperti di buku Mika." Eh, ada pramugara bilang, "Mau liat kokpit?" Gue bilang, "Boleh?" Si pramugara langsung bilang ke pilot-nya,"Cap, ada yang mau liat kokpit?" Gue ajak Mika liat sebentar,"Tuh seperti di buku Mika gak?" Tadinya sih pengen foto, tapi si Pak Pilot rada kurang 'welcome', mungkin karena cape' kali ya. Jadi ya sudah, setelah liat sebentar, gue ajak Mika keluar. Si pramugaranya tanya, "Mau jadi
pilot ya?"

Setelah nunggu barang, keluar dan dengan bis menuju kantor. Sementara yang lain udah pada diem, eh, Mika masih heboh dengan bilang, "McQueen!" setiap ada mobil merah, dan ngoceh apa aja yang dia liat.

Kembali disambut dengan kemacetan... di kantor pun nunggu taksi rada lama. Untung perjalanan pulang belum terlalu macet. Menjelang maghrib... kembali ke rumah... dan Mika masih tetap semangat...




Bali: Day 2 (4 December 2011)


Jam 5, alarm udah bunyi. Masih rada gelap sih. Tapi, udah gak bisa tidur lagi. Mika juga udah mulai ngulet-ngulet. Begitu udah rada seger, langsung minta susu. Terus mulai deh, Mika ngoceh-ngoceh. Gue pun mulai siap-siap. Mika sengaja dimandiin paling akhir.

Setelah semua beres, Mika udah mandi, tas ransel udah lengkap semua. Jam 7 pas, menuju resto tempat sarapan. Wah, masih sepi. Belum keliatan anak-anak yang lain. Ya udah, gue ajak Mika ke pantai aja. Pantai pagi ini, masih berangin. Banyak yang berenang, lari pagi atau main sepeda. Dan Mika langsung ngeluarin mobil-mobilnya lagi dari ranselnya.



Puas main di pantai, kita sarapan. Dan jam 8, siap-siap di bis, berangkat menuju Tanjung Benoa. Duh, begitu ketemu temen-temennya, Mika gak mau duduk sama gue, maunya duduk sama salah satu anak temen gue. Dan sepanjang jalan pun, dia ngoceh, cerita apa yang dia liat. Bahkan waktu ngeliat tower telepon, Mika bilang, "Itu seperti Menara Eiffel. Waktu itu Mika pernah ke Paris." Hah? Gue speechless. Dari mana lagi dapet ide begitu. Hehehe...

Sampe di Bali Marine Recreation (BMR), hadohhh.. panas bangetttt.... Dan begitu liat pantai, Mika juga langsung heboh, apalagi banyak temen-temen, anak-anak temen gue yang rajin nemenin Mika. Tapi, karena di sini rame banget, gue gak bisa ngelepasin Mika sendiri. Untungnya, ada acara khusus anak-anak, jadi gue bisa rada tenang ninggalin Mika, sementara gue ikut acara sendiri.

Acara hari ini, adalah Team Building. Jadilah kita, dijemur di tengah terik matahari. Gue sempet ikutan, tapi lama-lama... gak tahan juga... gosong :D


Setelah itu, makan siang. Terus, siap-siap untuk ke Turtle Island alias Pulau Penyu. Dari Jakarta, Mika juga udah semangat untuk ke Pulau Penyu ini. Apalagi dia punya buku tentang penyu, jadi ceritanya pengen 'studi banding'. Hehehe...

Naik glass boat yang upppsss.. gak dikasih pelampung untuk penumpangnya. Setelah di tengah-tengah, boat-nya berhenti, biar kita bisa ngeliat ikan-ikan yang bersliweran dari kapal. Dan, lagi-lagi untungnya Mika excited naik boat ini.

Sampai di Pulau Penyu, ehhh.. Mika malah gak mau deket-deket si penyu ini. Diajak foto bareng, rada minggir-minggu. Diajak nyemplung ke kolam yang isinya penyu gede-gede, gak mau.

Tapi, pas ngeliat iguana, ditawarin mau pegang apa gak, dia bilang, "Mika mau!" Dan masuklah Mika ke kandang iguana, duduk di sebelahnya, sambil pegang iguana-nya.

Yang lebih 'ekstrim' lagi, pas ada ular, Mika malah lebih berani foto sambil ularnya dikalungin, meskipun keliatan sih mukanya tegang :)Gak ketinggalan, foto sama elang bondol. Burungnya ditaro di tangannya Mika.





Setelah dari Pulau Penyu, balik lagi ke BMR dan siap-siap balik ke hotel. Di bis, Mika langsung tidur pules.

Sampai hotel, Mika masih tidur nyenyak. Gue sempet keluar, baca-baca di pinggir kolam renang (hehehe.. gaya banget sih). Anginnya lebih sejuk daripada kemarin sore, panasnya juga gak terlalu menyengat.

Balik ke kamar, siap-siap untuk acara dinner. Mika dibangunin susah banget. Mulai berasa cape'nya kali ya.

Jam 5, berangkat menuju tempat makan malam, Taman Beghawan di daerah Nusa Dua. Dress code-nya Hawaiian, jadilah semua pake baju berbunga-bunga. Untuk anak-anak, juga ada acara sendiri. Jadi sementara para orang tua menikmati makan malem plus hiburan, anak-anak juga dihibur sama badut.

