Tuesday, June 1, 2010

Now Reading: Ayu Manda

Ayu Manda
I Made Iwan Darmawan @ 2010
Grasindo, 2010
330 hal.

Mengisahkan tentang gadis bangsawan bernama Ayu Manda, yang juga penari Legong di tengah perubahan sosial-politik tahun 60-an di Bali. Juga upayanya untuk bertahan dalam strata feodalisme, poligami dan cinta terlarang karena perbedaan kasta.

Dia hidup dalam lingkungan kasta, yang dalam banyak hal menguntungkan dirinya, namun pada beberapa hal sistem ini memperlakukan dirinya tidak adil, termasuk dalam hubungan cinta.

Ayu Manda juga harus berkompetisi dengan saudaranya untuk mendapat perhatian dalam keluarga poligami yang dibangun sang ayah.

Dalam dunia menari, Ayu Manda juga harus merebut perhatian dari penonton. Baik saat ia menjadi penari Legong di usia kanak kanak. Atau saat ia berubah menjadi penari Joged yang eksotis saat remaja.

Ayu Manda juga harus mengalami jadi pelarian, saat gerombolan mencarinya karena dirinya dianggap terkait partai politik terlarang.


===

Ayu Manda, novel langka tentang gadis bangsawan Bali, yang terpilih dan memilih untuk menjadi penari. Bersetting era awal tahun 60-an , pembaca dibawa larut dalam keseharian tokoh-tokohnya yang tumbuh dan berkembang bersama pasang surut keadaan, cinta dan pengianatan. Dipaparkan pula arus perubahan pemikiran para tokoh terhadap kasta, poligami dan perdebatan moderenitas serta nasionalisme secara sporadis, membuat novel ini menjadi dinamis.
* Ayu Bulantrisna Djelantik
Penari legong senior dan dokter

Bersetting kehidupan pulau Bali, novel ini secara menggairahkan memaparkan kisah klasik pergulatan karakter manusia yang nyata dan tak terlupakan dalam struktur kasta. Menggunakan bahasa yang segar dan penuh lirik, Iwan darmawan dengan tajam menyoroti perlakuan terhadap cinta terlarang, seperti bagaimana wanita di belahan dunia lain sering dimarginalkan.
* Janet DeNeefe
Pendiri & Direktur Ubud Writers & Readers Festival

Novel ini seperti mesin waktu yang membawa pembaca ke sebuah masa di Bali. Pendeskripsian detail seni budaya Bali menantang imajinasi pembaca untuk terlibat secara terus menerus dalam realita kehidupan para tokoh serta konflik – konflik yang menyertainya. Hal tersebut menyebabkan novel Ayu Manda menjadi warna baru di tengah mosaik karya tulis di Indonesia.
* Vera Verranza Jasmine
Pianist dan Penyuka baca buku

Kelincahan Iwan Darmawan dalam menggambarkan kejadian-kejadian dramatis kehidupan penari pada masa yang dinamis dalam sejarah modern Bali, membuat saya merasa terbawa ke alam pikiran orang Bali yang tersembunyi di balik senyum dan tata tutur yang halus. Dan ini menjadi sebuah pengalaman budaya yang sangat mendebarkan.
* Mari Nabeshima Ph.D.
Ethnomusicologist lulusan Tokyo National
University of Fine Art and Music.

Novel ini ditulis seorang jurnalis dan fotografer yang memiliki pemahaman yang cermat akan seni dan budaya Bali. Keberaniannya menampilkan Bali secara detail dan utuh, tentunya berasal dari kajian akademis yang didalaminya selama ini. Namun demikian, novel ini amat mudah dicerna. Lugas dan tidak bertele tele. Saya merekomendasikan novel ini sebagai bagian dari koleksi pustaka dalam mempelajari dan mempromosikan seni pertunjukan dan kebudayaan Bali.
* Prof. Dr. I Made Bandem
Budayawan - The College of the Holy Cross,
Massachusetts, USA

No comments: