Wednesday, August 28, 2013
Monday, July 29, 2013
Kaastengels made by Mika
Euforia lebaran mulai terasa… kesibukan di rumah pun
dimulai. Diawali dengan membuat kaastengels. Dan, tahun ini, Mika juga semangat
pengen ikutan bikin kue.
Dan Mika pun dikasih sedikit adonan kaastengels, terserah
Mika bentuknya mau kaya’ apa.
Adonan habis, Mika ikut bantuin mengoles telur dan naburin
keju di atas kuenya.
Dan… inilah hasilnya…
| Sebelum dipanggang |
| Sesudah dipanggang |
Sore-sore… kaastengels bikinan Mika udah langsung habis
dimakan sama Mika… katanya, “Enak… ada kriuk-kriuknya…”
Friday, July 19, 2013
Monday, July 8, 2013
Monday, July 1, 2013
Monster University
Akhirnya, ‘berhasil’ ngajak Mika nonton di
bioskop. Selama ini, Mika suka gak mau, karena masih suka rada takut kalau
gelap. Tapi, karena ini kita nonton bareng-bareng, Mika pun jadi excited untuk
nonton Monster University. Bahkan seminggu sebelumnya,
gue kasih liat gambar poster MU di koran, terus ngajak Mika bikin gambar
monster yang lucu-lucu.
Kesan pertama waktu masuk ke dalam studio-nya,
Mika bilang, “Dingin banget. Lain kali kalo nonton lagi harus bawa jaket ya,
Mama.”
Kalau awalnya, gue pikir Monster University
adalah sekuel dari Monster Inc., ternyata justru ini ada prekuel-nya. Mika
Wazowski yang sering dianggap ‘sebelah mata’ oleh monster lain – katanya ia tak
cukup menakutkan. Padahal dibutuhkan monster yang bisa mengumpulkan jeritan
anak kecil yang paling lantang agar bisa menjadi sumber energi di negeri para
monster ini. Ketika berkunjung ke Monster Inc., terinspirasilah Mika oleh salah
satu monster, yang membuatnya bertekad menuntut ilmu di Monster University
dan menjadi the Scare Monster.
Tapi dibutuhkan perjuangan yang panjang, karena
lagi-lagi, Mika menjadi bahan olok-olokan di kampus itu. Padahal ia murid yang
sangat cemerlang. Ia hafal segala teori untuk menakuti-nakuti anak kecil. Belum
lagi, ia harus bersaing dengan Sulley Sullivan, yang menyandang nama besar
orang tuanya sebagai monster yang hebat.
![]() |
| via Likes.com |
Well, film ini mengajarkan tentang sebuah
perjuangan, pembuktian diri, kerja keras dan pastinya persahabatan.
Tau gak sih… after five years… ini adalah film
yang pertama gue tonton. Yup, semenjak melahirkan Mika, gue belum pernah lagi
nonton di bioskop. Dan, gue pun terhibur nonton bareng Mika.
Tapi, yah, sayangnya Mika gak ngeliat ending dari
film ini, gara pengen pipis. Padahal tinggal dikittt lagi, tau-tau Mika bilang,
“Pengen pipis, mama.” Gue pengen nyuruh Mika tahan sebentar, tapi mukanya udah
memelas banget. Dan ya, Mika sih gak peduli ending-nya seperti apa.
Agenda selanjutnya adalah nonton ‘Turbo’ atau ‘Despicable
Me 2’
Monday, June 17, 2013
He gave me Ring..!
Kemarin waktu jalan-jalan ke Pondok Indah Mall, gue iseng-iseng liat cincin. Ya, cuma liat aja sih tadinya. Terus, Mika nemenin gue, dia tanya, "Mama lagi coba cincin?" Gue bilang, "Iya.. Mika pilihin dong, mana yang bagus buat mama."
Duduklah dia di lantai... milihin cincin, nyuruh gue nyoba satu-satu... udah kaya' dia lagi milih mobil aja. Mika bilang, "Yang ini kali.. bagus... atau yang ini?"
Akhirnya... ketemulah cincin yang kata Mika, 'bulet-bulet'nya gak terlalu besar....
Hahaha.. my little boy udah bisa milihin cincin buat mamanya... :)
Friday, June 7, 2013
Fun Weekend (Day 2)
Tujuan utama hari ini adalah ke Taman Safari Indonesia.
Setelah sarapan, kita langsung berangkat ke Taman Safari. Biar selesai dari sana gak terlalu siang, dan gak keburu kena yang satu
jalur dari Jakarta.
Tiket untuk dewasa @Rp.140,000; anak-anak @Rp. 130,000 dan untuk mobil Rp.
15,000. Karena kita nginep di Royal Safari Garden, kita hanya bayar Rp. 110,000
untuk satu orang dewasa.
Di sepanjang jalan menuju Taman
Safari penuh orang yang jual wortel, untuk kasih makan ke binatang-binatang
selama kita muter di dalamnya (ehmm… sebenernya gak boleh sih, tapi beli juga).
Di awal, begitu masuk… mungkin
binatangnya belum seru untuk Mika. Jadinya dia masih lempeng-lempeng aja. Dan
menurut gue juga… hmmm.. rada ‘ngebosenin’ ya. Terlalu banyak binatang yang sama yang kita liat
selama kita muter. Bolak-balik ketemu rusa, llama dan mmm.. apa tuh binatang
yang tanduknya gede banget. Udah gitu, tiba-tiba Mika bilang, “Mika mau pipis.”
Aduh… gimana bisa turun.. akhirnya… setelah dibujuk-bujuk, Mika mau pipis di
botol…hehehe… tapi, mungkin gara-gara ‘stress’ itu juga, Mika jadi rada gak
sabar dan bolak-balik bilang, “Koq kita gak keluar-keluar ya?”
Bahkan di tempat harimau atau
singa pun, reaksinya biasa-biasa aja. Malah lebih seneng waktu ngasih makan ke
kuda nil atau ngeliat si llama yang gak mau bergerak dari depan mobil kita.
O ya, kadang nih ya, ada
mobil-mobil atau bis pariwisata yang nyebelin. Yang namanya muterin Taman
Safari, apalagi di dalamnya ada anak kecil, pasti mobil akan bergerak pelan-pelan.
Kadang berhenti sebentar buat ngasih makan binatang, atau antri nunggu si
binatang lewat di depan mobil kita. Eh.. ada aja yang gak sabar, main
klakson-klakson dan jalan rada ngebut. Bahkan di dalam area kandang singa dan
harimau, yang kalo jalan juga harus pelan dan gak berisik, ada bis yang main
klakson. Kalo tuh singa atau harimau itu kaget dan ngamuk, gimana coba?
Dan, ada beberapa kondisi
binatang yang tampak ‘menyedihkan’.. seperti beruang. Yah, emang sih jangan
bandingin kalo kita liat di channel macam National Geographic kali ya… tapi… ya
tetap aja kasian liatnya.
Tapi, setelah selesai putaran
itu, terus keluar, Mika langsung heboh lagi. Hmm.. gak betah di mobil aja
ternyata. Pas ngeliat burung, kanguru atau hewan-hewan lain yang ada di dalam
kaca, Mika oke-oke aja. Ngoceh dan becanda terus.
Bahkan jalan rada jauh menuju
tempat penguin, Mika tetap semangat. Pas di tempat penguin, gue jadi inget film
‘Happy Feet’… jadi sedih, meskipun memang lucu ngeliatin para penguin ini.
Sebelum pulang, sempat liat Sea
Lion Show dulu… dan lagi-lagi Mika sempat bosen nunggu pertunjukkannya dimulai.
Hehehe.. ngeliat si singa laut itu berenang di kolam, koq gue juga jadi berasa
pengen nyemplung…
Setelah dari Taman Safari, kita
mau cari makan siang… bingung mau makan di mana, akhirnya sampai Cipanas…kita
makan di Rumah Makan Cipanas Indah. Dulu sih, waktu masih suka pulang-pergi ke Bandung lewat Puncak, kita
suka makan di sini.
Eh, pas pulang, sempat terjebak.
Gak bisa turun. Untung gak terlalu lama, jadinya bisa turun satu arah yang ke
arah Jakarta.
Malemnya, makan di kamar aja,
istirahat dan santai-santai.
Subscribe to:
Posts (Atom)