Ehhh.. tiba-tiba, ada yang bilang, "Tante Ferina, Mika nangis." Yah, kenapa lagi? Ternyata, Mika mau minum air putih, tapi pake botol minumnya sendiri. Dan masalahnya, sorenya itu, botol minumnya dicuci dan gak dibawa. Karena ya, biasanya Mika oke-oke aja minum dari gelas apa pun. Ehhh.. ini, karena udah cape', ngantuk.. jadi semuanya salah aja.

Untungnya, anak-anak itu dapet goodie bag. Mika maunya yang warna biru, ehh.. karena Mika dateng telat untung ambil goodie bag itu, tinggal ada yang warna merah. Duhhh.. salah lagi... untung ada salah satu anak temen gue yang mau tukeran sama Mika. Dan di dalam goodie bag itu, ada botol minum Spiderman. Yah.. darurat, terpaksa bersihin botolnya darurat, pake air minum. Baru Mika mau minum. Dan abis itu, tiduran di kursi, gak lama kemudian, dia pun ketiduran.

Acara selesai jam 11 malem. Langsung balik ke hotel. Dan langsung tidur setelah beres-beres.

Friday, December 23, 2011

Bali: Day 1 (3 December 2011)


Akhirnya punya kesempatan buat nulis cerita ke Bali. Biasa deh, sebelum pergi, gue harus 'announce' tiap hari ke Mika, kalo kita mau pergi naik pesawat, berangkat pagi-pagi banget dan lain-lainnya. Maklum kalo gak sesuai sama rutinitasnya, Mika suka rada 'ngadat'.

Jadilah, pagi-pagi buta, jam 1/2 4 kita berangkat menuju airport. Kebagian pesawat jam 6 soalnya. Mika gak pake mandi dulu, cuma digantiin bajunya aja. Gue pikir, Mika bakalan tetap tidur dengan nyenyak atau lemes karena masih ngantuk, ternyata, dia langsung ngoceh, "Kita mau berangkat, masih gelap ya?" Terus, di mobil, Mika tetap sibuk ngeliatin mobil merah, container dan macem-macem. Tetap ngoceh :)

Karena kita naik Air Asia, kita langsung ke Terminal 3. Terminal-nya bagus. Bersih dan gak rame kaya' di Terminal 1 dan 2.

Menjelang boarding, Mika juga tetap tenang. Masuk pesawat, ngeliat tempat duduk yang banyak, dia bilang, "Wooooww.. tempat duduknya banyak banget."

Pas take off, gue rada deg-degan, takut Mika nangis, seperti ada satu anak kecil yang kebetulan bareng. Mika gue ajak ngobrol terus, "Tuh pesawatnya udah mau terbang, miring sedikit, terus rodanya masuk pelan-pelan, terus pesawatnya lurus... terus terbang... nanti Mika bisa liat awan." Keliatan sih Mira rada tegang, dia pegan tangan gue rada kenceng. Pas denger ada anak kecil nangis, dia bilang, "Koq dia nangis?"

Udah deh, di pesawat, gue kasih mobil-mobilan karena dia udah pinter. Karena ngantuk pun, Mika akhirnya sempet tidur di pesawat. Dan baru gue bangunin pas mau landing. *Ini pertama kali gue naik Air Asia, dan ternyata oke, koq. Pesawatnya cukup luas (untuk kaki gue), dan gak ada yang namanya matiin AC saat ada di udara dan dinyalain lagi kalo udah rada panas - soalnya katanya tuh ada beberapa pesawat 'murah' yang seperti itu.*


Sampai Bali, panasss... dan untungnya, bagi yang punya anak kecil, boleh langsung ke hotel dan dapet kamar. Jadi kita sempet ganti baju dulu, dan Mika sempet mandi. O ya, kita nginep di hotel Ramada, dan dapet kamar di lantai dasar, ada terasnya. Dan deket jalan menuju pantai dan kolam renang.

Setelah istirahat sebentar, kita menuju tempat makan siang di Restoran Tempo Doeloe. Mika sibuk ngeliat-liat. Dan mulai deh, kalo lagi jalan-jalan, Mika rada ngadat makan, cuma mau makan nasi putih. Di resto ini, kita makan masakan Sunda, yang membuat gue bertanya-tanya, "Ke Bali koq diajak ke restoran sunda?"

Abis makan, balik ke hotel lagi. Mika tidur, terus jam 3an gue bangunin dan gue ajak ke pantai. Ampunnn... panas banget. Mika langsung ngeluarin mainan yang dia bawa dari Jakarta - mobil-mobilan kecil, ada truk tanah, ada tractor, dan langsung dimainin. Diajak main ke air, dia gak mau. Katanya takut, nanti kebawa ombak. Ya sudahlah, akhirnya, Mika cuma main pasir di bawah payung. Pipinya merah karena kepanasan.





Setelah puas main di pantai, kita balik ke kamar. Gue ajak berenang, Mika juga gak mau. Sampai kamar, siap-siap mau buat pergi ke acara dinner di Jimbaran. Hehehe... gara-gara gak berasa kalo waktunya satu jam lebih awal dari Jakarta, kita santai-santai aja di kamar, sampe ditelponin karena udah pada siap di bis.



Kita sampai di Jimbaran saat sunset, jadinya sempat menikmati 'romantis'nya matahari terbenam. Mika seneng banget di sana, karena liat ada pesawat bolak-balik, liat ada kembang api juga. Tapi karena udah cape', akhirnya Mika lagi-lagi gak mau makan, dan rada rewel. Akhirnya, dia malah tidur.

