Tuesday, October 9, 2012

Quotes of the Day

Some nice quotes - found at pinterest 







Friday, September 21, 2012

Bonus Libur...

Meskipun gak ikut milih, ternyata kebagian juga libur karena Pemilu Gubernur DKI. Maklum deh, biar tempat tinggal masuk wilayah Jawa Barat, tapi kerja tetap di Jakarta. Mika juga sekolahnya masuk Jakarta, jadilah kita berdua dapet bonus libur.

Dan, malemnya Mika udah bilang, "Besok libur... bisa bangun siang... gak usah bobo' siang." Tapi tetap aja, jam 1/2 6 Mika udah bangun, gue yang masih pengen tidur, digangguin terus. Gue bilang, "Katanya mau bangun siang, ayo bobo' lagi. Ini masih pagi." Tapi, Mika dengan keukeuh bilang, "Udah siang. Tuh, udah terang."

Kalo libur, Mika bisa 3 kali 'puteran' main bola. Pagi-pagi abis sarapan, terus jam 11an main lagi... dan sore-sore jam 3an, mulai ngacir lagi ke halaman. Untung kemarin cuaca cukup bersahabat. 



Bosen main bola... lanjut main air.. nyiramin pohon tomatnya sendiri. Katanya, "Nanti kalo tomatnya udah merah.. Mika mau makan.. Hmmm.. mantappp!"Jadilah dia main air, sampe basah kuyup...



Malemnya, kembali main mobil. Bikin truk panjang pake lego dan parkirin mobilnya. Setiap hari si truk ini bisa berubah bentuk. 


Akhirnya.. jam 7 malem.. si 'ceriwis' ini mulai teler dan tidur cepet.


Tuesday, September 4, 2012

Hello.... September...

via tiny white daisies




Hi Blog,
Sorry for not writing for a long time...
Promise to write more ...
Again... I promise...

Monday, July 2, 2012

Si Kobi



Seperti sekolah-sekolah lainnya, menjelang akhir tahun ajaran pasti sibuk dengan acara jalan-jalan, acara pentas sampai acara perpisahan lainnya. Nah, Mika pun gak ketinggalan. Meskipun baru mau ‘lulus’ dari Kelompok Bermain, Mika juga sibuk latihan untuk pentas akhir tahunnya.

Mika kebagian peran sebagai si Kobi, si Koboi Kecil. Sebelum latihan-latihan gabungan dimulai, Mika sempat ikut take vocal di studio di daerah Bekasi. Hihihi.. mau norak dikit nih, ternyata, hanya 3 anak dari Kelompok Bermain yang terpilih sebagai pemeran utama dan hanya Mika yang ikut jadi pengisi suara. Operet Kelompok Bermain digabung sama anak-anak dari kelas TK A.

Karena peran Mika lebih banyak dibandingkan teman-temannya yang lain, Mika jadi harus ikutan latihan gabung bareng kakak-kakak TK A itu. Tapi,  berhubung gak ada teman-teman dari KB, Mika jadi suka ngambek kalo mau latihan. Kalo mau sekolah, dia selalu bilang, “Hari ini Mika gak usah sekolah ya, Mama.” Kalo sampe sekolah, pake acara nangis dulu. Bahkan sampai hari H, sampai di depan pintu gedung Sasono Langen Budoyo, Mika masih sempat bilang, “Mika gak mau jadi apa-apa. Mika gak mau jadi si Kobi.”

Sampai di ruang ganti, Mika juga masih nempel-nempel aja. Baru begitu teman-temannya dateng, Mika pun mulai rada ceria. Dan, gue pun harus segera ‘menyingkir’ dari ruang ganti.

Sayangnya, kita gak boleh foto-foto selama pertunjukkan. Jadi harus duduk rapi di bangku masing-masing.

Ceritanya Mika ini jadi koboi yang menyelamatkan saudagar dari tawanan sebuah suku di hutan. Di antara anak-anak yang badannya lebih besar, Mika jadi mungil sendiri. Salah satu kalimat yang paling gue inget, “Jika kamu dalam kesulitan, hubungi Kobi di no telepon nine-one-one atau sembilan-satu-satu!”

