Showing posts with label now reading. Show all posts
Showing posts with label now reading. Show all posts

Thursday, October 17, 2013

Now Reading: Bunheads

Bunheads
Poppy, October 2012
300 pages




In a crowd of beautiful ballet dancers, how can one girl stand out?

As a dancer with the ultra-prestigious Manhattan Ballet company, nineteen-year-old Hannah Ward juggles intense rehearsals, dazzling performances, and complicated backstage relationships. But when she meets a spontaneous and irresistibly cute musician named Jacob, her universe begins to change.

Until now, Hannah has happily followed the company's unofficial mantra, "Don't think, just dance." But as Jacob opens her eyes to the world beyond the theater, Hannah must decide whether to compete against the other "bunheads" for a star soloist spot or to strike out on her own.

Thursday, April 5, 2012

Now Reading: Sunset bersama Rosie


Sunset bersama Rosie
tere-liye
Mahaka Publishing - Cet. II, Desember 2011
426 hal  

"... Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi menyesakkan terlewati lagi ..."

(hal. 1)

Monday, February 27, 2012

Now Reading: Anak Sejuta Bintang


Anak Sejuta Bintang
Akmal Nasery Basral
Penerbit Expose - Januari 2012
400 hal.


Memberi sesuatu yang kita senangi kepada orang lain itu selalu membuat hati kita bahagia. Rezeki kita pasti akan bertambah jika kita bisa lebih ikhlas
(Hal. 132)

Anak laki-laki itu harus sering diajak ngobrol supaya terbiasa mengemukakan pendapat ... Kalau tidak, mereka akan terbiasa menggunakan tangaan untuk menyampaikan keinginan.
(Hal. 149)


Sinopsis (dari Mizan.Com)


Di bawah siraman cahaya bintang, bocah lelaki itu mengusap wajah, menyeka air mata yang seketika menggenang di pelupuk mata. Ia teringat tatapan teman-teman sekelas, seolah serempak menghunjamkan berbagai pertanyaan. Padahal, ia sendiri tak tahu dari mana kekalahan itu bermula. Tak ada yang salah, segala hal telah dilakukan dengan saksama. Tetapi, semua itu belumlah cukup. Ia kalah justru di akhir perburuan, dipaksa nasib menerima kenyataan yang, sebelumnya, tak terbayangkan.

Di langit, lintang waluku berkeredip memamerkan cahaya yang, alangkah, cemerlang. Bocah itu telah menempuh perjalanan panjang penuh cahaya, dididik ‘sejuta bintang’ mumpuni, dan tumbuh dalam dekapan cinta ayah-ibunya. Maka, ia tak ingin tenggelam lebih lama, mesti berjuang lebih gigih, seperti harapan ‘sejuta bintang’ yang mengitari hidupnya.

Inilah novel yang berkisah tentang keriangan dan kegilaan dunia anak-anak. Diramu dari sengitnya persaingan, percikan-percikan cinta, hangat kebersamaan, dan keluguan yang menggemaskan. Tegangan mencekam dan inspirasi tak terperi membuat novel ini kaya warna. Bersiaplah menerima kejutan dan kesan yang mendalam.

Friday, February 24, 2012

Now Reading: Rumah di Seribu Ombak


Rumah di Seribu Ombak
Erwin Arnada
Gagas Media - Cet. 1, 2011
388 hal.

“Allah memberkati kita dengan keberanian. Rasa takut adalah hal yang kita ciptakan sendiri. Perasaan apa yang nanti menguasai kita adalah pilihan kita sendiri…”
(hal. 197)

Sinopsis (dari Goodreads.com):

Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.

Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. Menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.

Mengapa kini kau lari menjauh?

Lalu, apa kabarmu? Mengangakah masih lukamu yang dulu? Atau, kini sudah terpilihkan bagimu akhir yang bahagia? Maafkan aku. Maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu.

Tuesday, February 14, 2012

Now Reading: Delirium

Delirium
Lauren Oliver @ 2011
Vici Alfani Purnomo (Terj.)
Mizan, Cet. 1 - Desember 2011
518 hal.

Dunia yang dihuni Lena Haloway adalah dunia tanpa cinta.
Cinta adalah sebuah dosa besar.
Sastra dan puisi masuk dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya.”
Penikmat musik dijebloskan ke penjara.
Tertawa bahagia dianggap melanggar aturan.
Suami-istri, ibu-anak, kakak-adik, hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.

Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.

Lena pun demikian, ketika dia jatuh cinta kepada Alex Sheates.

Mereka hidup dalam rasa takut hebat, dan hanya menunggu waktu hingga mereka menanggung hukuman.

Link
“Sangat menarik dan adiktif ….”
—Bookseller’s Choice, The Bookseller

“Kombinasi antara The Handmaid’s Tale dan Twilight ….”
—Fabulous Magazine


- Amazon Best Book of the Month in February 2011
- The Nomination of 2011 Goodreads Choice Awards
- Akan difilmkan oleh Fox 2000

Thursday, February 9, 2012

Now Reading: Ayahku (bukan) Pembohong


Ayahku (bukan) Pembohong
Tere-Liye
GPU - Cet. V, Januari 2012

Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.

Tere-Liye adalah pengarang beberapa novel dengan rating tinggi di website para pencinta buku www.goodreads.com. Tere-Liye banyak menghabiskan waktu untuk melakukan perjalanan, mencoba memahami banyak hal dengan melihat banyak tempat. Selamat membaca novel kecil ini.



Setamat membaca buku ini, satu hal yang pasti nyata: saya menangguk banyak kearifan di kedalaman cerita.
--A. Fuadi, Penulis Trilogi Negeri 5 Menara

Sungguh Tere-Liye berhasil menggugah saya sebagai pembaca sekaligus seorang anak dari seorang ayah yang sangat saya banggakan. A must read.
--Amang Suramang, Penggerak di Goodreads Indonesia

Isinya tak hanya menggugah dan membuat haru, tapi membuat kita merasa perlu meneguhkan kembali keyakinan dan kecintaan pada keluarga. Salut atas novel ini!
--Arwin Rasyid, Presiden Direktur Bank CIMB-Niaga

Novel ini dapat menjadi langkah awal untuk menata ulang konsep budi pekerti di negeri ini.
--Muliaman D. Hadad, Deputi Gubernur Bank Indonesia

Monday, January 2, 2012

Now Reading: The Truth about Forever


The Truth about Forever
Sarah Dessen @ 2004
Puffin Books – 2008
391 pages

On the outside, Macy Queen is cool and calm
On the inside, she’s breaking

Silently struggling with her dad’s death, and spending the summer apart form her oh-so-perfect boyfriend, Macy is smiling her way through – she’s ‘fine’.

It’s only when she meets a group of new friends – and artistic, sexy Wes catches her eye – that she realizes she can wear her heart on her sleeve sometimes.

Because life doesn’t stop when someone disappears – and even though she’s lost so much, can Macy see what she has to gain?