Makanannya sih ya, standard, sea food, tapi yang rada mengecewakan, makananannya udah dingin, sayur kangkung banyakan batangnya dan pelayanannya lama.

Balik ke hotel, beres-beres langsung 'pingsan'.

Bunga dari Mika


Dalam rangka Hari Ibu, di sekolahnya, Mika dibagiin bunga dari kertas, yang kata bu gurunya buat dikasih ke mamanya.

Pas malem gue pulang, Mika bilang, "Mika punya sesuatu untuk Mama. Mama tutup mata."
Ya sudahlah, gue pun tutup mata. Terus Mika bilang, "Tarraaa... Ini buat Mama. Mika sayang Mama.." Huhuhuhuuu.... gue bilang, "Wah, thank you, terima kasih ya.. Mama juga sayang Mika."

Ahhh.. terharu...

Love you, Mika....

Wednesday, December 14, 2011

Bali.... almost two weeks a go

Hmmm.. begini deh kalo lagi males... les.. les... jadinya gak sempet nulis-nulis di blog ini. (Ahhh.. alesan...)

Padahal pengen nulis cerita selama di Bali, pengen posting foto-fotonya.

Anyway, ada satu foto yang diambil temen gue, dan gue suka.

Di foto pertama, seolah gue lagi motret temen di depan gue..



Padahal... ini nih foto yang sebenernya gue ambil...

Love it hehehe..

Thursday, November 24, 2011

Need a Break


Akhir-akhirnya ini kaya'nya sibuk aja bawaannya. Di kantor koq kerjaan makin bertumpuk dan bikin stress. Buntutnya gue jadi gampang emosi, ngomel-ngomel dan bt aja. Apalagi dikritik dikit di kantor, wuih, rasanya kepala langsung berasap.

Kemarin seharian, kepala gue berasa pusing, punggung pegel-pegel. Ehhh..dalam perjalanan pulang ke rumah, semuanya berangsur ilang dan hilang sama sekali waktu sampai rumah.

Kesibukan pas weekend, juga bikin gue gak sempat untuk bersantai. Kegiatan weekend, seperti biasa nemenin Mika main, baca atau kalo sempet nonton tv.

Bener-bener butuh refreshing. Untung aja, minggu depan, ada family gathering ke Bali. Semoga aja bisa me-recharge semangat, energi dan pikiran-pikiran positif lainnya.

my fiksimini: RUSAK


- DICARI: Tukang reparasi hati


- Saat kamu, menjadi dia. Saat kita, menjadi aku dan dia

- Ia menutup telinga, pusing mendengar suara yang keluar dari mulut rusak itu

- Jari-jemari patah. Badan biru lebam. Mata sembap

- Penari balet itu tak bisa lagi menari. Putaran di punggungnya patah

Thursday, November 3, 2011

Wishlist


Daftar buku yang harus dibaca semakin panjang, eh... tapi ada juga yang udah dicoret sih. Tapi, wishlist juga semakin panjang. Tiap hari ada buku baru, browsing sana-sini, ngeliat buku keren.

  1. My Name is Memory (Ann Brashares)
  2. Sebelas Patriot (Andrea Hirata)
  3. Madre (Dee)
  4. One Amazing Thing (Chitra Banerjee Divakaruni)
  5. The Nine Lessons (Kevin A. Milne)
  6. Jahanara (Indu Sundaresan)
  7. Selimut Debu (Agustinus Wibowo)
  8. Garis Batas (Agustinus Wibowo)
  9. Judul Buku ini Rahasia (Pseudonymous Bosch)
  10. Wuthering Heights (Emily Bronte)
  11. Hari-Hari Bahagia (L.M. Montgomery)
  12. A Little Princess (Frances Hodgson Burnett)
  13. Anak-Anak Kereta Api (Edith Nesbit)
  14. Gadis Pendongeng (L.M. Montgomery)
  15. Taman Rahasia (Frances Hodgson Burnett)
  16. The Mysterious Benedict Society 2: The Perilous Journey (Trenton Lee Stewart)
  17. The Mysterious Benedict Society 3: The Prisoner’s Dilemma (Trenton Lee Stewart)
  18. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #2: Magician (Michael Scott)
  19. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #3: The Sorceress (Michael Scott)
  20. The Secret of the Immortal Nicholas Flamel #4: The Necromancer (Michael Scott)
  21. Sarah’s Key (Tatiana de Rosnay)
  22. Book Thief (Markus Zusak)
  23. I am Messanger (Markus Zusak)
  24. One Day – David Nicholls
  25. Please Look After Mom (Ibu Tercinta) - Kyung-Sook Shin
  26. When God was a Rabbit – Sarah Winman
  27. Mockingjay – Suzanne Collins
  28. Before I Fall – Lauren Oliver
  29. Muhammad 2: Para Pengeja Hujan – Tasaro GK
  30. Never Let Me Go – Kazuo Ishiguro
  31. Heart Shaped Box - Kotak Berbentuk Hati
  32. The Night Circus - Erin Morgenstern
  33. After (Setelah Malam Itu) – Amy Efaw
  34. 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa - Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
  35. Where She Went – Gayle Forman
  36. Hex Hall – Rachel Hawkins
  37. Hotel on the Corner of Bitter and Sweet – Jamie Ford

Friday, October 28, 2011

Now Reading: Things Your Mother Never Told You

Things Your Mother Never Told You
Olivia Lichtenstein @ 2009
Orion Books - 2009
321 pages


'I hate you. When I'm a mother, I'm never going to be like you...'



