Monday, February 13, 2012

RIP: Whitney Houston



Di pagi yang cerah, setelah nemenin Mika main,siap-siap mandiin Mika, Mama bilang, "Breaking News." Gue bilang, "Apaan?" Kata Mama, "Whitney Houston meninggal."

Gue terdiam... mmm.. bukan sok kenal atau berlebihan, tapi, gue langsung inget, betapa lagu-lagu beliau lumayan akrab menemani 'perjalanan hidup' gue. Aih... berat...

Hey.. it's true... sampai detik ini, beberapa lagu Whitney Houston jadi lagu favorit gue, sebut aja One Moment in Time, Greatest Love of All, Run to You atau yang nge-beat seperti Wanna Dance with Somebody.

The Bodyguard seinget gue, gue tonton sama pacar pertama gue (huehehehe...). Seinget gue lho.. agak lupa, apakah gue nonton sendiri di vcd atau sama si do'i itu. Yah, meskipun gue gak terlalu suka dengan film tersebut, tapi soundtrack-nya enak-enak.

Ah.. gue mungkin bukan orang yang terlalu tertarik dengan yang namanya kehidupan selebtritis... tapi, saat ada berita seperti ini, rasanya koq ada yang 'hilang' aja...

So, today's soundtrack would be Whitney Houston's songs...

Thursday, February 9, 2012

Now Reading: Ayahku (bukan) Pembohong


Ayahku (bukan) Pembohong
Tere-Liye
GPU - Cet. V, Januari 2012

Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.

Tere-Liye adalah pengarang beberapa novel dengan rating tinggi di website para pencinta buku www.goodreads.com. Tere-Liye banyak menghabiskan waktu untuk melakukan perjalanan, mencoba memahami banyak hal dengan melihat banyak tempat. Selamat membaca novel kecil ini.



Setamat membaca buku ini, satu hal yang pasti nyata: saya menangguk banyak kearifan di kedalaman cerita.
--A. Fuadi, Penulis Trilogi Negeri 5 Menara

Sungguh Tere-Liye berhasil menggugah saya sebagai pembaca sekaligus seorang anak dari seorang ayah yang sangat saya banggakan. A must read.
--Amang Suramang, Penggerak di Goodreads Indonesia

Isinya tak hanya menggugah dan membuat haru, tapi membuat kita merasa perlu meneguhkan kembali keyakinan dan kecintaan pada keluarga. Salut atas novel ini!
--Arwin Rasyid, Presiden Direktur Bank CIMB-Niaga

Novel ini dapat menjadi langkah awal untuk menata ulang konsep budi pekerti di negeri ini.
--Muliaman D. Hadad, Deputi Gubernur Bank Indonesia

Wednesday, February 8, 2012

Sesuatu dari Mika

Hari Senin, pulang kantor, pas masuk ke rumah, Mika kasih 'kejutan'. Begitu gue masuk, ternyata Mika udah nunggu di bawah, dan dia langsung bilang, "Taarrra... Mika punya sesuatu untuk Mama."

Langsunglah Mika kasih gue hasil prakarya-ya di sekolah. Dan, sebelum tidur, dipajang dulu di dinding kamarnya.


Wah... senangnya... :)
Thank you, Mika.. *muach...*

Tuesday, February 7, 2012

Mika's Gallery

Inilah sebagian 'karya-karya' Mika di sekolah, dikumpulin di dalam satu buku dan dibagiin di akhir semester.




Monday, February 6, 2012

On My Birthday


Hari ulang tahun, makin lama mungkin makin terasa biasa aja untuk gue. Ya, maklum lah, mungkin karena bertambahnya usia, udah ilang tuh rasa pengen diramein, mengharapkan kado macem-macem. Paling-paling, kalo ditanya pengen kado apa, gue jawabnya, buku aja deh. Sekarang, gue lebih ribet mikirin acara untuk ulang tahunnya Mika – yang bahkan sampai sekarang pun belum pernah dirayain dengan ‘heboh’. Paling kumpul-kumpul sama kakak and adik-adik gue, beserta anak-anak mereka. Ini pun udah cukup heboh.

Di pagi gue ulang tahun, gue bilang sama Mika, “Hari ini mama ulang tahun nih… cup mama dong.” Biasa deh, kalo udah disuruh-suruh begitu, Mika malah jadi iseng. Dan nyium gue dengan gaya yang aneh-aneh.

Pas malemnya, ternyata mama bikinin nasi kuning lengkap (thank’s, mom!). Baca doa sedikit, dan makan malam seperti biasa.

Tiba-tiba Mika nyeletuk:
Mika:”Mama ulang tahun ya?”
Gue: “Iya.”
Mika:”Yang ke berapa?”
Gue: “Ke 35”
Mika: “Wah… banyak sekali!”
Gue: *speechless*

Terus gue tanya, “Mika mau kasih tau sesuatu apa untuk mama?” Dan dengang polosnya, Mika jawab,”Hmmm.. gak tau.”

Besoknya, pas lagi main-main, Mika bilang,”Mama ulang tahunnya nanti malem ya?” Gue bilang, “Kan udah kemarin, sayang.” Mika bilang, “Ihh. Mama belum ulang tahun, kan seharusnya tiup lilin dulu.”

Jadilah nih, pas malem-malem, Mika bilang lagi, ngingetin buat tiup lilin. Yah, bingunglah gue, di rumah lagi gak ada kue. Untung nih, ada cupcake dari ultah si Queency yang belum dimakan. Si cupcake kecil itu jadi kue ulang tahun gue. Dan lilinnya, hanya ada angka satu, yang itu pun sempet diprotes sama Mika, yang bilang, “Ihhh.. itu kan untuk ulang tahun ke satu.” Tapi setelah dibujuk, baru boleh pake lilin angka satu itu. Dan Mika sempet bilang lagi, “Lilin angka 35-nya gak ada.”

Setelah siap, Mika sibuk teriak-teriak panggil orang-orang di rumah, “Nang… Nenek… turun… Mama mau tiup lilin!!” Dan begitu nyanyi Happy Birthday, terus tiup lilin, matanya Mika berbinar-binar. Terus dia bilang, “Mika punya sesuatu untuk Mama.” Gue bilang, “Apa?”, kata Mika, “Itu ada di kamar.” Gue tanya, “Yang mana?” Dan… lagi-lagi Mika bilang, “Ehmm… gak tau.”

Abis itu, untuk ‘melengkapi’ ritual ulang tahun, Mika ngajak main kembang api. Dan lagi-lagi, di rumah gak ada simpenan kembang api. Dan, entah dari mana, sodara gue nemu kembang api. Meskipun ‘bantet’, Mika cukup seneng ngeliat itu kembang api nyala sebentar.

Duh, gue jadi terharu… saat gue gak ‘prepare’ dengan tetek bengek ulang tahun, Mika bikin ulang tahun kali ini jadi special. Thank you, Mika…

Wednesday, February 1, 2012

Welcome, February ...

via tinywhitedaisies

Semoga bulan ini penuh berkah...
penuh cinta...

dan lebih semangat ... :)