Dan, Alhamdulillah, sampai bagian Mika selesai, semua lancar dan keliatan kalo dia happy-happy aja di atas panggung.

Yah, gak boleh foto dari depan panggung dan orang tua dari Kelompok Bermain juga kebagian tempat duduk di samping panggung, jadinya gak ada foto yang jelas.

#MDLilChef


Ada rasa bersalah karena saat Mika libur sekolah, gue gak bisa nemenin Mika atau ngajak Mika jalan-jalan selain pas weekend. Makanya waktu ngeliat Mommies Daily ngadain acara Lil Chef, gue pun langsung ngedaftarin Mika untuk ikutan acara ini. Gue sih berharap Mika bisa senang-senang di acara ini.

Tapi… ternyata, setiap dibilangin “Hari Sabtu, Mika mau masak-masak ya.”, eh Mika bilang, “Gak mau, masak gak enak. Masak kan buat cewek” Dan gue tetap cerita ke Mika soal asyiknya acara masak-masak nanti.

Sampai di kantornya Mommies Daily di Kemang, Mika sempat ‘ngadat’. Maunya ngumpet, duduk di pojok aja. Gak tertarik ngeliat meja dan kursi kecil yang warna-warni, gak tertarik untuk main sama anak-anak  yang lain.

Bahkan saat udah mulai pun, udah mulai pada seru bikin daging burger, Mika masih ngumpet. Gue coba untuk ikutan di salah satu meja. Gue ikut bikin daging burger, ikut potong roti burger. Terus, gue ngobrol sama anak perempuan, minta tomat sama lettuce sedikit. Eh, baru pelan-pelan Mika mau ikutan, duduk bareng anak-anak cewek itu. Ma’af ya buat yang kursinya diambil Mika.



Sambil nunggu daging burger-nya dipanggang, siap-siap untuk bikin  banana split. Satu-satu dikasih pisang untuk dipotong-potong. Tapi ternyata, es krimnya belum dikeluarin. Jadilah, masih harus nunggu dagingnya dulu. Entah karena gak sabar atau karena laper, pisang yang udah dipotong-potong keburu abis dimakan sama Mika. Sampe akhirnya, Mika dikasih lagi satu pisang.


Daging burger langsung dibagi-bagi setelah mateng. Dan langsung dimakan, tapi karena jadinya tebel, rada susah makannya.


Sayangnya, Mika keburu bosen pas acara bikin banana ice cream-nya. Padahal, di dalam mangkoknya udah dikasih M&M warna-warni, ice cream, strawberry dan raspberry. Tapi, tetap, Mika gak tertarik (malah gue sih yang jadi makanin ice cream-nya .. hehehe).


Waktu acara bagi-bagi hadiah (sayangnya sih Mika gak kebagian door prize) dan foto-foto, Mika jadi semangat lagi. Bahkan pas difoto, Mika yang paling gaya – pake tangan di pinggang segala.

Thursday, June 7, 2012

111 Followers Giveaway- Win $50 worth of books!


Whoooww… who doesn’t want to win this?







Semoga menang… semoga menang… *mantra*

Giveaway... giveaway


Berburu giveaway itu seru ternyata, apalagi yang international giveaway, meskipun yah factor keberuntungan sangat berperan.

Nah, salah satu giveaway yang gue ikuti adalah: Dark Passage by M.L Woolley

Hmmm… memang sih, penulisnya rasanya gak familiar ya, tapi gak ada salahnya kan nyoba baca buku penulis baru.


Sinopsis via goodreads.com:

Dark Passage (Chosen #1)

Jen hides in a rundown mansion when her life falls apart, has vivid experiences with a beautiful male entity who longs to be her soulmate, and must choose reality of living or dead. Her childhood friend Ivy 19, from a rough past, can communicate with the dead, and other supernatural gifts emerge. Ivy will resist the evil that would separate the lovers.

“With one final glance behind her, Jen urged her horse forward, and toward the safety of the mountains. Her heart was heavy and she immediately thought of the other realm. Her hope was that they were aware of what had happened and would help. Chaos was already breaking out; and the world was in danger of slipping back to a time of great darkness, reminiscent of the Middle Ages."