These words come back to Ros, years later. Her marriage of twenty years is over; her sons are moving out and her dear mother, Lilian, seems to have taken up residence in her head, reminding her of things she once said. As Ros adapts to sharing custody of the family dog and life without her husband and boys around, she embarks on a new regime: yoga, herbal remedies and internet dating.

But when a parcel arrive containing a portion of her mother’s memoir, Ros discovers a barely recognizable woman within its pages. As long-buried secrets are revealed, Ros finds the journey into her mother’s past could change her own future…

A sharp, funny and touching novel about the secrets mothers and daughters keep from each other.

Smurf - The Movie


There is a place.
A place that knows no sadness, when even feeling blue is a happy thing.
A place inhabited by little blue beings three apples high.

La la la la la la... sing a happy song
La la la la la la ....smurf the whole day long


Waduh..waduh… my favorite cartoon character.. ada film-nya. Kenapa setelah sekian lama baru ada yang bikin filmnya? Dibanding karakter kartun lain, rasanya emang Smurf kurang begitu populer. Si makhluk biru setinggi 3 buah apel ini sudah berhasil mencuri hati gue sejak gue SD.

Film ini masih berkisah tentang Gargamel (Hank Azaria) yang pengen banget menculik para smurf untuk mendapatkan esens kebahagiaan. Smurf-smurf ini emang happy selalu, mereka bahkan punya Happy Song yang dinyanyiin setiap lagi kerja.


Alkisah si Clumsy – si Smurf Ceroboh gak sengaja ‘membawa’ Gargamel dan kucingnya masuk ke desa Smurf. Hancurlah desa Smurf. Semua Smurf berlarian ke hutan untuk menyelamatkan diri. Dasar Clumsy, malah nyasar lewat jalan yang salah. Papa Smurf, Smurfette, Brainy, Gutsy, dan Grouchy mengejar Smurf menuju air terjun. Saat itu, tibalah saat Blue Moon, sebuah pusaran menarik para Smurf ke dunia lain – dunia manusia.

Mereka pun terdampar di New York, dan masuk ikut terbawa ke rumah pasangan Winslow (Neil Patrick Harris & Jayma Mays)

Terjadilah kejar-kejaran antara smurf dan Gargamel.

Wah, nonton ini serasa nostalgia. Love them as always. Mika pun cukup terhibur ngeliat Smurf yang kecil dan imut-imut itu. Bahkan Mika bisa bersenandung Happy Song-nya Smurf.

*mbak Riana, pinjem opening-nya :)

Tuesday, October 18, 2011

Now Reading: The Mysterious Benedict Society#2: Perjalanan Maut

The Mysterious Benedict Society & The Perilous Journey
(Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut)
Trenton Lee Stewart
Maria M. Lubis (Terj.)
Penerbit Matahati - Januari 2010
546 Hal.

Para anggota Persekutuan Misterius Benedict berkumpul lagi, kali ini untuk merayakan satu tahun pertemuan mereka.

Sayangnya, Mr. Benedict dan Nomor Dua menghilang. Anak-anak hanya memiliki petunjuk dari Mr. Benedict yang harus mereka pecahkan—yang akan membawa mereka ke tempat dirinya berada, di suatu tempat terpencil yang tidak ada dalam peta dunia mana pun.

Dan bukan suatu kejutan, mereka kembali berhadapan dengan musuh lama—Mr. Curtain yang jahat, beserta orang-orang bayarannya, para Manusia Sepuluh yang sangat berbahaya!

Thursday, October 13, 2011

Now Reading: Selimut Debu

Selimut Debu
Agustinus Wibowo
GPU - Januari 2010
480 hal.

Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis---catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling "negeri mimpi"---yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum---sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan "Tanah Bangsa Afghan" dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan---sampai akhirnya ditemukan kembali.

"As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided."
---The Jakarta Post

"Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat."
---Kompas

Friday, October 7, 2011

my fiksimini: AKSARA


- Buta huruf, ia tak mengerti kalau jalan itu mengarah ke jurang

- Cairan merah itu begitu menggoda. Dijilatnya sedikit cairan yang menempel di jarinya. Tak mengerti bahasa Inggris, ia tak sadar sudah bermain dengan racun.

- A… B… C… Ibu mengajar adik membaca. Kakak terdiam melihat ibu menunjuk huruf asal-asalan.

- Spanduk untuk demo besok sudah selesai. Terselip kata menjatuhkan. Bayaran lawan lebih menggiurkan daripada partainya sendiri.

Thursday, October 6, 2011

Quotes of the day


Now Reading: Putri Ong Tien

Putri Ong Tien: Kisah Perjalanan Putri China Menjadi Istri Ulama Besar Tanah Jawa
Winny Gunarti
GPU - September 2010
216 hal.

Siapakah Putri Ong Tien? Dialah Putri Kaisar Hong Gie dari masa Dinasti Ming yang rela menempuh perjalanan panjang melintasi Laut China Selatan dan Laut Jawa demi menjadi istri Sunan Gunung Jati. Ulama besar yang pernah mengunjungi Negeri Tiongkok untuk menyebarkan ajaran Islam lewat tata cara ibadah shalat ini telah membuat sang putri kaisar jatuh cinta. Legenda bokor kuningan di perut sang putri yang menghilang berkat kesaktian sang ulama mampu membuka hati Putri Ong Tien untuk mengikuti ajaran Islam.

Untaian fakta dan fiksi dalam buku ini mengangkat dengan sangat indah suka duka sang putri sebagai putri kaisar, saat-saat perjumpaannya dengan Sunan Gunung Jati, serta perjuangannya meleburkan diri dengan kebudayaan di Cirebon.

Putri Ong Tien memang hanya salah satu putri Tiongkok yang pernah bermukim dan menikah di Tanah Jawa. Namun, yang membedakan dari putri-putri China lainnya, dia menorehkan sejarah sebagai perempuan asing yang berhasil masuk ke lingkaran keluarga Kesultanan Cirebon dan ikut dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keramat Sunan Gunung Jati. Banyak barang kerajinan China peninggalannya yang menjadi warisan budaya bernilai tinggi.

Buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan faksi dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Bacaan yang mampu mengajak siapa saja lebih memahami sekaligus menghargai warisan sejarah dan budaya bangsa.

Tuesday, October 4, 2011

my fiksimini: DANSA


- Tiang gantung menjadi tempat dansa terakhirnya.

- Berputar dan terus berputar.. tak peduli ia menari, tanpa selembar benang pun menutupi tubuhnya.

- Tepuk tangan membahana. Tarian terakhirnya begitu memukau. Tak ada yang tahu, darah itu sungguhan. Sekarat ia tergeletak di panggung, tubuhnya dihujani bunga

- Yah, ini tarian terakhirku di bumi. Besok aku akan segera melayang ke surga, menari bersama malaikat kecilku.

- Laki-laki itu melambaikan tangan, mengajakku menari bersama. Tak kuhiraukan jeritan orang-orang yang melihat tubuhku menghantam mobil itu.

- Kumelayang.. menari-nari… Tubuhku bergerak bebas mengikuti irama musik pengantar ke alam baka.

*melihat topik di @fiksimini hari ini, jadi iseng pengen nulis. Udah lama pengen nyoba, tapi hanya di dalam pikiran aja, belum pernah ditulis. Tapi kenapa ya… setiap mencoba menulis, koq yang muncul selalu kalimat ‘mengerikan’? Gue sampe merinding sendiri bacanya. Mungkin terpengaruh juga dari fiksimini yang ada di twitter. Selalu kalimatnya pada tragis-tragis.

Tulisan ini buat di blog aja, ah… belum pe-de di posting di twitter :)

Tumpukan Buku


Wah, seminggu terakhir ini, tiba-tiba koq ada setumpuk buku di depan gue. Bukan karena gue beli sendiri.. hmmm ternyata cara lain 'menimbun' buku. Hehehe.. ini hasil swap, pinjem-pinjeman buku, atau bahkan ada yang hasil menang quiz. Dan, setelah gue data, wah... ada 20 buku! Duh, ma'af untuk bukunya gue pinjem kalo kelamaan dibalikin, maklum paling-paling gue hanya bisa baca 1 buku setiap minggunya.

Ini nih daftarnya, semoga satu per satu bisa gue coret:

1. Selimut Debu - Agustinus Wibowo

2. The Conch Bearer (Keong Ajaib) - Chitra Banarjee Divakaruni

3. Smile (Senyum) - Raina Telgemeier

4. The Alchemist and The Angel - Joanne Owen

5. If I Stay (Jika Aku Tetap di Sini) - Gayle Forman

6. Cinderella (as if you didn't already know the story) - Barbara Ensor

7. The Mysterious Benedict Society 2 - Trenton Lee Stewart

8. A Garland for Girls - Louisa May Alcott

9. Queen of Dreams (Ratu Mimpi) - Chitra Banarjee Divakaruni

10. Therese Raquin - Emile Zola

11. Letters to Sam - Daniel Gotlieb

12. Around the World in 80 Dinners - Cherryl & Bill Jamison

13. Kedai 1001 Mimpi - Valiant Budi

14. On the Other Hand - Chris Cleave

15. The Mistress of Spices - Chitra Banerjee Divarukni (ini pengen baca ulang)

16. Anne of Rainbow Valley - Lucy M. Montgomer

17. Putri Ong Tien - Winny Gunarti

18. Sea Change - Aimee Friedman

19. The Truth about Forever - Sarah Dessen

20. Things Your Mother Never Told You - Olivia Lichtenstein

21. Sweet Misfortunate – Kevin Alan Milne

22. Tweets for Life – Desi Anwar

23. One Day – David Nicholls

24. Rumah Tangga yang Bahagia – Leo Tolstoy

25. Maya and Filippo Play Chef at Sea – Alinka Rutkowska

26. The Translator (Sang Penerjemah) – Leila Aboulela

27. Di Serambi Makkah – Tasaro

28. When God was a Rabbit – Sarah Winman

29. 9 Summers 10 Autumn – Iwan Setyawan

Mari kita baca satu per satu...

Mood Booster



Monday, October 3, 2011

Now Reading: Anne of Rainbow Valley

Anne of Rainbow Valley
Lucy M. Montgomery
Maria M. Lubis (Terj.)
Qanita - Cet. I, Juni 2011
428 hal.

“… Anne sayang, dari sinar matamu, aku merasa bahwa kedewasaanmu kau kenakan bagaikan pakaian, dan kau ingin sekali melakukan sesuatu yang liar dan berjiwa muda lagi .…”


Anne tak menyangka bahwa akhirnya dia bisa mencintai Ingleside sebesar cintanya pada rumah impian. Dia tersadar, bahwa rumah ada di hati, bukan hanya secara fisik. Ingleside adalah tempat Anne dan Gilbert membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan cinta. Anak-anak yang mewarisi sifat ibunya; Jem yang berjiwa petualang, Nan dan Di yang ceria, dan Walter yang penuh mimpi.



Anne tak peduli meskipun kebanyakan penduduk Glen mengkritik Anne yang membiarkan Walter menulis puisi, Jem yang ingin jadi tentara, dan Nan serta Di yang tomboi. Dia membiarkan anak-anaknya menjelajahi Lembah Pelangi, tempat semua keajaiban terjadi. Setiap hari, anak-anak pulang dengan cerita seru dan baru, suka dan duka. Anne hanya tersenyum setiap kali Miss Cornelia tergopoh-gopoh mengadukan kenakalan anak-anaknya. Menari di pemakaman Methodis, berteman dengan anak-anak nelayan kumuh, Walter yang berkelahi karena diejek banci, atau balapan naik babi yang menghebohkan seluruh St. Glen Mary.



Setiap hari, Anne mendengarkan kisah-kisah seru anak-anak, tertawa bersama mereka dan menghibur mereka kala sedih. Karena Anne tahu, tugasnya sebagai seorang ibu adalah mengantarkan anak-anaknya ke gerbang masa depan.

'mampet'


Pengen banget bisa nulis-nulis lagi. Dulu rasanya, lagi bosen-bosen di kantor, eh, bisa bikin cerpen. Yah, bukan berarti gue jago nulis sih... tapi adalah yang jadi cerita gitu. Malah kan pernah masuk majalah, meskipun cuma dua kali :) Tapi.. hei.. itu prestasi buat gue. Kaya'nya gara-gara game di facebook nih yang ikut ambil bagian jadi 'racun' di otak gue, makanya kalo bosen, otak gue langsung lari ke game.

Pernah pengen mulai lagi. Baru satu-dua kalimat.. yah, mentok... mau disambungin apa ya?? Paling-paling sekarang, urusan tulis-menulis hanya sebatas bikin 'review' buku. Suka iri liat temen-temen lain bikin review yang panjang dan lengkap. Canggih banget...

Pengen ikutan @fiksimini, cuma suka gak pe-de... malu... Gini nih.. pengen 'eksis', tapi suka malu :)

Nah kan.. isi posting-an ini aja gak jelas... :D

Monday, September 19, 2011

Now Reading: The Song Reader

The Song Reader (Sang Pembaca Lagu)
Lisa Tucker @2011
Pepi Smith (Terj.)
GPU - September 2011
424 hal.

Mary Beth memiliki bakat istimewa. Ia adalah pembaca lagu. Mary Beth tidak meramal tangan atau kartu tarot, ia membaca rahasia-rahasia dan keinginan-keinginan terpendam seseorang berdasarkan lagu-lagu yang terus terngiang di benak mereka. Adik Mary Beth, Leeaan, dan seluruh warga kota tempat tinggal mereka, mengidolakan wanita itu. Segala prediksi dan saran yang disampaikan Mary Beth memang selalu terbukti benar. Rasanya seolah ia dapat melihat jauh ke dalam lubuk hati.

Namun, setiap bakat ternyata punya harga tersendiri. Ketika salah satu nasihat Mary Beth pada seorang klien menjadi bumerang dan menggiring mereka pada tragedi besar yang memecah belah kota itu, masa lalu tersingkap dan kebenaran menampakkan wujudnya.

...


Terserang virus malas menulis. Blog ini jadi 'vakum' setelah sekian lama. Foto-foto lebaran belum di-upload. Nulis cerita sehari-hari juga lagi males. Biasa deh... bukan yang pertama kali, blog ini 'terbengkalai'.

Moga-moga, besok-besok rajin lagi :)

Friday, July 29, 2011

Ramadhan



Udah Ramadhan lagi
Semoga puasa tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya
Ini do'a setiap tahun
Semoga dalam bulan puasa ini, bisa mendapatkan lebih banyak pencerahan
Yang Insya Allah membawa kebaikan untuk gue

Amin...

Wednesday, July 20, 2011

Hari Pertama Mika Sekolah


Karena gue lagi rada malas, akhirnya cerita ini baru gue posting sekarang.

11 Juli 2011 – hari pertama Mika sekolah ‘beneran’. Terus terang gue yang deg-degan. Setiap malem, beberapa hari sebelum Hari H, gue bilang ke Mika, “Sebentar lagi Mika sekolah ya. Yang pinter ya, sayang. Kalo mau pipis, Mika bilang sama bu guru.” Mika jawab, “Iya.” Atau hanya angguk-angguk.

Pagi-pagi, pas gue bangunin, gue bilang, “bangun yuk… kan Mika mau sekolah.” Yahhh… Mika-nya masih ngantuk.. masih ngulet-ngulet, meluk guling dan bilang, “Sekolahnya besok aja.” Tapi begitu bangun, dan ngeliat tas sekolahnya, belum mandi pun, tas sekolah itu udah dibawa-bawa. Mika masih pengen main sepeda pagi-pagi seperti biasa, tapi gue bilang, “Sebentar aja, nanti sekolahnya terlambat.”

Setelah beres, Mika lengkap dengan seragamnya yang kebesaran. Hehehe… tapi dia semangat banget dan jadi gak mau sarapan dulu. Langsung keluar, narik tasnya. Karena gak ada yang nganter, Mika dan gue naik angkot ke sekolah. Jalanan rada macet, di angkot Mika diem aja.

Sampai sekolah, Mika disambut sama gurunya. Dan gue ‘lepas’ Mika untuk ikut sama bu gurunya. Gue liatin aja dari jauh. Mika sih nurut, diem dan gak nangis. Ditanya namanya siapa, Mika juga langsung jawab. Pas upacara penyambutan, Mika dan teman-teman barunya di Kelompok Bermain juga ikutan. Mungkin karena belum terlalu ‘ngeh’, Mika pun diem aja. Ada acara pelepasan balon. Ehhh.. pas balonnya lepas, Mika malah nangis.


Setelah upacara, masuk ke kelas. Mungkin karena hari pertama, orang tua yang nganter boleh masuk kelas. Tapi, di dalam kelas pun, gue hanya ngeliatin Mika. Paling kalo dia agak bingung dan gurunya lagi sibuk sama yang,lain, baru gue deketin Mika.

Begitu liat mobil-mobilan, Mika langsung main ‘parkir mobil’ seperti di rumah. Cuma bedanya, kalo di rumah, sambil parkir, Mika cerita mobilnya lagi ngapain, di sekolah dia diem aja. Waktunya makan, antri di depan kamar mandi untuk cuci tangan. Terus makan rame-rame di kelas.



Abis itu, main lagi, dan sebelum pulang diajak jalan-jalan keliling sekolah. Gue biarin Mika bareng guru dan temen-temennya. Gue tunggu di bawah aja.

Begitu pulang, dijemput neneknya, Mika kembali ceria di mobil. Cerita sedikit soal sekolahnya. Moga-moga aja, besok-besok Mika udah mulai bisa menikmat hari-harinya di sekolah

Setelah 5 kali sekolah, (Mika sekolah 3 kali atau 2 kali seminggu – selang-seling), Mika sih gak rewel. Gak nangis harus ditungguin di kelas, tapi, masih suka main sendiri, belum gabung dengan temen-temennya. Masih tetap sibuk dengan mainan mobil-mobilan, padahal gurunya lagi ngajak nyanyi. Waktu gue bilang, “Kalo di sekolah bu guru ajak nyanyi, Mika ikut nyanyi ya.” Eh, dia bales, “Waktu di sekolah bu guru lagi nyanyi, temen mika ada yang duduk juga. Gak ikut nyanyi.”

Di rumah kadang cerita, katanya di kelas ada temennya yang nangis. Terus, cerita dapet ‘souvenir’ setiap selesai sekolah.

Kalo ditanya seneng apa gak di sekolah, Mika bilang, “Seneng… di sekolah asyik.”

Wednesday, July 13, 2011

Silver Blog

Hari Jum'at, dapet email, kalo si lemari buku dapet Silver Blog. Hahaha...surprise juga. Alhamdulillah... padahal, kalo ngeliat blog-blog yang lain, isinya lebih 'canggih', dan lay out-nya juga lebih keren.

For Sale/Swap

Ayo teman-teman.. bantuin gue bersihin lemari buku gue, biar bisa diisi sama yang baru lagi... hehehe... silahkan tinggalin message atau email langsung ke ferina.permatasari@hbtlaw.com

ma kasih.... ini dia daftarnya:

Buku Bahasa Indonesia (terjemahan):
  1. A Father’s Affair (Anakkukah Kau, Anakku?) – Karel Glastra van Loon (Rp. 30,000)
  2. Dead Girl Walking (Masuk ke Tubuh yang Salah) - Linda Joy Singleton (Rp. 30,000)
  3. The Song Reader (Sang Pembaca Lagu) – Lisa Tucker (Rp. 30,000)
  4. The Mermaid Chair – Sue Monk Kidd (Rp.30,000)
  5. First Love Forever Love – Shu Yi (Rp. 30,000)
  6. Devils’ Kiss – Sarwat Chadda (Rp. 30,000)
  7. Dark Goddess – Sarwat Chadda (Rp. 30,000)
  8. Kisah Air Mata (The Teardrop Story Woman) – Catherine Lim (Rp. 25,000)
  9. Jadie: Tangis Tanpa Suara – Torey Heyden (Rp. 25,000)
  10. Sam's Letters to Jennifer - James Patterson (Rp. 25,000)
  11. Lima Sekawan: Berkelana - Enid Blyton – cover edisi 1997 (Rp. 15,000)
  12. Lima Sekawan: Nyaris Terjebak – Enid Blyton – cover edisi 1997 (Rp. 15,000)
  13. Lima Sekawan: Pulau Harta – Enid Blyton – cover edisi 1997 (Rp. 15,000)
  14. Bright Angle Time – Martha McPhee (Rp. 25,000)
  15. One for my Baby – Tony Parsons (Rp. 30,000)
  16. Night over Water – Ken Follett (Rp. 25,000)
  17. How to be Good (Suami Sempurna) – Nick Hornby (Rp.  25,000)
  18. Annie’s Baby – Anonim (Rp. 25,000) – non fiksi
  19. Di Bawah Bayang-Bayang Perang – Naguib Mahfoudz (Rp. 20,000)
  20. Usagi Yojimbo: Shades of Death – Stan Sakai (Rp. 25,000)
  21. Different Ugliness, Different Madness (Balada Seorang Penyair) – Mare Males (Rp. 25,000)
  22. Chasing Vermeeer: Misteri Lukisan Vermeer - Blue Balliett (Rp. 20,000)
  23. He Loves Me Not.. He Loves Me (Dia Benci… Atau Cinta?) – Claudia Caroll (Rp. 25,000)
  24. Forget about It (Pura-pura Lupa) – Caprice Crane (Rp. 25,000)
  25. Stupid & Contagious (Jodoh di Kamar Sebelah) – Caprice Crane (Rp. 25,000)
  26. Does my Bum Look Big in this? (Besar itu Indah) – Arebella Weir (Rp. 25,000)
  27. For Better For Worse (Dalam Suka dan Duka) – Carole Matthews (Rp. 25,000)
  28. Straight Talking (Apa Adanya Saja) – Jane Green (Rp. 25,000)
  29. Mr. Maybe – Jane Green (Rp. 25,000)
  30. Reality TV Bites (Reality Show Gila) – Sharec Bolks (Rp. 25,000)
  31. Spellbound (Tersihir) – Jane Green (Rp. 25,000)
  32. Dress Rehearsal (Ramalan Kue Pengantin) – Jennifer O’Connell (Rp. 25,000)
  33. Bad Heir Day (Aku dan si Penyair Palsu) – Wendy Holden (Rp. 25,000)
  34. Perfect Stranger (Tak Kenal Maka Tak Sayang) – Robyn Sisman (Rp. 25,000)
  35. Wonderlust (Doyan Jalan) – Chris Dyer (Rp. 25,000)
  36. Speechless (Buket Pengantin Ketiga Belas) – Yvonne Collins & Cardy Rideout (Rp. 25,000)
  37. Cause Celeb (Relawan Elite) – Helen Fielding (Rp. 25,000)
  38. Fashionista – Lynn Messina (Rp. 25,000)
  39. High Society – Sarah Mason (Rp. 25,000)
  40. Don’t Try This at Home (Jangan Coba-coba) – Katie Pearson (Rp. 25,000)
  41. Slim Chance (Kesempatan Jadi Kurus) – Jackie Rose (Rp. 25,000)
  42. Behaving Badly (Jangan Bandel, Ya!) – Isabel Wolff (Rp. 25,000)


Bahasa Indonesia (asli):
  1. J.P.V.F.K (Jakarta – Paris via French Kiss) – Syahmedi Dean (Rp. 22, 500)
  2. Sarabande – Bre Redana (Rp. 20,000)
  3. Jodoh Monica – Albertheine Endah (Rp. 25,000)
  4. Tarothalia – Tria Barnawi (Rp. 20,000)
  5. Mencari Tepi Langit – Fauzan Mukrim (Rp. 20,000)
  6. Goloso Geloso – Tanti Susilawati (Rp. 20,000)
  7. Beauty Case – Icha Rahmanti (Rp. 20,000)
  8. The Sinden – Halimah Munawir (Rp. 20,000)
  9. Sihir Cinta – Miranda (Rp. 15,000)
  10. Moonlight Waltz – Fenny Wong (Rp. 15,000)
  11. When a Man Lost a Woman – Ita Sembiring (Rp. 20,000)
  12. Tentang Dia – Moammar Emka (Rp. 15,000)
  13. Prety Prita – Andrei Aksana (Rp. 25,000)
  14. Merpati di Trafalgar Square – Weka Gunawan (Rp. 15,000)
  15. Sex and the Cookies – Inggrid Widjanarko (Rp. 15,000)
  16. Kembali Pada Hati – Adri Basuki (Rp. 15,000)
  17. Jakarta Café – Tatyana (Rp. 15,000)

Buku Bahasa Inggris:
  1. The Runaway Jury – John Grisham (Rp. 35,000)
  2. 3rd Degree – James Patterson (Rp. 35,000)
  3. Beach House – James Patterson & Peter De Jonge (Rp. 35,000)
  4. One Day – David Nichols (Rp. 35,000)
  5. Debutante Divorcee – Plum Skykes (Rp. 40,000) – hard cover
  6. Breaking Her Fall – Stephen Goodwin (Rp. 35,000)
  7. Special Relationship – Robyn Sisman (Rp. 35,000)
  8. Man and Boy – Tony Parsons (Rp. 35,000)
  9. Man and Wife – Tony Parsons (Rp. 35,000)
  10. Pure Fiction – Julie Highmore (Rp. 35,000)
  11. The Last Templar – Raymond Khoury (Rp. 35,000)
  12. Bad Dirt – Annie Proulx (Rp. 30,000)
  13. The Other side of the story – Marian Keyes (Rp. 35,000)
  14. Babyville - Jane Green (Rp.35,000)
  15. The Rise and Fall of a Yummy Mummy - Polly Williams (Rp. 35,000)
  16. Everyone Worth Knowing - Lauren Weisberger (Rp.35,000)
  17. Bergdorf Blondes - Plum Skykes (Rp.35,000)
  18. Tall Poppies - Louis Bagshawe (Rp. 35,000)
  19. The Pilot’s Wife – Anita Shreve (Rp. 30,000)
  20. Citizen Girl – Nicola Kraus & Emma McLaughin (Rp. 35,000)
  21. Monday’s Child – Louis Baghsawe  (Rp. 50,000)
  22. Tuesday’s Child – Louise Bagshawe (Rp. 50,000)